Postingan

Menampilkan postingan dengan label Life

Mas dan Mpok Kodok #1

Gambar
Dia adalah laki2 nekat (?). Yang langsung main lamar2 perempuan, padahal belum pernah ngobrol dengan perempuan itu sebelumnya. Jangankan ngobrol, dengar suara si perempuan pun belum pernah. Dia bilang, liat jelas wajah perempuan yang mau dilamar pun dari foto keluarga yang terpasang di ruang tamu, saat dia datang untuk melamar. . . Rupanya dia pertama kali mendapat nama "mulki" di bulan Maret 2011 dari seseorang yang sudah ia anggap sebagai ayah sendiri. Lalu ia mentelusuri dan mencari informasi. Tapi dia tidak pernah sama sekali menghubungi si mulki dalam kurun waktu itu. Dan si mulki pun tidak merasa sedang ditelusur. Sama sekali enggak tau. Kalo tau kan postingan di fesbuk dan blog bisa aku bikin lebih waras dan aku bagus2in dikit2, yaa. Kuekekekkk. . . Lalu di tanggal 14 Mei 2011 dia datang ke rumah orangtuaku, sendirian, memakai baju putih dengan rambut gondrongnya yang dikuncir (percis di foto rambutnya), menemui ayahku, mengenalkan dirinya siapa, dan bermak...

Kabar Baik!

Gambar
Halo! Teman2, aku punya kabar baik nih. Sejak tanggal 26 Februari 2016, aku sudah fiks kembali ke Bintaro. Yeay! Purna sudah kewajiban satu tahunku di Nganjuk. Syukur Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tapi eh tapi… kok jadi giliran maskodok nih yang lagi rally DikPim di Magelang. Jadi beliau harus bolak-balik Magelang-Jakarta sampai Juni besok. Masyaa Allah… Semangat-semangat. Telkomsel, aku masih mengandalkanmu 4 bulan ke depan. Haha. Okeee, sekian dulu yaaa kirim kabarnya. Have a nice day, everyone! Selamat melakukan apapun yaa, asal Allah ridho! Xoxo.  

Menyapa Samudera : Waspada

Gambar
Jangan salah sangka, kita tidak hanya akan diuji pada apa yang kita belum punya, tapi kita pun akan digoda pada apa yang sudah kita punya. Hedon untuk si kaya, malas untuk si papa, angkuh untuk si baik rupa, riya' untuk alim ulama, nyinyir untuk si sholeha, juga tamak untuk si penguasa. Jangan lepas waspada, selain tengok kiri, sudah seharusnya kita juga tengok kanan. Karena sungguh, ia akan  menyerang dari arah mana-mana.

Menyapa Samudera : Rem

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera. Pernah merasa ga punya tas, lalu maunya beli2 lagi, padahal sudah punya ransel, beberapa handbag, juga slingbag? Rasanya masih kurang saja, entah dengan alasan kebesaran buat kondangan, atau kekecilan buat kerja, atau sekedar alasan kurang unyu, atau kurang banyak (?). Pernah merasa not enough dgn lipstick yg sudah dipunya, lalu lapar sana-sini beli warna dan merk macam2? Padahal gatau itu lipstick bakal habis kapan, atau bahkan sampai akhir pun ga akan pernah habis. Pernah merasa ga punya baju, padahal baju udah numpuk selemari bahkan sampe tumpe2? Pernah merasa maunya beli2 lagi sepatu, padahal jumlah sepatu udah ngalah2in jumlah hari dalam seminggu? Ga heran kalo kerjaannya tiap hari baper banget ngeliat onlineshop2, lalu laper pingin ntransfer. "Sis, aku keep ini ya, sis." -,-" . Di kala aku merasa sedang tersisip "maruk" sebagai nama tengahku,- di kala bukan hanya logika fungsi yang bicara, tapi logika style yang sedang ja...

Menyapa Samudera : Kuat

Gambar

Rumah #5 : Kesan Pertama

Gambar
Rumah yang sempat dilihat istri maskodok sangat beragam; baik yang dinilai dari segi lokasi, kondisi, dan harga rumah. Ada yang menghadirkan ekspresi, “oooh..” Ada yang cukup dengan,”hm..” Ada yang, “alamaaaak..” Bahkan ada yang, “happppaaaaah??” *kaya gayanya Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu* Tapi tenang tenang… ekspresi2 itu hanya menari2 di dalam pikiran istri maskodok saja kok. Ekspresi wajah yang keluar hanya sebatas senyum2 ceria. Kan ceritanya lagi behave, walau sebenarnya similikiti. *oposih* Namun ketika diantar oleh seorang agen bernama mbak Novi ke sebuah rumah di Griya Bintaro Estate di sebuah senin yang cerah, ekspresi istri maskodok langsung, “kandaaaa wawawawaaaaa kandaaaaaaa…” Yang biasanya video rekaman baru dilaporkan ketika maskodok sudah pulang kerja, tapi kali itu istri maskodok ga tahan untuk ga ngeshare video, denah, dan lokasi saat itu juga. Betapa tidak? Rumah tersebut memiliki semua spesifikasi yang mereka inginkan. Bahkan beyond. Beyond banget. L...

Menyapa Samudera; Yang Berharga

Gambar
Assalamu’alaykum, Samudera. Jika kita tinggal di Indonesia, yang terpakai rupiah. Jika di Jepang, Yen. Jika di Amerika, dolar. Jadi, walau kita punya segambreng dolar, untuk bisa jajan cincau di pasar gembrong, tetap harus kita ubah dulu dolar itu menjadi rupiah bukan? Karena beda tempat, akan beda mata uangnya- beda yang terpakainya. Begitu pula dengan hidup. Jika kita hidup dalam "pandangan" Allah, yang terpakai adlh kesukaanNya- keridhoanNya. Jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, yang berharga adalah kesenangan- penghormatan- kekaguman- pujian  manusia lain kepada kita. Dan hidup dalam pandangan manusia itu seperti hidup dalam game zombi vs plant. Kita akan merasa saaangat senang ketika banyak uang dan bintang pada saat game berlangsung. Tapi setelah game selesai, yasudah.. selesai semuanya. Dan bergunakah uang dan bintang itu untuk kehidupan nyata? Pun jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, sebenarnya bergunakah segala pujian- sanjungan- ap...

Menyapa Gunatalikrama; Pintu

Gambar
Assalamu’alaykum, Gunatalikrama. Pernahkah kamu merasa tidak memiliki kesempatan? “Ah, bahasa inggrisku jebloks. Mana bisa aku  lanjut sekolah di luar negri?” sedangkan yang lain, “Hiks… aku rakyat jelata begini, sepertinya jalanku buntu untuk bisa sekolah spesialis jantung.” Sedangkan di pojok yang lain, “aku orang yang fakir, tidak punya harta untuk beramal, adakah sempat bagiku berinfaq untuk orang lain walau hanya terjadi sekaliii saja dalam hidupku?” Di sebuah tempat, kita menunggu kesempatan itu mengetuk pintu kita. Tapi.. satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun terlewati, belum juga kita dengar bunyi ketukan pintu yang kita nanti. Tidak jarang kita tetap berdiam, menunggu, dengan harap2 cemas.. bisakah- akankah- kapankah. Lalu merasa : ga- lau. bisa saja ujungnya : pu- tus- a- sa. Lalu berbalik, lantas : bu- bar- ja- lan. Padahal, di masa-masa penantian kesempatan, daripada galau yang berujung bubar jalan, seharusnya ...

Menyapa Samudera; Berlalu

Gambar
Assalamu’alaykum, Samudera. Suatu hari nanti, jika Allah izinkan kami untuk memiliki rumah, aku punya rencana untuk memiliki sebuah hiasan dinding yang besar, yang bertuliskan “ini akan berlalu”. Weird? Mungkin. Tapi dibanding memajang foto pernikahan *yangkatanyacantik*, atau foto keluarga *yangkatanyaromantis*, atau gambar bernyawa lainnya, rasanya poster tiga kata itu akan lebih ada manfaatnya. Iya.. agar kami dan orang2 yang hilir mudik di rumah kami terus diingatkan, bahwa semua yang di dunia ini hanya sementara, dan akan berlalu. Jika sedang merasa berat dengan cicilan rumah, lihat saja, “oh iya, tenang saja… keadaan "mencekik" ini akan berlalu". Pun jika sedang merasa bahagia dengan sebuah nikmat, lihat lagi, “jangan melampui batas, biasa saja senengnya, ini akan berlalu.” Pun jika sedang gila karena merasa diri kita ganteng atau cantik, lihat lagi *yangbanyakdansering*, “heh.. ga usah njijiki gitu. Cantik gantengmu akan berlalu....

Menyapa Anjani; Katarak

Gambar
Assalamu’alaykum, Anjani. Jika melihat orang yang terkena katarak, terbersit rasa iba dalam hati. Fungsi penglihatan mereka menurun. Padahal.. mampu melihat secara jelas adalah nikmat yang tak hingga; melihat suami, melihat anakcucu, melihat ikan menari-nari, melihat bunga warna-warni, dan melihat segala ciptaanNya. Sedangkan... Orang yang terkena katarak, memiliki lensa mata yang keruh. Akibatnya, penglihatannya kurang terang, kabur, tidak jelas. Sehingga mereka jadi sering salah melihat, bahkan ada yang tidak mampu melihat sama sekali. Hm.. aku jadi teringat akan hati. Sepertinya hati memiliki kemiripan dengan lensa mata. Jika hati kita keruh atau kotor, kemampuan melihatnya pun akan menurun. Hati melihat? Hey, pernah kan kamu mendengar istilah mata hati? Iya.. Jika hati kita bersih, kita akan sadar dengan keadaan. Jika hati kita bersih, kita akan peka dengan kebaikan. Namun jika hati kita keruh, kita akan sulit untuk melihat dan membedakan mana kebenaran, mana kesalahan. Jik...

Menyapa Gajendra; Berkemih

Gambar
Assalamu’alaykum, Gajendra. Bahagia adalah ketika kita bisa berkemih dengan lancar; keluar deras, tanpa nyeri, tanpa sendat, bermula dengan pas, berakhir dengan tuntas. Dan apa yang kita rasakan setelahnya? Leegaa . Jika sedang melihat beberapa lembaran merah, aku jadi ingat dengan berkemih. *kokbisa* iya… Karena rezeki itu bagaikan darah dalam tubuh kita; yang membawa zat2 penghidupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Maka ga heran, jika darahnya sehat, tubuhnya in syaa Allah juga sehat. Dan seperti yang kamu tau, darah pun mengalir ke ginjal. Di ginjal, darah akan disaring; dikeluarkan beberapa zatnya dalam bentuk air kemih. Iya, ia harus dikeluarkan. Pun rezeki kita, memang sudah keniscayaan, ada bagian yang memang harus dikeluarkan- kepada yang berhak. Ia yang menahan2 untuk berkemih, berpotensi terkena batu ginjal&/batu saluran kemih. Jika sudah begitu, kebahagiaan berkemih akan sirna; akan nyeri, tersendat, menggelisahkan, bahkan meracuni tubuh. Pun hal itu, jika kita menahan...

Menyapa Gajendra; Jeratan

Gambar
Assalamu'alaykum, Gajendra   Aku yakin kamu tidak suka jika berada dalam kondisi terjerat. Apapun, tentang dan oleh apapun, tidak terkecuali dalam menghayati perkara menjadi pasangan seseorang. Terjerat; hanya melahirkan sakit, tersengal, trauma jiwa, bahkan kehabisan kesempatan. Maka berilah ia rongga agar tetap merdeka, walau sebetulnya terikat.     Bayangkan jika antar gerbong kereta tidak ada ruang, mudahkah baginya jika arah relnya membelok? Kita berbicara sehari2 pun ada temponya, ada jarak antar kalimat dengan kalimat selanjutnya. Bayangkan jika tidak, lelah sekali, baik si penyampai pun pendengar. Begitu juga dengan berpasangan. Bukankah kita akan lebih mudah melihat ia tersenyum jika ada jarak di antara kita dan pasangan? Berilah ia ruang dari keinginanmu menjerat; dengan cemburumu, dengan egomu, dengan segala kedangkalan dirimu. Iya. Ia tetap butuh ruang, seberapapun ia membutuhkanmu, seerat apapun kalian saling memiliki.

Menyapa Samudera; Ikatan

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera      Tentu kamu pernah mendengar, "hanya maut yang mampu memisahkan kita." Janji setia seperti itu saja sudah mampu membuat hati seseorang menari mengangkasa. Manis, juga menentramkan. Bahkan lebih manis dari gulali, lebih menentrakan dari lullaby.     Tapi sungguh ada hidup paskamaut; saat ikatan persahabatan-kekeluargaan-pernikahan akan bisa terurai. Istri terpisah dari suami, anak lupa pada ibu, pun karib bisa menjadi musuh. Pahit, juga memilukan. Bagi para pecinta, adakah yang lebih pahit dari perpisahan? Adakah yang lebih memilukan dari terlupakan?     Aha! Zukhruf bagian tengah hampir akhir bisa menyambung harapan. Bukalah... Demi sebuah kisah yang tak terputus maut. Demi berkekalan, bercihuyria di dunia, kembali di surga. In syaa Allah.

Menyapa Anjani; Menjaga Harta

Gambar
Assalamu'alaykum, Anjani  Seperti yang sudah kita tau, salah satu kewajiban seorang istri adalah menjaga harta suami. Dan yang disebut kewajiban tentu berbeda dengan wewenang. Jika kewajiban bersifat tidak boleh jika tidak, tapi wewenang itu artinya hak seseorang. Dan apa yang disebut harta? Dijawab benderang olehnya yang terpuji segala hal tentangnya, bahwa harta laki2 meliputi tiga; yaitu hati, lisan, dan istri yang berada dalam kondisi baik. Maka sesuai kalimat pertama, seorang istri tidak boleh jika tidak....     Alfa ) Melindungi hati suami agar tetap dalam bingkai syukur; dengan berterima kasih ketika diberi uang belanja, juga sambil mengerti, juga mendoakan, juga ikhlas. Maka tidak seharusnya ada makian, omelan, bahkan gerutuan yang menjadi salah satu saja komponennya.     Beta ) Melindungi lisan suami agar selalu berkata baik. Karena apa yang keluar adalah tergantung apa yang masuk, maka apa yang dikatakannya tergantung apa yang ia dengar, ia rasa, ia...

Menyapa Gunatalikrama; Tuing

Gambar
Assalamu'alaykum, Gunatalikrama Aku seringkali dibuat tuing olehnya. Ada tuing di hatiku, ketika sepulang kantor kugamit tangannya untuk salim, tangannya selalu lembab oleh keringat. Kembali ada tuing, ketika memegang kemeja yang dipakainya seharian, lalu kudapatinya dalam kondisi lepek. Lagi2 tuing, ketika merapikan sepatunya, ada noda tanah lapangan di situ, tanda habis jogging agar selalu bugar. Aku jadi merasa..... dicintai olehnya.     Maka aku.. Jika habis terciprat minyak saat duel dengan ikan di dapur, terselip satu kesempatan kurasa. Akan kuberpolah sedemikian rupa, sehingga ia menyadari sendiri keberadaan si kemerahan itu. Lalu jika sudah bertanya, "ini kenapa?" binggo! maka akulah pemenangnya. Akan kupasang wajah sekyyuut mungkin seperti puppy yang minta disiram (poop kali disiram) selama menceritakannya. Kupastikan ada tuing di hatinya juga...dan itu karenaku. Iyeay! Aku juga ingin ia merasa aku melakukan sesuatu untuknya, sehingga ia merasa..... dicintai.  ...

Menyapa Anjani; Gelas

Gambar
Assalamu'alaykum, Anjani    Pernahkah kamu merasa bahwa gelas2 ini ada miripnya dengan kita- manusia? Tilikan ini bermula saat aku makan siang di sebuah rumah makan sederhana, yang memiliki bentuk dan ukuran gelas sama untuk semua jenis minumannya.   Saat diisi air putih, gelas itu harganya 1000. Saat diisi teh hangat, harganya menjadi 2000. Jika kita pesan susu kedelai, kita harus bayar 5000. Beda lagi jika diisi beras kencur, kunyit asem, atau es kelapa. Dan saat diisi jus mamamia, wah.. harganya mencapai 15.000.   Kudapati yang membedakan harga gelas satu dengan gelas yang lain adalah isinya. Sedang wadahnya, akan dikembalikan. Pun kita- manusia, pengamalan syahadah dan konsekuensinya adalah pembeda derajat satu dengan lainnya, sedangkan raga akan dikembalikan ke muasalnya, yaitu tanah.

Menyapa Gunatalikrama; Be Easy

Gambar
Assalamu'alaykum, Gunatalikrama Mungkin pernah beberapa kali kita temukan pemaksaan kehendak dalam penyampaian kebaikan. (?) Niatnya baik, konten yang disampaikan pun baik dan benar, tapi mungkin tanpa sadar terturut hawa nafsu, sehingga terlupa bahwa makan pun tidak baik jika buru2.   Memang sih, kita mah maunya begitu kita sampaikan, orang tersebut langsung ngerti, lantas berubah. Ga pandang backgroundnya dulu, ga mengenal sudut pandangnya dulu,  ga peduli dasar pemikirannya dulu. Pun kita sering lupa, bahwa kita tuh hanya penyampai, bukan penggerak hati, bukan penghadiah hidayah, pun bukan pengubah persepsi.   Berusahalah untuk menyampaikan apapun dengan bahasa yang baik, dengan gaya yang asik, dan ga usah "maksa". Karena "menyampaikan" apapun jika dengan cara "kasar"~"maksa"~"nyinyir", sepertinya ga akan ada manfaatnya acan2. Tegas boleh banget, tapi yuk usahakan ga kasar.   Intinya gini, kata imam syafi'i aja, "be h...

Menyapa Gajendra; Cermin

Gambar
Assalamu'alaykum, Gajendra ^^     Celaka adalah ketika kamu selalu bercermin dengan cermin dirimu sendiri. Selalu meyetujui  bayanganmu sendiri yang sebenarnya seringkali akunya tinggi, selalu menggunakan parametermu sendiri  untuk mengukur berapa jarak antara masalah dengan solusi, selalu menginsafi pembatasanmu sendiri dalam belajar, beramal, dan memperbaiki diri. Dan baik adalah ketika sesekali kamu mau bercermin dengan cermin orang lain.     Mari kita bicarakan permisalan. Tidakkah kamu ingin mampu menghafal annisa dalam satu hari juga? Bercerminlah kepada ia yang mampu; bagaimana rumusnya, bagaimana lentur lisannya, bagaimana erat hatinya dengan alquran. Ia juga manusia biasa, hidup dalam dimensi yang sama, sama2 orang indonesia, yang IQnya pun tidak melebihi 150, yang seharinya tidak sedetik pun lebih dari yang kamu miliki. Bercerminlah sesekali kepadanya, agar dirimu tidak cepat puas, dan terjebak dalam perangkapnya.     Tidak tidak.. Ka...

Menyapa Samudera; Mengenal Diri

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera Sebagai anak udik, adalah keharusan bagiku memperluas pergaulan agar tidak menjadi semakin udik. Jika tidak mampu bebas sepenuhnya dari udik, setidaknya aku bisa menjadi anak udik yang memiliki banyak teman. Itu motif pertamaku dulu, saat aku mendaftarkan diri untuk masuk ke sebuah organisasi saat aku masih siswa. Dan yang namanya motif pertama, tentu akan ada yang kedua, ketiga, dan seterusnya.     Aku mengikuti alur kaderisasinya dengan polos (dan udik tentunya). Salah satu momen berharga untukku adalah ketika ditanya, "Apa kelebihan dan kekuranganmu? Bagaimana karaktermu? Jelaskan dengan jujur." dan aku terdiam 1 detik, 10 detik. Aku digertak. 1 menit, 10 menit. Aku dimaki. "Bagaimana kamu ini? Teman2mu yang lain bisa menjawabnya dengan mudah. Ini bukan pertanyaan sulit!" tapi entah mengapa aku merasainya sulit. Sejak itu aku menganggap, pelajaran yang sulit bukanlah matematika atau fisika, melainkan mengenal diri sendiri dengan j...

Look At Their Brain

Gambar