Postingan

Menampilkan postingan dengan label keuangan keluarga

Mengelola Keuangan Keluarga #4 : Tabel Pemasukan - Pengeluaran

Gambar
Tabel punya saya gimana? Untuk bakunya, saya buat tabelnya di laptop. Ada penyesuaian tabel dari saat ke saat (ga hanya dari tahun ke tahun, hehe). Karena jika ada perubahan income, tabel pasti berubah (walau ga major sih). Jika ada perubahan komponen2 pengeluaran, juga pasti tabelnya berubah lagi. Hehe. Untuk kesehariannya, saya lebih suka untuk mencatatnya di agenda saya. Tapi untuk memfoto langsung agenda saya, saya malu pisan. tulisannya jelek. hehehe.. A. Pemasukan Pemasukan Tetap Suami : Pemasukan Tetap Istri : Pemasukan Lain : Kalo saya dan suami, tentang pemasukan lain yang seribu duaribu rupiah tidak kami masukkan ke catatan keuangan. Males soalnya. Hehe. Ga rapih, ya? Kalo pemasukan lain seperti tunjangan prestasi dan gaji 1314151617181920, baru dimasukin. Harus jelas soalnya lari kemana nantinya. B. Pengeluaran Tabel yang saya punya seperti ini.  Area peach : untuk alokasi hepi2 sama the needy. Area biru : untuk alokasi nabung menabung...

Mengelola Keuangan Keluarga #3 : Pembagian Porsi, Tunjangan Dadakan, Tabungan Cair

Gambar
PORSI Bicara tentang porsi, Misal 50-30-20. Maksudnya 50% untuk kebutuhan pasti, 30% untuk tabungan, 20% untuk happy2 (beli buku, jalan2, dll). Atau 60-30-10. Atau 60-20-20. Kok angkanya terserah gitu? Iya, sekitaran itulah. Kebutuhan pokok 40-60%. Tabungan 20-40%. Untuk happy2 10-20%. Sesuai kondisi; punya angsuran rutin atau tidak, sudah memiliki anak atau belum, punya target keuangan apa di tahun tersebut, dll. Trus fungsinya apa? Berkaitan dengan prioritas yang sudah kita bicarakan di atas. Misal, “ingin ngumrohin orangtua ah tahun depan!”, otomatis porsinya disesuaikan agar target tersebut tercapai.                 Cerita pribadi dikit, yaa.. (lah dari tadi kurang pribadi apa, Mul?) Awal nikah dulu (kondisi : single income, belum memiliki angsuran, LDM) saya sempat menerapkan 50-30-15-5. 50% untuk kebutuhan, 30% untuk tabungan, 15% untuk happy2 dan kebutuhan mendadak, 5% untuk chari...

Mengelola Keuangan Keluarga #2: Hey Generasi Millenial!

Gambar
1.        Besarnya pendapatan itu relative. Ga ada yang bisa mengatakan penghasilan kecil itu pasti kurang atau penghasilan besar itu pasti cukup. No, semua sangat relative. Tergantung si pelaku. Apakah dimanfaatkan, atau sekedar dihabiskan. Penghasilan besar belum tentu merasa “kebutuhan”nya tercukupi kok. Pun sebaliknya. Karena komponennya tidak hanya KEBUTUHAN di sini, tapi juga KEINGINAN. Kuncinya apa? Jeli untuk mengetahui apakah itu kebutuhan atau keinginan. Keinginan itu sungguh lebih luas dari semesta. Semesta masih ada batasnya, sedangkan keinginan tidak berbatas. Boleh kok berkeinginan, tapi lihat kondisinya. And be creative! Banyak jalan menuju Paris, sis! Tapi jika sudah berbulan2 berusaha tertib, lalu berkaca dari list pengeluaran bulanan yang benar2 dibutuhkan tapi masih lebih besar pasak daripada tiang, berarti itu saatnya bekerja dan berdoa lebih giat lagi. In syaa Alllh, akan tambah lebar rezekinya, ikhtiaaaaar yuk! 2. ...

Mengatur Keuangan Keluarga #1 : Prioritas Keuangan

Gambar
Hello, friends! Saya blogging lagi! Dari mana saja saya –mungkin ada yang rindu? Hm.. kali ini saya mengkambinghitamkan “adaptasi” sebagai penyebab saya vakum blogging selama satu tahun ini. Hehe. Adaptasi atau keasikan ya sebenarnya? Hahaha. Alhamdulillah wasyukurillah, hampir satu tahun ini say a finally hidup serumah dengan suami, di rumah kami sendiri. Saya lagi asik2nya mengurus suami, mengurus rumah, belajar bertetangga, belajar memasak (yang hanya PD disuguh ke suami aja, hehe), dan nyambi jadi general practitioner di puskesmas daerah Bintaro sektor 9. What a wonderful life, Alhamdulillah. Akhirnya ya, hidup saya terdengar normal! Hehe. Kali ini saya akan sharing tentang pengaturan keuangan rumah tangga ala kami, setelah beberapa teman request untuk dibahas in detail di blog. Bukan sesuatu yang unik dan inovatif actually, tapi mungkin saja ada kesamaan nasib di antara kita; yang menikah di usia yang muda, baru memulai karir (bahkan saya masih kuliah saat itu), dan jela...

Sarang Kodok #3 : Prinsip & Cara Kodok

Gambar
Nah... Poin2 “ kelola latte factor ” itu gue dan lakik terapin juga dalam proses membeli, memperbaiki, dan mengisi “Sarang Kodok”. Dont get me wrong, ya : poin2nya aja. Lakik gue itu bisa dibilang high standard. High standard itu bukan berarti pecinta barang mahal dan branded loh, ya. Kalo yang harganya 5000, tapi masuk di kualifikasi standardnya dia, ya bakal milih yang ini. Dia ga bakal milih produk dari merk terkenal, tapi sebenarnya overpriced, secara kualitas sebenarnya so-so. Jadi jangan sampai gue memilih sesuatu dengan alasan, “yang ini lebih murah, Nda.” Dia bakal sama sekali ga suka kalo gue abai dengan kualitas. Kalo dia udah keluar kalimat, “inget apa kata kanda?” itu tandanya kelar udah hidup gue *lebay* Dia cuma minta, “kalo kamu mau yang murah. Yang diturunin itu harganya. Bukan standardnya. Bukan seleranya.”  nah loh.. Berat ga tuh hidup gue? *chuckles* Trus apa yang gue dan lakik gue lakukan? Mencari, mencari, dan mencar...

Latte Factor

Gambar
Halo, guys! Its been a while i didnt write anything in this lonely diary online. *pukpuk* so many things going on sejak gue balik dari Nganjuk. Sebenarnya ide juga memori di kepala gue saling berebutan untuk ditongolin duluan. Ssst.. Sst.. Be calm ya, kiddos. Let me try to review one by one. Sebenarnya gue pecinta hal yang sequence. Tapi berhubung gue dan lakik cuma punya satu laptop, so kali ini gue post cerita pendek randomly aja, ya. Secara laptopnya lagi digotong lakik gue buat nemenin dia final dikpim di Magelang. Gue ngetik di tab ini *niat abis ga tuh?* Banyak yang nanya ke gue, “gimana caranya ngatur keuangan? Ada tips? ” Well.. tiap ada yang nanya gitu honestly gue bingung karena sebenarnya gue belum merasa menjadi CFO yang baik. Jauh. Kalo gue jawab, “bikin pos distribusi masing2 dan money diary” itu klasik abis. Secara kayanya hampir semua orang udah tau teori itu, bahkan mungkin they do it better than me. Trus? Kali ini gue pengen cerita tentan...