Postingan

Mendengar

Gambar
Sebenernya masih ada tanggungan menggambar pharynx dan cavum nasi untuk laporan anatomi nih, tapi break dulu ah :) main sama mister black lappy dulu, semoga jadi lebih fresh, lantas jadi bisa gambar dengan sangat indah nan eksotis, mengalahkan fenomena yang dihadirkan Leonardo Da Vinci dengan Senyum Monalisanya. Hyaalah.. ngehayal aneh malem2. Kejadian sebenarnya adalah desperate menggambar mode : on. Heheh :) Kali ini mau berbagi apa, ya… yang lagi saya rasain banget-banget yaitu, The Power of Listening. Terdengar simple, simple banget malah. Tapi ngaku deh, ga semua orang bisa atau mau mendengarkan, kan? Termasuk diri kitakah? Kalau saja ternyata jawabannya iya, suwer deh, kita dalam kondisi merugi. Kok bisa? Jelas2 kalau bicara itu mengesankan lebih hebat, apalagi kalau berhasil mempengaruhi lawan bicaranya sehingga sepakat dengan apa yang kita bicarakan. Hm, yaa.. bicara juga penting kok. Berbicara dan berbagai seninya pun bermanfaat banget buat hidup kita. Tapi yang ingin saya ...

Hadir Kembali!

Gambar
Euphoria nih ketemu si my mister black lappy. Sudah ga ketemu tiga minggu. Berarti tiga minggu juga tidak menyalurkan emosi yang biasa tercurah di sini, tiga minggu juga tidak mengabadikan inspirasi dalam bentukan ms. word. Sekarang lagi pengen nulis yang ringan2 aja ah, selingan aktivitas malam ke-4 Ramadhan  Sebelumnya, saya ingin memohon maaf lahir bathin dulu untuk semuanya, kalau selama ini secara langsung atau tidak langsung, ada sikap saya yang mendzolimi, ada hak-hak kalian yang lalai saya penuhi, ada kepercayaan kalian yang saya khianati, ada janji yang belum saya tunaikan, atau ada hutang yang belum saya lunasi (hwaaa, jadi inget utang pulsa! Gawat! Semoga ada kesempatan untuk melunasi. Mesti mesti!) Flash back beberapa hari lalu, rasanya luar biasa campur aduk saat meninggalkan rumah untuk kembali ke Solo memulai semester baru, semester lima. Sungguh waktu berpacu dengan cepatnya. Bergegas, Mulkiii! Hophophop! Saya berangkat dari rumah setelah diwanti2 sama ab...

Iltizam Syari'at

Gambar
Menurut Fathi Yakan, iltizam adalah komitmen terhadap Islam dan hukum2nya secara utuh dengan menjadikan Islam sebagai siklus kehidupan, tolak pikir, dan sumber hukum dalam setiap tema pembicaraan dan permasalahan. Sebagaimana perintah Allah ta’ala dalam QS 2: 208 agar seorang mukmin masuk ke dalam Islam secara kaffah. Iltizam secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yakni terhadap syariat dan terhadap jamaah. Iltizam terhadap syariat meliputi aqidah salimah, ibadah shahihah, akhlaq hamidah, dakwah wal jihad, syumul wa tawazun. Sedangkan iltizam erhadap jamaah meliputi bai’ah, ansyitah, wadzifah, infaq, qararat, dan taat kepada pemerintah. Iltizam terhadap aqidah salimah, aqidah yang sehat, bersih, dan murni terbebas dari segala unsure nifaq dan kemusyrikan. Daam 2: 165 disebutkan bahwa ada orang2 yang menjadikan tuhan2 selain Allah sebagai tandingan bagi Allah. Dan mereka mencintai ilah2 tandingan tersebut sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang2 beriman...

Tak Seperti Pulsa

Gambar
Selasa, 7 Juli 2009 Karena pahala dan dosa tak seperti pulsa, Yang dapat kita cek berapa saldonya setiap saat, Maka kita patut khawatir, Dalam harap2 cemas, Tentang seberapa kecil saldo pahala kita, Dan tentang seberapa besar saldo dosa kita... Karena pahala dan dosa tak seperti pulsa, Yang tertera dengan jelas kapan masa kadaluarsanya, Maka kita layak untuk bertanya2, Dalam harap2 cemas, Tentang seberapa lama lagi usia yang diberikan kepada kita, Dan tentang seberapa banyak waktu yang masih kita miliki, Untuk menambah amal kebaikan dan menggugurkan dosa2 kita... -suplemen MK-

I'm 20

Gambar
I'm turning to 20 Aduh emakk... tua nih gue. Kehidupan sebagai cewek belasan tahun selesai sudah, dengan segenap tawa, tangis, susah, senangnya. Sungguh banyak momentum seru yang terjadi. Intinya, Alhamdulillah! Usia belasan tahun saya, masa2 saat berusaha mengeksiskan diri, melakukan hal2 yang saya senangi, berjuang demi harga diri. Usia belasan tahun saya, masa2 mulai menyenangi berkumpul dengan orang banyak, mulai mengenal orang2 keren, mulai tertarik dengan tarbiyah, mulai merasakan labilnya emosi anak muda, mulai senantiasa mencari pengakuan dan penghargaan, dan mulai merancang hidup menata masa depan… Usia belasan tahun saya, masa2 yang sudah lewat, tapi sangat berperan tiap detiknya, selalu terkenang saat2 lemah dan kuatnya, saat2 lelah dan semangatnya. *20 tahun* Semoga iman semakin meninggi. Semoga ghirah Islam semakin menghujam. Semoga izzah Islam terus diperjuangkan. Semoga teguh dan istiqomah. Semoga tercapai apa yang dicita ( dokter obsgyn/ anak , grand livina ...

Financial Revolution with TDW

Gambar
Bagaimana mempunyai peternakan uang? Bagaimana membuat uang mengejar Anda? Bagaimana cara orang kaya mengumpulkan uang ribuan kali lebih banyak dibanding orang biasa dalam waktu yang sama? Bagaimana memulai usaha dengan kemungkinan berhasil 98%? Bagaimana memulai usaha tanpa modal? Bagaimana aman secara financial? Bagaimana memiliki properti hanya dengan muka cicilan dibayar oleh penyewa dan masih surplus tiap bulan? Penasaran ?? Dapatkan jawabannya di.... FINANCIAL REVOLUTION with TUNG DESEM WARINGIN "Cetak Sendiri Uang Anda" Selasa, 30 Juni 2009 Jam 8.00-14.00 wib at Sumaryo Ballroom of the SUNAN HOTEL Surakarta Ayo DAFTAR, segera segera... Sebelum 15 Juni 2009 Mahasiswa : 175 ribu Umum : 250 ribu VIP : 450 ribu Sesudah 15 Juni 2009 Mahasiswa : 195 ribu Umum : 275 ribu VIP : 500 ribu Ticket Box on the Spot Mahasiswa : 225 ribu Umum : 300 ribu Facilities : Sertifikat, Lunch, Dorprize, Seminar Kit Facilities of VIP : Plus plus! Exclusive ...

Sikap Umar Saat Negaranya Krisis

Gambar
Di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, pernah terjadi krisis luar biasa sekitar tahun 18 Hijriyah. Ibnu Sa’ad, seorang sejarawan Muslim, melukiskan, “Saat itu, terjadi bencana yang hebat, kekeringan terjadi di mana-mana, binatang mati bergelimpangan, orang-orang mati kelaparan, sampai ada yang menggali lubang tikus untuk mencari makanan penyambung hidup.” Pertanian di waktu itu gagal total karena hujan tak kunjung turun dan tanah-tanah yang mengering menimbulkan debu setiap hari. Para pedagang Hijaz (Makkah dan Madinah) tidak berani melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam yang terkena penyakit menular. Stok barang di Hijaz pun semakin langka dan harga kebutuhan melambung tinggi. Dalam kondisi semacam ini, Umar bin Khattab tidak pernah mau makan di rumah salah satu putranya, bahkan bersama istri tercinta sekalipun. Kepedulian terhadap penderitaan rakyat, bukan hanya milik Umar. Semua anggota keluarga, harus menunjukkan hal yang sama. Ketika anaknya yang masih k...