Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2008

Saya Belajar

Saya belajar
Seberat apa pun cobaan yang diberikan olehNya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna. Syukurilah seluruh anugerahNya dengan hati ikhlas dan tulus. Everything happens, happens 4 a reason.

Saya belajar
Bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan saya.

Saya belajar
Bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan orang lain.

Saya belajar
Bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.

Saya belajar
Bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda.

Saya belajar
Bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya.

Saya belajar
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayang…

Ular, Bukan Naga

Ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di sekolahnya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena tergiur oleh hadiahnya.

Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan.

Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis nya.

Ketika aba2 diberikan, semua peserta serentak mulai melukis. Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut ular tersebut.
Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia…

Sejenak...

Berbekallah…untuk hari yang sudah pasti. Sungguh, kematian adalah muara manusia. Relakah dirimu, menjumpai segolongan orang…mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa…?

Apakah yang tergores di hati seorang Khalid bin Walid, panglima perang kaum Muslimin yang terkenal dengan ketangguhannya, yang tidak pernah risau dengan perihnya sayatan pedang, saat ia berkata, " Sesungguhnya kami adalah pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan…" kepada musuh - musuh Rabbnya ? Itulah sebuah ungkapan yang membuat bergetar musuh - musuh Allah di saat mereka harus berhadapan dengan kaum Muslimin. Itulah sebuah gambaran betapa bayangan kematian begitu melekat pada Rasulullah beserta para sahabatnya. Bayangan kematian yang membawa mereka kepada kesadaran akan hakikat hidup yang sebenarnya. Sabda Rasulullah saw, " Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang - orang yang beriman…"

Mari sejenak merenungi ayat ini, " Telah dekat kepada man…