Postingan

Menampilkan postingan dengan label Moslemah

Demanding Interviewee

Gambar
Beberapa waktu lalu gue sempat menjalani beberapa tes dan wawancara kerja di sebuah dink**. Belum ada hasilnya sampai sekarang. Katanya sih akhir juni. Bener2 nothing to loose dulu kirim dokumen ke dink**, udah lama banget juga. Bahkan gatau sebenarnya ada open recruitment posisi DU atau ga di area itu. Kirim, kirim aja.. Eh, alhamdulillah dipanggil. Dan kemarin dibilang, “ohya, kelengkapan dokumennya kurang ya, dok.” *grin* Tes kompetensi berjalan biasa, psikotest juga biasa, tes komputer juga biasa -bahkan gue baru tau ada tes komputer pas pengawasnya bilang, “ya, psikotes sudah selesai. Sekarang kita tes komputer” *what, ngapain ya kira2?* Nah, terakhir sesi wawancara. Kok ya kebagian wawancaranya langsung sama kepala umpegnya. *ga kenapa2 sih* Dan pertanyaannya langsung, “Dok, apakah siap ditempatkan di mana aja? Dalam artian, di seluruh bagian ((dia nyebut daerahnya))?” Dan jawaban gue adalah... Muter2 diplomatis, yang bisa disimpulkan adalah “Nggak. Gamau yang jauh...

Sarang Kodok #3 : Prinsip & Cara Kodok

Gambar
Nah... Poin2 “ kelola latte factor ” itu gue dan lakik terapin juga dalam proses membeli, memperbaiki, dan mengisi “Sarang Kodok”. Dont get me wrong, ya : poin2nya aja. Lakik gue itu bisa dibilang high standard. High standard itu bukan berarti pecinta barang mahal dan branded loh, ya. Kalo yang harganya 5000, tapi masuk di kualifikasi standardnya dia, ya bakal milih yang ini. Dia ga bakal milih produk dari merk terkenal, tapi sebenarnya overpriced, secara kualitas sebenarnya so-so. Jadi jangan sampai gue memilih sesuatu dengan alasan, “yang ini lebih murah, Nda.” Dia bakal sama sekali ga suka kalo gue abai dengan kualitas. Kalo dia udah keluar kalimat, “inget apa kata kanda?” itu tandanya kelar udah hidup gue *lebay* Dia cuma minta, “kalo kamu mau yang murah. Yang diturunin itu harganya. Bukan standardnya. Bukan seleranya.”  nah loh.. Berat ga tuh hidup gue? *chuckles* Trus apa yang gue dan lakik gue lakukan? Mencari, mencari, dan mencar...

Latte Factor

Gambar
Halo, guys! Its been a while i didnt write anything in this lonely diary online. *pukpuk* so many things going on sejak gue balik dari Nganjuk. Sebenarnya ide juga memori di kepala gue saling berebutan untuk ditongolin duluan. Ssst.. Sst.. Be calm ya, kiddos. Let me try to review one by one. Sebenarnya gue pecinta hal yang sequence. Tapi berhubung gue dan lakik cuma punya satu laptop, so kali ini gue post cerita pendek randomly aja, ya. Secara laptopnya lagi digotong lakik gue buat nemenin dia final dikpim di Magelang. Gue ngetik di tab ini *niat abis ga tuh?* Banyak yang nanya ke gue, “gimana caranya ngatur keuangan? Ada tips? ” Well.. tiap ada yang nanya gitu honestly gue bingung karena sebenarnya gue belum merasa menjadi CFO yang baik. Jauh. Kalo gue jawab, “bikin pos distribusi masing2 dan money diary” itu klasik abis. Secara kayanya hampir semua orang udah tau teori itu, bahkan mungkin they do it better than me. Trus? Kali ini gue pengen cerita tentan...

Menyapa Samudera : Waspada

Gambar
Jangan salah sangka, kita tidak hanya akan diuji pada apa yang kita belum punya, tapi kita pun akan digoda pada apa yang sudah kita punya. Hedon untuk si kaya, malas untuk si papa, angkuh untuk si baik rupa, riya' untuk alim ulama, nyinyir untuk si sholeha, juga tamak untuk si penguasa. Jangan lepas waspada, selain tengok kiri, sudah seharusnya kita juga tengok kanan. Karena sungguh, ia akan  menyerang dari arah mana-mana.

Menyapa Samudera : Harmonis

Gambar
Yang kusukai dari naik kereta ekonomi adalah kondisi yang membuat mau gamau akan saling memperhatikan dan ngobrol sepanjang perjalanan dengan penumpang lain akibat rekat2nya posisi duduk penumpang. Dan kali ini bersama mereka; sepasang suami istri yang sangat harmonis. Sejujurnya awalnya aku senep dgn pasangan trsbt karena berani2nya tingkah PDA mereka nyaingin PDAku sama masheri. Haha. Tapi senep ternyata berubah menjadi seneng, sampai2 aku mencuri momen keharmonisan mereka. Ehehe..   Saat ini si suami menjaga kehormatan dirinya dengan menjadi tukang cilok. Namun mengobrol dengannya bisa kutangkap, ia memiliki semangat yg tinggi untuk berdagang dan mengembangkan usahanya. Tidak berhenti di cilok, ia juga sedang berlatih membuat kerupuk. Ia terlihat memiliki kemampuan untuk memelindungi istrinya dari rasa insecure dengan sikap penuh tanggung jawabnya; untuk lahir juga batin istrinya.  Ia pun terlihat pintar merawat rasa nyaman istrinya, dengan melibatkan dan menyediakan ruang...

Menyapa Samudera : Rem

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera. Pernah merasa ga punya tas, lalu maunya beli2 lagi, padahal sudah punya ransel, beberapa handbag, juga slingbag? Rasanya masih kurang saja, entah dengan alasan kebesaran buat kondangan, atau kekecilan buat kerja, atau sekedar alasan kurang unyu, atau kurang banyak (?). Pernah merasa not enough dgn lipstick yg sudah dipunya, lalu lapar sana-sini beli warna dan merk macam2? Padahal gatau itu lipstick bakal habis kapan, atau bahkan sampai akhir pun ga akan pernah habis. Pernah merasa ga punya baju, padahal baju udah numpuk selemari bahkan sampe tumpe2? Pernah merasa maunya beli2 lagi sepatu, padahal jumlah sepatu udah ngalah2in jumlah hari dalam seminggu? Ga heran kalo kerjaannya tiap hari baper banget ngeliat onlineshop2, lalu laper pingin ntransfer. "Sis, aku keep ini ya, sis." -,-" . Di kala aku merasa sedang tersisip "maruk" sebagai nama tengahku,- di kala bukan hanya logika fungsi yang bicara, tapi logika style yang sedang ja...

Menyapa Samudera : Kuat

Gambar

Menyapa Samudera : Terbahagia

Gambar

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Gambar
17 Februari 2015 Benar saja, keesokan sorenya, ummi, abi, maskodok, dan  istri mendatangi rumah yang ditaksir. Dan Alhamdulillah, penilaian Abi dan Ummi terhadap rumahnya positive. Bahkan Abi sampai tidak jadi menawar harga rumah. Waddduh! *tepok jidat* Mungkin karena benar2 sudah lihat lokasi, kondisi rumah, dan tau kalo rumah sekitar situ banyak dijual sampai 1-1.5M. Abi hanya bilang, “Bagus. Pemilik rumahnya juga keliatan orang baik dan jujur. Yaudah.. bicarain lagi aja sama Mas Donnynya kalo kalian emang suka.” Perasaan maskodok dan istri campur2 banget saat itu. Mereka memang suka dengan rumah dan pemiliknya, tapi bingung bagaimana cara bayarnya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Maksudnya gini, maskodok dan istri ingin semua pihak sama2 puas dan senang. Pihak maskodok dan istri ridho, pihak mas Donnynya pun ridho. Ga ada yang merasa terugikan sedikitpun. Uwuwuwuwuwuuuuuuu.. Akhirnya mereka saling menyemangati dan menguatkan. Bismillah, maju terus. Oh iya.. intermezzo. ...

Rumah #5 : Kesan Pertama

Gambar
Rumah yang sempat dilihat istri maskodok sangat beragam; baik yang dinilai dari segi lokasi, kondisi, dan harga rumah. Ada yang menghadirkan ekspresi, “oooh..” Ada yang cukup dengan,”hm..” Ada yang, “alamaaaak..” Bahkan ada yang, “happppaaaaah??” *kaya gayanya Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu* Tapi tenang tenang… ekspresi2 itu hanya menari2 di dalam pikiran istri maskodok saja kok. Ekspresi wajah yang keluar hanya sebatas senyum2 ceria. Kan ceritanya lagi behave, walau sebenarnya similikiti. *oposih* Namun ketika diantar oleh seorang agen bernama mbak Novi ke sebuah rumah di Griya Bintaro Estate di sebuah senin yang cerah, ekspresi istri maskodok langsung, “kandaaaa wawawawaaaaa kandaaaaaaa…” Yang biasanya video rekaman baru dilaporkan ketika maskodok sudah pulang kerja, tapi kali itu istri maskodok ga tahan untuk ga ngeshare video, denah, dan lokasi saat itu juga. Betapa tidak? Rumah tersebut memiliki semua spesifikasi yang mereka inginkan. Bahkan beyond. Beyond banget. L...

Rumah #3 : Mencari Calon Rumah

Gambar
1. Tentukan spesifikasi rumah yang dicari. Menurut maskodok dan istri, menentukan spesifikasi rumah yang dicari adalah bagian pertama juga utama dalam pencarian rumah. Spesifikasi maskodok : a) Luas tanah di atas 100m2, luas bangunannya kecil aja gapapa, kondisi bangunan jelek gapapa. b) Dekat dengan stasiun KRL. c) Harga 500-800juta. d) jalan depan rumah muat untuk mobil lewat. Poin ini penting jika rencananya akan mengambil KPR. Spesifikasi istri maskodok : a) Bintaro. b) Bintaro. c) Bintaro. d) Bintaro. Muehehehe. *plakk!*   2. Mencari Rumah Banyak jalan menuju Mekkah, begitu pula banyak jalan treasuring rumah. Ini yang mereka tempuh : ● Web. Web yang paling sering diakses : (www.rumah123.com) Tinggal masukkan spesifikasimu di baris pencarian, maka voilaaa! Akan muncul foto + deskripsi singkat tentang rumah yang dijual. Misal : “Rumah mungil untuk kantong mungil. LT : 100m2, LB : 36m2. Lokasi strategis, 10 menit dari kelurahan, 5 menit dari tukang mi ayam, 3 menit dari ...

Menyapa Samudera; Yang Berharga

Gambar
Assalamu’alaykum, Samudera. Jika kita tinggal di Indonesia, yang terpakai rupiah. Jika di Jepang, Yen. Jika di Amerika, dolar. Jadi, walau kita punya segambreng dolar, untuk bisa jajan cincau di pasar gembrong, tetap harus kita ubah dulu dolar itu menjadi rupiah bukan? Karena beda tempat, akan beda mata uangnya- beda yang terpakainya. Begitu pula dengan hidup. Jika kita hidup dalam "pandangan" Allah, yang terpakai adlh kesukaanNya- keridhoanNya. Jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, yang berharga adalah kesenangan- penghormatan- kekaguman- pujian  manusia lain kepada kita. Dan hidup dalam pandangan manusia itu seperti hidup dalam game zombi vs plant. Kita akan merasa saaangat senang ketika banyak uang dan bintang pada saat game berlangsung. Tapi setelah game selesai, yasudah.. selesai semuanya. Dan bergunakah uang dan bintang itu untuk kehidupan nyata? Pun jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, sebenarnya bergunakah segala pujian- sanjungan- ap...

Menyapa Samudera; Berlalu

Gambar
Assalamu’alaykum, Samudera. Suatu hari nanti, jika Allah izinkan kami untuk memiliki rumah, aku punya rencana untuk memiliki sebuah hiasan dinding yang besar, yang bertuliskan “ini akan berlalu”. Weird? Mungkin. Tapi dibanding memajang foto pernikahan *yangkatanyacantik*, atau foto keluarga *yangkatanyaromantis*, atau gambar bernyawa lainnya, rasanya poster tiga kata itu akan lebih ada manfaatnya. Iya.. agar kami dan orang2 yang hilir mudik di rumah kami terus diingatkan, bahwa semua yang di dunia ini hanya sementara, dan akan berlalu. Jika sedang merasa berat dengan cicilan rumah, lihat saja, “oh iya, tenang saja… keadaan "mencekik" ini akan berlalu". Pun jika sedang merasa bahagia dengan sebuah nikmat, lihat lagi, “jangan melampui batas, biasa saja senengnya, ini akan berlalu.” Pun jika sedang gila karena merasa diri kita ganteng atau cantik, lihat lagi *yangbanyakdansering*, “heh.. ga usah njijiki gitu. Cantik gantengmu akan berlalu....

Menyapa Anjani; Gelas

Gambar
Assalamu'alaykum, Anjani    Pernahkah kamu merasa bahwa gelas2 ini ada miripnya dengan kita- manusia? Tilikan ini bermula saat aku makan siang di sebuah rumah makan sederhana, yang memiliki bentuk dan ukuran gelas sama untuk semua jenis minumannya.   Saat diisi air putih, gelas itu harganya 1000. Saat diisi teh hangat, harganya menjadi 2000. Jika kita pesan susu kedelai, kita harus bayar 5000. Beda lagi jika diisi beras kencur, kunyit asem, atau es kelapa. Dan saat diisi jus mamamia, wah.. harganya mencapai 15.000.   Kudapati yang membedakan harga gelas satu dengan gelas yang lain adalah isinya. Sedang wadahnya, akan dikembalikan. Pun kita- manusia, pengamalan syahadah dan konsekuensinya adalah pembeda derajat satu dengan lainnya, sedangkan raga akan dikembalikan ke muasalnya, yaitu tanah.

2 Hari Ga Ketemu : Bakar! ♥♥

Gambar
Kemarilah, hampiri aku. Kan kusenandungkan irama rinduku padamu.   Kemarilah, duduk di sisiku. Kan kueja satu persatu rasa indahku kepadamu.   Bukalah hatimu selalu. Kan kubuat engkau candu dengan bahagiamu bersamaku.   Sempurnakan wudhumu. Bersama kita mohonkan keberkahan dan kekekalan cinta.   Sekali lagi, kemarilah, mendekat kepadaku. Kan kubuat engkau kaya; dengan cinta dan penghormatanku padamu.   Tak apa kutulis banyak dan berkali waktu tentangmu, agar dunia tau bahwa engkau adalah lelaki bahagia, karena engkau telah memiliki aku dan hatiku. ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Distance does to love what wind does to fire! Rooooaaar. # lebih mirip sama cewek psiko yang sedang merapal mantra kerinduan kpd yg dicinta. Hiiiih malah serem sendiri.

Untuk Teman Sejawat

Gambar
Puluhan purnama kau lalui Kini gagah tapaki pagi Didamping pelita hati, disaksi sang mentari Terbangun dari mimpi Terjun berkubang realiti   Engkau.. Bagai Abilawa pd Baratayudha Terdepan, tergigih, termarah Mengadu sakti dengan patologi negri Semaraknya aborsi Tbc hingga mati Balita kurang gizi Kematian ibu tinggi Malaria, polio, morbili...   Heei... Ini bukan perkara jenaka, ayunkan gadamu! Ini bukan pula seloka, hunuskan pancanakamu! Ini jalan kita menuju surga, lurus ke depan mengabdi, berbalik peduli, ke kanan empati, ke kiri berbagi. Jangan engkau khianati. Ini jalan kita menuju surga, majulah... Selamatkan negri ini, sehatkan generasi pertiwi. Ini jalan kita menuju surga, Surga... sebuah tempat dimana dokter sudah tidak perlu lagi ada.   ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Agustus lalu. Se...

Untuk Ummi Abi

Gambar
Belaian lembutmu menyibak hari, hingga senja tiada lelah. Menyapu rintangan mengubur keluhan, pastikan nafasku hanyalah bahagia Ibu.. Terimalah... sejuta baktiku di telapak kakimu. Irama langkahmu menghentak pagi, bertukar peluh menanam asa. Membangun keyakinan membentang harapan, masa depanku megah bercahaya Terima kasih ayah, peluhmu kujadikan ilmu. ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Puisi persembahan dariku untuk ummi abi, ketika sumpah dokter agustus kemarin :)

Positive

Gambar

Kenangan ~

Gambar
Aku ga ulang tahun hari ini kok. Hanya sedang membukabuka arsip lama. Eh, ketemu ini :) Doa yang sama untukmu, teman.

My chairmate, Mieke Eka Putri :)

Gambar
Aku baru saja disapa dengan manis oleh mami mieke :) bahagia! Siapakah mami mieke? Ia adalah my chairmate ketika kelas 2 SMA. Kebayang kan betapa baik hatinya orang tersebut. Ia sudah bersedia mengorbankan harga dirinya untuk berbagi meja denganku, seorang anak udik dan bully-able di salah satu SMA jakarta yang bonafid dan "keras" jalannya. Terima kasih banyak, mieke :") Mieke itu pintar sekali menulis. Di usia tersebut, ia sudah memiliku loyal readers. Lucu sekali deh caranya. Ia menulis novel atau cerbungnya di buku tulis. Ia benar2 menulisnya dengan jari2 marsmelownya (karena berwarna putih, bertekstur empuk, dan berpostur buntek. Bekekek). Dan di sekolah, ada saja yang menanyakan, "kelanjutannya udah ada, miek?" Emejing banget dah ni bocah! Kemampuan menulisnya handal sekali, imajinasinya pun aw aw. Apa sih karunia terbesar seorang penulis, selain kebrilianan mengolah ide yang brilian? Dan mieke punya banget! Dan kini... Aku kangen sekali dengan mieke ya...