Postingan

Menampilkan postingan dengan label Spirit

Kabar Baik!

Gambar
Halo! Teman2, aku punya kabar baik nih. Sejak tanggal 26 Februari 2016, aku sudah fiks kembali ke Bintaro. Yeay! Purna sudah kewajiban satu tahunku di Nganjuk. Syukur Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tapi eh tapi… kok jadi giliran maskodok nih yang lagi rally DikPim di Magelang. Jadi beliau harus bolak-balik Magelang-Jakarta sampai Juni besok. Masyaa Allah… Semangat-semangat. Telkomsel, aku masih mengandalkanmu 4 bulan ke depan. Haha. Okeee, sekian dulu yaaa kirim kabarnya. Have a nice day, everyone! Selamat melakukan apapun yaa, asal Allah ridho! Xoxo.  

Menyapa Samudera : Kuat

Gambar

Menyapa Samudera; Yang Berharga

Gambar
Assalamu’alaykum, Samudera. Jika kita tinggal di Indonesia, yang terpakai rupiah. Jika di Jepang, Yen. Jika di Amerika, dolar. Jadi, walau kita punya segambreng dolar, untuk bisa jajan cincau di pasar gembrong, tetap harus kita ubah dulu dolar itu menjadi rupiah bukan? Karena beda tempat, akan beda mata uangnya- beda yang terpakainya. Begitu pula dengan hidup. Jika kita hidup dalam "pandangan" Allah, yang terpakai adlh kesukaanNya- keridhoanNya. Jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, yang berharga adalah kesenangan- penghormatan- kekaguman- pujian  manusia lain kepada kita. Dan hidup dalam pandangan manusia itu seperti hidup dalam game zombi vs plant. Kita akan merasa saaangat senang ketika banyak uang dan bintang pada saat game berlangsung. Tapi setelah game selesai, yasudah.. selesai semuanya. Dan bergunakah uang dan bintang itu untuk kehidupan nyata? Pun jika kita hidup dalam "pandangan" manusia, sebenarnya bergunakah segala pujian- sanjungan- ap...

Menyapa Gunatalikrama; Pintu

Gambar
Assalamu’alaykum, Gunatalikrama. Pernahkah kamu merasa tidak memiliki kesempatan? “Ah, bahasa inggrisku jebloks. Mana bisa aku  lanjut sekolah di luar negri?” sedangkan yang lain, “Hiks… aku rakyat jelata begini, sepertinya jalanku buntu untuk bisa sekolah spesialis jantung.” Sedangkan di pojok yang lain, “aku orang yang fakir, tidak punya harta untuk beramal, adakah sempat bagiku berinfaq untuk orang lain walau hanya terjadi sekaliii saja dalam hidupku?” Di sebuah tempat, kita menunggu kesempatan itu mengetuk pintu kita. Tapi.. satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun terlewati, belum juga kita dengar bunyi ketukan pintu yang kita nanti. Tidak jarang kita tetap berdiam, menunggu, dengan harap2 cemas.. bisakah- akankah- kapankah. Lalu merasa : ga- lau. bisa saja ujungnya : pu- tus- a- sa. Lalu berbalik, lantas : bu- bar- ja- lan. Padahal, di masa-masa penantian kesempatan, daripada galau yang berujung bubar jalan, seharusnya ...

Menyapa Gajendra; Cermin

Gambar
Assalamu'alaykum, Gajendra ^^     Celaka adalah ketika kamu selalu bercermin dengan cermin dirimu sendiri. Selalu meyetujui  bayanganmu sendiri yang sebenarnya seringkali akunya tinggi, selalu menggunakan parametermu sendiri  untuk mengukur berapa jarak antara masalah dengan solusi, selalu menginsafi pembatasanmu sendiri dalam belajar, beramal, dan memperbaiki diri. Dan baik adalah ketika sesekali kamu mau bercermin dengan cermin orang lain.     Mari kita bicarakan permisalan. Tidakkah kamu ingin mampu menghafal annisa dalam satu hari juga? Bercerminlah kepada ia yang mampu; bagaimana rumusnya, bagaimana lentur lisannya, bagaimana erat hatinya dengan alquran. Ia juga manusia biasa, hidup dalam dimensi yang sama, sama2 orang indonesia, yang IQnya pun tidak melebihi 150, yang seharinya tidak sedetik pun lebih dari yang kamu miliki. Bercerminlah sesekali kepadanya, agar dirimu tidak cepat puas, dan terjebak dalam perangkapnya.     Tidak tidak.. Ka...

Menyapa Samudera; Mengenal Diri

Gambar
Assalamu'alaykum, Samudera Sebagai anak udik, adalah keharusan bagiku memperluas pergaulan agar tidak menjadi semakin udik. Jika tidak mampu bebas sepenuhnya dari udik, setidaknya aku bisa menjadi anak udik yang memiliki banyak teman. Itu motif pertamaku dulu, saat aku mendaftarkan diri untuk masuk ke sebuah organisasi saat aku masih siswa. Dan yang namanya motif pertama, tentu akan ada yang kedua, ketiga, dan seterusnya.     Aku mengikuti alur kaderisasinya dengan polos (dan udik tentunya). Salah satu momen berharga untukku adalah ketika ditanya, "Apa kelebihan dan kekuranganmu? Bagaimana karaktermu? Jelaskan dengan jujur." dan aku terdiam 1 detik, 10 detik. Aku digertak. 1 menit, 10 menit. Aku dimaki. "Bagaimana kamu ini? Teman2mu yang lain bisa menjawabnya dengan mudah. Ini bukan pertanyaan sulit!" tapi entah mengapa aku merasainya sulit. Sejak itu aku menganggap, pelajaran yang sulit bukanlah matematika atau fisika, melainkan mengenal diri sendiri dengan j...

Untuk Teman Sejawat

Gambar
Puluhan purnama kau lalui Kini gagah tapaki pagi Didamping pelita hati, disaksi sang mentari Terbangun dari mimpi Terjun berkubang realiti   Engkau.. Bagai Abilawa pd Baratayudha Terdepan, tergigih, termarah Mengadu sakti dengan patologi negri Semaraknya aborsi Tbc hingga mati Balita kurang gizi Kematian ibu tinggi Malaria, polio, morbili...   Heei... Ini bukan perkara jenaka, ayunkan gadamu! Ini bukan pula seloka, hunuskan pancanakamu! Ini jalan kita menuju surga, lurus ke depan mengabdi, berbalik peduli, ke kanan empati, ke kiri berbagi. Jangan engkau khianati. Ini jalan kita menuju surga, majulah... Selamatkan negri ini, sehatkan generasi pertiwi. Ini jalan kita menuju surga, Surga... sebuah tempat dimana dokter sudah tidak perlu lagi ada.   ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Agustus lalu. Se...

Untuk Ummi Abi

Gambar
Belaian lembutmu menyibak hari, hingga senja tiada lelah. Menyapu rintangan mengubur keluhan, pastikan nafasku hanyalah bahagia Ibu.. Terimalah... sejuta baktiku di telapak kakimu. Irama langkahmu menghentak pagi, bertukar peluh menanam asa. Membangun keyakinan membentang harapan, masa depanku megah bercahaya Terima kasih ayah, peluhmu kujadikan ilmu. ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Puisi persembahan dariku untuk ummi abi, ketika sumpah dokter agustus kemarin :)

Kenangan ~

Gambar
Aku ga ulang tahun hari ini kok. Hanya sedang membukabuka arsip lama. Eh, ketemu ini :) Doa yang sama untukmu, teman.

My chairmate, Mieke Eka Putri :)

Gambar
Aku baru saja disapa dengan manis oleh mami mieke :) bahagia! Siapakah mami mieke? Ia adalah my chairmate ketika kelas 2 SMA. Kebayang kan betapa baik hatinya orang tersebut. Ia sudah bersedia mengorbankan harga dirinya untuk berbagi meja denganku, seorang anak udik dan bully-able di salah satu SMA jakarta yang bonafid dan "keras" jalannya. Terima kasih banyak, mieke :") Mieke itu pintar sekali menulis. Di usia tersebut, ia sudah memiliku loyal readers. Lucu sekali deh caranya. Ia menulis novel atau cerbungnya di buku tulis. Ia benar2 menulisnya dengan jari2 marsmelownya (karena berwarna putih, bertekstur empuk, dan berpostur buntek. Bekekek). Dan di sekolah, ada saja yang menanyakan, "kelanjutannya udah ada, miek?" Emejing banget dah ni bocah! Kemampuan menulisnya handal sekali, imajinasinya pun aw aw. Apa sih karunia terbesar seorang penulis, selain kebrilianan mengolah ide yang brilian? Dan mieke punya banget! Dan kini... Aku kangen sekali dengan mieke ya...

Ga Nyangka Bisa Curhat Sepolos Ini

Gambar
Aku baru aja liat2 foto metamorfosisku; dari SD hingga sekarang. Ada yang tidak berubah; aku tetap tidak punya alis. Hihi. Tapi ternyata, lebih banyak yang berubah; pipiku yang semakin cempluk dan gayaku berpakaian.   Zaman SD SMP, aku tomboy pisan. Sukanya pakai kaos gombrong polos atau motif garis2. Pakai celana jeans atau kargo. Gasuka pakai sepatu apapun, pokoknya in love banget sama sandal jepit. Jilbab? Pake! Tapi bagian depan jilbabnya, aku iket ke belakang. Kalo foto, seringnya gaya jempol telunjuk kelingking, alias gaya metal. Kalo gaya jumpalitan ada, mungkin dijabanin juga. #kelewatlincah   Zaman SMA, masih tomboy sih. Tapi sudah keliatan agak manis gegara sudah pensiun pakai celana, udah jadi rok-er sejati ceritanya. Jilbab juga udah ga diiket2 lagi, udah mengulur hingga perut. Udah mulai akrab sama sepatu, tapi yang model sneakers; low or high sneakers. Ga usah tanya punya flat shoes atau sepatu cewek lainnya. Jawabannya pastilah enggak punya. Atasannya? Tetep k...

Hadiah Hidayah

Gambar
Karena bukan siapa-siapa dan bukan apa2, lagi-lagi aku memaknai hidayah dengan sangat sederhana. Hidayah itu hadiah :) Yang merupakan hak mutlak Allah, yang akan Ia berikan pada manusia yang Ia kehendaki.   Seperti halnya hadiah. Jika kita diberi, alhamdulillah, bersyukur tiada henti kepada Allah. Tapi jika tidak diberi, kita mah punya kuasa apa untuk mencuri hidayah? Orang kelilipan debu aja kita langsung panik ngucek2 mata, ketempel knalpot aja harap2 cemas bakal jadi keloid atau ga. Kita mah apa, lemah fyuh~ tanpa kehendak dariNya.   Terus gimana? Santai2 aja, doing nothing aja bisa dong? Kita belum berada di surga, gaes. Yang tinggal mbatin aja, lalu sulur anggur sudah menghampiri kita. Kita tetap harus berusaha memantaskan diri agar diberi hidayah, mempersiapkan diri untuk menerima hidayah. Berusaha :) Petualangan menjemput hidayah itu bagai petualangan mencari harta karun saat pramuka dulu. Butuh ilmu sebagai peta, tuntunan hingga mencapai lokasi harta karun. Peta s...

Kesan Pertama

Gambar
Eh ternyata bener, ya. Kesan pertama itu bener2 melekat. Beberapa kali aku izin ke suami utk memberi atau me-preloved khimar, baju, dan bbrp pernak-pernikku ke orang lain, jawabannya selalu boleh, kecuali satu bergo itu. Bergo sederhana, murahan, dekil, dan lawas. Mungkin menjadi begitu berkesan bagi suamiku karena bergo itulah yang kupakai setelah copot2 riasan pengantin 3 tahun yg lalu. Ketika pertama kalinya ia berani menatapku penuh. Begitu juga ketika belanja parfum. Ia selalu memilihkan merk dengan wangi yang sama. Itu2 saja. Tidak lain dan tidak bukan wewangian yang kupakai saat pertama kali bergandengan dengannya. Begitu pula dengan sampo! Alamaaaak... suamiku selalu bertanya, "mana wangi melon paporit Ndaa?" Well.. karena kesan pertama itu begitu melekat, yuk kita berusaha berbuat yang terbaik, sedari awal, dalam segala hal. Jangan pernah remehkan kesempatan pertama :) #blogstagrammulki

Dear, Muslimah...

Gambar

Alur Pendaftaran Haji (Plus Sedikit Sharingnya)

Gambar
Siapa sih seorang muslim yang tidak ingin naik haji? Rasanya, semua muslim berkeinginan melunasi semua rukun islamnya sebelum ia menutup usia. Tapi masalahnya, manusia mana yang tau jatah umurnya di dunia? Maka jawabannya adalah yuk bersegera.. Berhaji bukanlah milik orang yang sudah berumur, tapi ia milik orang yang Allah mampukan. Walau kebanyakan, orang yang sudah berumurlah yang sepertinya sudah mampu berhaji. Tapi anggapan seperti itu so last day, kawan. Yang sekarang ngehits adalah para muslim sudah melakukan usaha2 agar Allah takdirkan mereka mampu berhaji ; SEDARI MUDA. Yuk, kita serius berusaha dan berdoa agar Allah mampukan. Laa haula walaa quwwata illa billah. Banyak jalan menuju Roma, apalagi menuju Mekkah. Tidak2, kali ini saya tidak akan mengajak kalian untuk backpackeran dalam berhaji. Walau itu pun mungkin bisa menjadi salah satu jalan. Hehe. Di postingan ini, saya ingin cerita tentang alur saya dan paksuami mendaftar haji di Indonesia.Tapi ada spik2nya dulu sebelum i...

Kisah Coass #9 : "Coass Tua"

Stase terakhir ini akan habis dalam waktu dua minggu. Hampir sampai. Syukurlah. Hati ini ceria, terbayang hari di depan yang sepertinya akan lebih berwarna. Namun, rasanya kok langkah kaki kian memberat, ya? Sikap pun jadi angot-angotan. Hm… Orang2 bilang ini sindrom coass tua. Maunya duduk saja, malas bergerak. Sudah peot, bahkan ngoyot. Padahal jika kehidupan coass diibaratkan dengan lari marathon, saya harusnya mempercepat lari ketika hampir mencapai garis finish. Lari sekencang-kencangnya dengan tenaga terakhir, hingga titik nadir, hingga puas menyudahi. Hidup sebagai coass adalah sebuah perjalanan. Dan bicara tentang jalan, saya mengenal beberapa tipe jalan Yaaa… walau memang tidak sepandai orang teknik sipil sih, tapi cukuplah untuk bekal memahami hidup. #apasih?   Saya cerita dikit, ya. Kemarin atau kemarinnya lagi, tepatnya waktu sore yang pesona jingganya terhalang oleh awan hitam, saat itu saya merasa lapar. Karena gas kompor di kontrakan sedang habis, saya ...

Kisah Coass #8 "Teman"

Teman yang baik adalah yang membantu mencarikan tissue ketika kaki temannya ketumpahan es jeruk, tidak usahlah ia sampai berjongkok-jongkok mengelap kaki temannya itu. Maka ketika teman kita mendapat penguji yang sulit, teman yang baik adalah teman yang mau membantu kesiapan ujian, seperti belajar bersama atau diskusi, tidak usahlah sampai rela atau menawarkan bertukar penguji. Jika mau menjadi teman yang baik, jika mau membantu teman, bantulah yang membuatnya kuat, bukan justru yang membiarkannya tetap, bahkan semakin lemah. Kasihan teman kita itu, tidak akan punya daya juang, tidak akan punya daya tahan. Alih-alih membantu teman, eh justru nyusrukkin teman. Prinsipnya bukan melulu "yang waras ngalah" karena ini memang bukan sedang di RSJ.

The First

The first to apologize is the bravest. The first to forgive is the strongest. The first to move forward is the happiest. Yeah!!

Many times those words of yours showed me, helped me, and kept me safely going on. Thank you, Ummi

Gambar

Kisah Coass #5 "Berasa Amoeba"

Saya punya satu berita baik dan satu berita buruk. Mulai dari berita baiknya dulu, ya. Saya lagi di stase yang selama ini saya nanti2kan, yaitu interna. PENASARAN. Penasaran aja sama efeknya stase  ini ke saya. Bikin saya makin dokter apa ga. #ih.sokyes.haha Oke, sekarang berita buruknya. Berita buruknya adalah saya sudah di awal minggu kedua interna. Problem gituh? Iyaaaaa, pake telornya dua. Maksudnya iya, pake banget. Karena saya belum dapet apa2 selain tau DURCE itu apaan. Selain tau bagaimana cara dapet tabung EDTA-clot-sitrat pas jaga. Selain tau paket IGD dan paket post hemodialise itu bedanya apa. Ga banget, kaaan? Jadi ga heran kalo kalian lemparin saya lembaran dolar sambil teriak2 kalo saya itu  penipu. Bilang penasaran sama interna, tapi woles banget progressnya.