Postingan

Menampilkan postingan dengan label People Around And I

Catatan Samudera : Kendalikan Lisan

Gambar
Dik, Sekalipun dia sungguhan buta, rasanya tak pantas jika kita memanggilnya si buta. Sekalipun dia sungguhan pincang, rasanya akan tetap menyayat hati jika kita mengatainya pincang. Begitu pula kepada pasangan kita, atau anak kita. Sekalipun dia tidak terampil menyelesaikan masalah genteng, talang air, mesin cuci, kuncilah lisan kita untuk tidak mengatakan, “ah, payah. Laki bukan sih?” Sekalipun kita geregetan melihat dia doing nothing all day long di rumah, “dasar pemalas” pun tidak perlu kita katakan. Sekalipun dia memiliki masalah kesehatan sehingga sulit memiliki anak, tidak perlulah kita menyebutnya mandul seputus asa apapun kita rasa.

Catatan Samudera : Sabar

Gambar
Dik, Wajar saja ketika setelah menikah dengannya, kita menemukan semakin banyak kekurangannya. Sudah bukan pekerja keras, sangat sulit pula mengajaknya mengaji. Sudah enggan membantu mengurus rumah, tapi sering tidak pengertian menuntut rumah selalu rapi. Sudah jarang bicara sayang, malah semakin hari semakin sering protes; entah rasa masakan, atau kok anak sakit2an, atau kok kita tidak punya tabungan. Sudah... Tidak usah merasa tertipu atau terjebak. Di kala kita merasa ia sudah keterlaluan, tetap bersabarlah. Selama masih ada harapan untuk masuk surga bersama, selama kata pisah tidak mudah terlontar dari lisannya, selama ia tidak menganiaya kita secara fisik dan kata, maka bertahanlah.. Bersabarlah. Tapi jangan salah artikan sabar adalah pasrah dan tidak melakukan apa2. Sabar adalah tetap berusaha sebaik2nya dalam kebaikan. Sabar adalah menerima hasilNya walau tidak sesuai harapan. Lakukan sebaik-baik peran kita; menasehati dalam sabar, buatlah ia senang, merasa dih...

Mengatur Keuangan Keluarga #1 : Prioritas Keuangan

Gambar
Hello, friends! Saya blogging lagi! Dari mana saja saya –mungkin ada yang rindu? Hm.. kali ini saya mengkambinghitamkan “adaptasi” sebagai penyebab saya vakum blogging selama satu tahun ini. Hehe. Adaptasi atau keasikan ya sebenarnya? Hahaha. Alhamdulillah wasyukurillah, hampir satu tahun ini say a finally hidup serumah dengan suami, di rumah kami sendiri. Saya lagi asik2nya mengurus suami, mengurus rumah, belajar bertetangga, belajar memasak (yang hanya PD disuguh ke suami aja, hehe), dan nyambi jadi general practitioner di puskesmas daerah Bintaro sektor 9. What a wonderful life, Alhamdulillah. Akhirnya ya, hidup saya terdengar normal! Hehe. Kali ini saya akan sharing tentang pengaturan keuangan rumah tangga ala kami, setelah beberapa teman request untuk dibahas in detail di blog. Bukan sesuatu yang unik dan inovatif actually, tapi mungkin saja ada kesamaan nasib di antara kita; yang menikah di usia yang muda, baru memulai karir (bahkan saya masih kuliah saat itu), dan jela...

Demanding Interviewee

Gambar
Beberapa waktu lalu gue sempat menjalani beberapa tes dan wawancara kerja di sebuah dink**. Belum ada hasilnya sampai sekarang. Katanya sih akhir juni. Bener2 nothing to loose dulu kirim dokumen ke dink**, udah lama banget juga. Bahkan gatau sebenarnya ada open recruitment posisi DU atau ga di area itu. Kirim, kirim aja.. Eh, alhamdulillah dipanggil. Dan kemarin dibilang, “ohya, kelengkapan dokumennya kurang ya, dok.” *grin* Tes kompetensi berjalan biasa, psikotest juga biasa, tes komputer juga biasa -bahkan gue baru tau ada tes komputer pas pengawasnya bilang, “ya, psikotes sudah selesai. Sekarang kita tes komputer” *what, ngapain ya kira2?* Nah, terakhir sesi wawancara. Kok ya kebagian wawancaranya langsung sama kepala umpegnya. *ga kenapa2 sih* Dan pertanyaannya langsung, “Dok, apakah siap ditempatkan di mana aja? Dalam artian, di seluruh bagian ((dia nyebut daerahnya))?” Dan jawaban gue adalah... Muter2 diplomatis, yang bisa disimpulkan adalah “Nggak. Gamau yang jauh...

Sarang Kodok #3 : Prinsip & Cara Kodok

Gambar
Nah... Poin2 “ kelola latte factor ” itu gue dan lakik terapin juga dalam proses membeli, memperbaiki, dan mengisi “Sarang Kodok”. Dont get me wrong, ya : poin2nya aja. Lakik gue itu bisa dibilang high standard. High standard itu bukan berarti pecinta barang mahal dan branded loh, ya. Kalo yang harganya 5000, tapi masuk di kualifikasi standardnya dia, ya bakal milih yang ini. Dia ga bakal milih produk dari merk terkenal, tapi sebenarnya overpriced, secara kualitas sebenarnya so-so. Jadi jangan sampai gue memilih sesuatu dengan alasan, “yang ini lebih murah, Nda.” Dia bakal sama sekali ga suka kalo gue abai dengan kualitas. Kalo dia udah keluar kalimat, “inget apa kata kanda?” itu tandanya kelar udah hidup gue *lebay* Dia cuma minta, “kalo kamu mau yang murah. Yang diturunin itu harganya. Bukan standardnya. Bukan seleranya.”  nah loh.. Berat ga tuh hidup gue? *chuckles* Trus apa yang gue dan lakik gue lakukan? Mencari, mencari, dan mencar...

Latte Factor

Gambar
Halo, guys! Its been a while i didnt write anything in this lonely diary online. *pukpuk* so many things going on sejak gue balik dari Nganjuk. Sebenarnya ide juga memori di kepala gue saling berebutan untuk ditongolin duluan. Ssst.. Sst.. Be calm ya, kiddos. Let me try to review one by one. Sebenarnya gue pecinta hal yang sequence. Tapi berhubung gue dan lakik cuma punya satu laptop, so kali ini gue post cerita pendek randomly aja, ya. Secara laptopnya lagi digotong lakik gue buat nemenin dia final dikpim di Magelang. Gue ngetik di tab ini *niat abis ga tuh?* Banyak yang nanya ke gue, “gimana caranya ngatur keuangan? Ada tips? ” Well.. tiap ada yang nanya gitu honestly gue bingung karena sebenarnya gue belum merasa menjadi CFO yang baik. Jauh. Kalo gue jawab, “bikin pos distribusi masing2 dan money diary” itu klasik abis. Secara kayanya hampir semua orang udah tau teori itu, bahkan mungkin they do it better than me. Trus? Kali ini gue pengen cerita tentan...

Kabar Baik!

Gambar
Halo! Teman2, aku punya kabar baik nih. Sejak tanggal 26 Februari 2016, aku sudah fiks kembali ke Bintaro. Yeay! Purna sudah kewajiban satu tahunku di Nganjuk. Syukur Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tapi eh tapi… kok jadi giliran maskodok nih yang lagi rally DikPim di Magelang. Jadi beliau harus bolak-balik Magelang-Jakarta sampai Juni besok. Masyaa Allah… Semangat-semangat. Telkomsel, aku masih mengandalkanmu 4 bulan ke depan. Haha. Okeee, sekian dulu yaaa kirim kabarnya. Have a nice day, everyone! Selamat melakukan apapun yaa, asal Allah ridho! Xoxo.  

Menyapa Samudera : Harmonis

Gambar
Yang kusukai dari naik kereta ekonomi adalah kondisi yang membuat mau gamau akan saling memperhatikan dan ngobrol sepanjang perjalanan dengan penumpang lain akibat rekat2nya posisi duduk penumpang. Dan kali ini bersama mereka; sepasang suami istri yang sangat harmonis. Sejujurnya awalnya aku senep dgn pasangan trsbt karena berani2nya tingkah PDA mereka nyaingin PDAku sama masheri. Haha. Tapi senep ternyata berubah menjadi seneng, sampai2 aku mencuri momen keharmonisan mereka. Ehehe..   Saat ini si suami menjaga kehormatan dirinya dengan menjadi tukang cilok. Namun mengobrol dengannya bisa kutangkap, ia memiliki semangat yg tinggi untuk berdagang dan mengembangkan usahanya. Tidak berhenti di cilok, ia juga sedang berlatih membuat kerupuk. Ia terlihat memiliki kemampuan untuk memelindungi istrinya dari rasa insecure dengan sikap penuh tanggung jawabnya; untuk lahir juga batin istrinya.  Ia pun terlihat pintar merawat rasa nyaman istrinya, dengan melibatkan dan menyediakan ruang...

Menyapa Samudera : Rem

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera. Pernah merasa ga punya tas, lalu maunya beli2 lagi, padahal sudah punya ransel, beberapa handbag, juga slingbag? Rasanya masih kurang saja, entah dengan alasan kebesaran buat kondangan, atau kekecilan buat kerja, atau sekedar alasan kurang unyu, atau kurang banyak (?). Pernah merasa not enough dgn lipstick yg sudah dipunya, lalu lapar sana-sini beli warna dan merk macam2? Padahal gatau itu lipstick bakal habis kapan, atau bahkan sampai akhir pun ga akan pernah habis. Pernah merasa ga punya baju, padahal baju udah numpuk selemari bahkan sampe tumpe2? Pernah merasa maunya beli2 lagi sepatu, padahal jumlah sepatu udah ngalah2in jumlah hari dalam seminggu? Ga heran kalo kerjaannya tiap hari baper banget ngeliat onlineshop2, lalu laper pingin ntransfer. "Sis, aku keep ini ya, sis." -,-" . Di kala aku merasa sedang tersisip "maruk" sebagai nama tengahku,- di kala bukan hanya logika fungsi yang bicara, tapi logika style yang sedang ja...

Rumah #2 : Kesepakatan dan Kenekatan

Gambar
Sebenarnya: Sungguh setiap keluarga tidak wajib memiliki rumah sendiri- atas kepemilikan pribadi. Tidak ada kewajiban atas itu. Kewajiban suami kepada istri dan kewajiban istri kepada suami adalah hanya saling melindungi; dalam aspek yang luas namun terbatas. Jadi bagi yang masih mengontrak rumah, atau tinggal di rumah bapak ibunya, atau memang memutuskan menemani mertuanya, kalian tetap sah sebagai sebuah keluarga yang hebat. *hormat sepenuhnya* ~~~~~~~~~~~~~~~~~ Rencananya beli rumah tahun keempat pernikahan, kok tahun ketiga malah sudah terbeli (baca : sebagian hutang)? Kok bisa?   Ini bermula dari kegelisahan istri maskodok. Kegelisahannya bukan berasal dari irihati dan dengki melihat orang2 lain yang sudah memiliki rumah, bukan. Melainkan karena selepas sumpah dokter, istri maskodok sempat punya waktu selo untuk mempelajari dan memikirkan banyak hal lainnya; termasuk rumah. Begitu tau, jawdrop! Harus reschedule, pikirnya .   Loh? Kenapa terkesan  istri maskodok ...

Menyapa Gunatalikrama; Pintu

Gambar
Assalamu’alaykum, Gunatalikrama. Pernahkah kamu merasa tidak memiliki kesempatan? “Ah, bahasa inggrisku jebloks. Mana bisa aku  lanjut sekolah di luar negri?” sedangkan yang lain, “Hiks… aku rakyat jelata begini, sepertinya jalanku buntu untuk bisa sekolah spesialis jantung.” Sedangkan di pojok yang lain, “aku orang yang fakir, tidak punya harta untuk beramal, adakah sempat bagiku berinfaq untuk orang lain walau hanya terjadi sekaliii saja dalam hidupku?” Di sebuah tempat, kita menunggu kesempatan itu mengetuk pintu kita. Tapi.. satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun terlewati, belum juga kita dengar bunyi ketukan pintu yang kita nanti. Tidak jarang kita tetap berdiam, menunggu, dengan harap2 cemas.. bisakah- akankah- kapankah. Lalu merasa : ga- lau. bisa saja ujungnya : pu- tus- a- sa. Lalu berbalik, lantas : bu- bar- ja- lan. Padahal, di masa-masa penantian kesempatan, daripada galau yang berujung bubar jalan, seharusnya ...

2 Hari Ga Ketemu : Bakar! ♥♥

Gambar
Kemarilah, hampiri aku. Kan kusenandungkan irama rinduku padamu.   Kemarilah, duduk di sisiku. Kan kueja satu persatu rasa indahku kepadamu.   Bukalah hatimu selalu. Kan kubuat engkau candu dengan bahagiamu bersamaku.   Sempurnakan wudhumu. Bersama kita mohonkan keberkahan dan kekekalan cinta.   Sekali lagi, kemarilah, mendekat kepadaku. Kan kubuat engkau kaya; dengan cinta dan penghormatanku padamu.   Tak apa kutulis banyak dan berkali waktu tentangmu, agar dunia tau bahwa engkau adalah lelaki bahagia, karena engkau telah memiliki aku dan hatiku. ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Distance does to love what wind does to fire! Rooooaaar. # lebih mirip sama cewek psiko yang sedang merapal mantra kerinduan kpd yg dicinta. Hiiiih malah serem sendiri.

Untuk Ummi Abi

Gambar
Belaian lembutmu menyibak hari, hingga senja tiada lelah. Menyapu rintangan mengubur keluhan, pastikan nafasku hanyalah bahagia Ibu.. Terimalah... sejuta baktiku di telapak kakimu. Irama langkahmu menghentak pagi, bertukar peluh menanam asa. Membangun keyakinan membentang harapan, masa depanku megah bercahaya Terima kasih ayah, peluhmu kujadikan ilmu. ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Puisi persembahan dariku untuk ummi abi, ketika sumpah dokter agustus kemarin :)

Positive

Gambar

Kenangan ~

Gambar
Aku ga ulang tahun hari ini kok. Hanya sedang membukabuka arsip lama. Eh, ketemu ini :) Doa yang sama untukmu, teman.

BBM Nonsubsidi : Yuk?

Gambar
Lihat foto di bawah dulu deh :) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku dan suami selalu berusaha untuk memakai bbm nonsubsidi. Ga asik, ya? Gapapa. Kami memang ga asik. Kami memakai bbm nonsubsidi bukan karena kami sudah lebih-lebih banyak, punya-punya banyak. Bukan. Bukan untuk gegayaan juga. Mau gegayaan bagaimana, toh bau bbm nonsubsidi ya begitu2 saja, tidak lantas jadi wangi melon atau lemon. Toh laju jalannya juga segitu2 aja, ga lantas jadi bebas macet.   "Terus karena apa?" Alasannya simple, kami ingin bbm subsidi tetap ada dan harga bbm subsidi tetap murah :)   "Lah... Kalo bbm subsidi ada dan harganya murah, tapi kamu ga menggunakannya, bukannya sama aja bohong? Ga ngaruh juga ke kamunya." Pengaruh dong. Banyak sekali pengaruhnya. Contohnya tentang sembako, sayur, lauk, public transpor, dll. Setidaknya mengurangi satu faktor deh yang bisa menyebabkan harga mereka naik. Kami tetap terbantu, kan? :)   Sebenarnya, dengan menggunakan bbm nonsubsidi, kami tidak m...

My chairmate, Mieke Eka Putri :)

Gambar
Aku baru saja disapa dengan manis oleh mami mieke :) bahagia! Siapakah mami mieke? Ia adalah my chairmate ketika kelas 2 SMA. Kebayang kan betapa baik hatinya orang tersebut. Ia sudah bersedia mengorbankan harga dirinya untuk berbagi meja denganku, seorang anak udik dan bully-able di salah satu SMA jakarta yang bonafid dan "keras" jalannya. Terima kasih banyak, mieke :") Mieke itu pintar sekali menulis. Di usia tersebut, ia sudah memiliku loyal readers. Lucu sekali deh caranya. Ia menulis novel atau cerbungnya di buku tulis. Ia benar2 menulisnya dengan jari2 marsmelownya (karena berwarna putih, bertekstur empuk, dan berpostur buntek. Bekekek). Dan di sekolah, ada saja yang menanyakan, "kelanjutannya udah ada, miek?" Emejing banget dah ni bocah! Kemampuan menulisnya handal sekali, imajinasinya pun aw aw. Apa sih karunia terbesar seorang penulis, selain kebrilianan mengolah ide yang brilian? Dan mieke punya banget! Dan kini... Aku kangen sekali dengan mieke ya...

Ga Nyangka Bisa Curhat Sepolos Ini

Gambar
Aku baru aja liat2 foto metamorfosisku; dari SD hingga sekarang. Ada yang tidak berubah; aku tetap tidak punya alis. Hihi. Tapi ternyata, lebih banyak yang berubah; pipiku yang semakin cempluk dan gayaku berpakaian.   Zaman SD SMP, aku tomboy pisan. Sukanya pakai kaos gombrong polos atau motif garis2. Pakai celana jeans atau kargo. Gasuka pakai sepatu apapun, pokoknya in love banget sama sandal jepit. Jilbab? Pake! Tapi bagian depan jilbabnya, aku iket ke belakang. Kalo foto, seringnya gaya jempol telunjuk kelingking, alias gaya metal. Kalo gaya jumpalitan ada, mungkin dijabanin juga. #kelewatlincah   Zaman SMA, masih tomboy sih. Tapi sudah keliatan agak manis gegara sudah pensiun pakai celana, udah jadi rok-er sejati ceritanya. Jilbab juga udah ga diiket2 lagi, udah mengulur hingga perut. Udah mulai akrab sama sepatu, tapi yang model sneakers; low or high sneakers. Ga usah tanya punya flat shoes atau sepatu cewek lainnya. Jawabannya pastilah enggak punya. Atasannya? Tetep k...

My 20 Facts

Copy paste dari ask.fm haha #bloggeryangsedangtidakproduktif #dualaptopmasihdisolo 1. Hampir diberi nama Farah Qanita. 2. Love the braindid stuff, not the branded one. 3. Seneng mainan yg ngundang adrenalin. Makin gilak, makin tergilak-gilak. 4. Pertama kali dapet bunga mawar dari cowok kelas 2 SD, pertama kali dapet cincin kelas 6 SD, pertama kali nampol cowok (yg dirasa keterlaluan) kelas 4 SD. 5. Paling ga PD kalo lagi dimake up (make over?). Walau dibilang bagus, tapi tetap ga PD. 6. Sempat bercita2 menjadi atlet maraton. 7. Buru2 memutuskan berhijab, at 9th yo. Alasannya simpel. Karena aku takut, ketika one day i got menarch, aku belum memakai hijab. 8. Fortunately, nilai UAN matematika SD, SMP, SMA dapet 10. 9. Unfortunately, saat SMA, 6 kali ujian sejarah, tapi 6 kali pula ikut ujian remedial sejarah. #malumaluin 10. Kalo ditanya apa passionmu, aku bakal jawab : ndidik. 11. Hampir masuk SD di usia 4 tahun. 12. Saking bangga dan adorenya sama suami, jadi suka minder s...

Menikah Antar Suku

Assalamu'alaykum Wr Wb.   Halo, dik. Sblmnya, maaf yaa balesnya lama. Telat buka hape. Pertanyaanmu tentang nikah antar suku, khususnya antar sunda-jawa, sangat menggelitik. Mitos itu bilang kalo orang sunda nikah dengan orang jawa akan membawa keburukan, kesulitan, dan ga langgeng. Begitu, ya? Itu mitos sejak lama, tapi ternyata masih saja ada beberapa pihak yang menjadikannya bahan pertimbangan ketika akan menikah.   Yang dulu pernah kubaca, mitos ini timbul sejak Perang Bubat, perang antara kerajaan Majapahit (jawa) dan Pajajaran (Sunda). Yang tadinya Hayam Wuruk berniat menikahi Dyah Pitaloka (anak dari Raja Linggabuana), tapi karena (in my sotoy opinion, maap kalo salah) terjadi kesalahpahaman, maka mereka tidak jadi menikah, justru terjadi perang antar kedua kerajaan tersebut. Sepertinya kejadian itu sangat traumatik, akibatnya meninggalkan luka masa lalu yang sulit mengerin hingga sekarang. Untuk sejarah lengkapnya, aku ga berani cerita sih, cuma tau sedikit dan takut...