Postingan

Menampilkan postingan dengan label gajendra

Menyapa Gajendra; Berkemih

Gambar
Assalamu’alaykum, Gajendra. Bahagia adalah ketika kita bisa berkemih dengan lancar; keluar deras, tanpa nyeri, tanpa sendat, bermula dengan pas, berakhir dengan tuntas. Dan apa yang kita rasakan setelahnya? Leegaa . Jika sedang melihat beberapa lembaran merah, aku jadi ingat dengan berkemih. *kokbisa* iya… Karena rezeki itu bagaikan darah dalam tubuh kita; yang membawa zat2 penghidupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Maka ga heran, jika darahnya sehat, tubuhnya in syaa Allah juga sehat. Dan seperti yang kamu tau, darah pun mengalir ke ginjal. Di ginjal, darah akan disaring; dikeluarkan beberapa zatnya dalam bentuk air kemih. Iya, ia harus dikeluarkan. Pun rezeki kita, memang sudah keniscayaan, ada bagian yang memang harus dikeluarkan- kepada yang berhak. Ia yang menahan2 untuk berkemih, berpotensi terkena batu ginjal&/batu saluran kemih. Jika sudah begitu, kebahagiaan berkemih akan sirna; akan nyeri, tersendat, menggelisahkan, bahkan meracuni tubuh. Pun hal itu, jika kita menahan...

Menyapa Gajendra; Jeratan

Gambar
Assalamu'alaykum, Gajendra   Aku yakin kamu tidak suka jika berada dalam kondisi terjerat. Apapun, tentang dan oleh apapun, tidak terkecuali dalam menghayati perkara menjadi pasangan seseorang. Terjerat; hanya melahirkan sakit, tersengal, trauma jiwa, bahkan kehabisan kesempatan. Maka berilah ia rongga agar tetap merdeka, walau sebetulnya terikat.     Bayangkan jika antar gerbong kereta tidak ada ruang, mudahkah baginya jika arah relnya membelok? Kita berbicara sehari2 pun ada temponya, ada jarak antar kalimat dengan kalimat selanjutnya. Bayangkan jika tidak, lelah sekali, baik si penyampai pun pendengar. Begitu juga dengan berpasangan. Bukankah kita akan lebih mudah melihat ia tersenyum jika ada jarak di antara kita dan pasangan? Berilah ia ruang dari keinginanmu menjerat; dengan cemburumu, dengan egomu, dengan segala kedangkalan dirimu. Iya. Ia tetap butuh ruang, seberapapun ia membutuhkanmu, seerat apapun kalian saling memiliki.

Menyapa Gajendra; Cermin

Gambar
Assalamu'alaykum, Gajendra ^^     Celaka adalah ketika kamu selalu bercermin dengan cermin dirimu sendiri. Selalu meyetujui  bayanganmu sendiri yang sebenarnya seringkali akunya tinggi, selalu menggunakan parametermu sendiri  untuk mengukur berapa jarak antara masalah dengan solusi, selalu menginsafi pembatasanmu sendiri dalam belajar, beramal, dan memperbaiki diri. Dan baik adalah ketika sesekali kamu mau bercermin dengan cermin orang lain.     Mari kita bicarakan permisalan. Tidakkah kamu ingin mampu menghafal annisa dalam satu hari juga? Bercerminlah kepada ia yang mampu; bagaimana rumusnya, bagaimana lentur lisannya, bagaimana erat hatinya dengan alquran. Ia juga manusia biasa, hidup dalam dimensi yang sama, sama2 orang indonesia, yang IQnya pun tidak melebihi 150, yang seharinya tidak sedetik pun lebih dari yang kamu miliki. Bercerminlah sesekali kepadanya, agar dirimu tidak cepat puas, dan terjebak dalam perangkapnya.     Tidak tidak.. Ka...