sebuah hadits shahih (afwan lupa riwayatnya): Ihrish 'ala mayanfa'uk wasta'in billah walaa ta'jaz (bersemangatlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pada Alloh dan janganlah kamu lemah)
Purnama kali ini sangat terang. Bulat penuh, putih kebiruan. Hassan bisa puas menatapnya dari kaca jendela bis malam yang ia naiki. Sudah hampir berganti hari, tapi ia belum juga bisa tidur, mengantuk pun tidak. Ia melirik pria paruh baya yang duduk di sebelahnya. Ternyata sudah berpindah. Berpindah ke alam mimpi. Bosan Hassan memandangi purnama, ia menutup matanya. Mencoba untuk tidur. Detik 1, detik 2, dan di detik ketiga ia membuka matanya kembali. Menatap purnama lagi. Pikirannya kini melukis memori tentang Wirajuda, sepupu yang akan menjemputnya esok pagi di terminal Lebak Bulus.
Mimpi itu hadir lagi. Dalam mimpi itu, tersungging sebuah senyum dengan genangan bening di mata laki2 yang sangat saya cintai, suami yang selalu saya banggakan tiap detailnya. Namun bedanya, kali ini sepertinya beliau yang sedang bangga kepada saya. Pengen pake banget ga sih dikaya gituin? Nyes. Dalam mimpi saja terasa adem di hati, apalagi jika saya dapati dalam kenyataan. Masya Allah. Yup betul, mimpi tentang berakhirnya sebuah penantian akan hadirnya berlian hati kami.
Mio Galau Yuhu, sobba dan sobbi ;) Beberapa bulan lalu, istilah galau in banget di negeri kita. Sampe sekarang masih, sepertinya. Iya apa iya? Saya awalnya cuek, “galau itu apa sih? Ga urusan ah ama galau2an.” Tapi kemarin mendapat penjelasan lebih dari “temen main pekanan” tentang istilah galau itu sendiri. Ini saya direct quote dari mereka, ya: “Galau itu bahasa alaynya gelisah atau bingung. Mulai populer semenjak sebuah boyband naik daun. Itu loh, ada kok di lirik salah satu lagunya.”
sebuah hadits shahih (afwan lupa riwayatnya):
BalasHapusIhrish 'ala mayanfa'uk wasta'in billah walaa ta'jaz
(bersemangatlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pada Alloh dan janganlah kamu lemah)
makasih ya, kak...
BalasHapus