Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2008

Alhimmatul 'Ulya Minal Iman

Kalau bicara tentang target, sebagian orang berpikir hal itu merupakan hal yang muluk. Mungkin orang yang berpendapat seperti itu memiliki pengalaman buruk tentang bertarget ria, salah strategi dalam bercita-cita sehingga membuatnya kecewa. Orang yang telah terkecewakan oleh targetnya sendiri kini akhirnya mungkin lebih senang traveling their life with no ambition.

Sikap seperti itu sayang sekali. Analoginya, kita mau berburu sale di mall, tapi jalan kita sangat lambat, tidak berusaha naik mobil, atau motor, atau angkot kalo ga punya kendaraan, atau nebeng sama temen kalo ga punya ongkos. Suatu target itu sangat mempengaruhi kadar usaha kita. Target dapat sale-an baju yang bagus, membuat kita takut kehabisan sehingga membuat otak kita berpikir lebih agresif hal apa yang bisa membuat kita cepat sampai di mall tersebut. Kalau tanpa target, mungkin ga masalah kita berusaha mencapai mallnya dengan jalan kaki. Namun, yang kita dapat adalah sisa dari rejeki orang lain, atau lebih naasnya ki…

Berilmu Tidak Sama Dengan Lebih Bijaksana

Gambar
Dulu saya sering gumun*, kalo lagi capek, abis pergi abis main abis ujian dan abis-abis yang lainnya, yang paling enak abis selonjoran adalah mandi dengan air dingin (Bukan dari kulkas. Kalo air yang dari kulkas, saya sebut air luar biasa dingin. Hhe, apaan sih lo, Mul!) Yup, tapi kenapa bapak saya bilang lebih baik mandi pake air anget? Saya merasa itu kesia-siaan. Tetep aja gerah, ga joss rasanya. Ternyata memang ada alasan beneran a.k.a ilmiah yang melatarbelakangi saran tersebut, badan kita pegal-pegal kan karena ada respirasi anaerob dalam sel-sel tubuh gara2 kekurangan oksigen, nah, ternyata air anget akan membuat vasodilatasi yang akan mengantarkan aliran darah lebih cepat dan dengan kata lain suplai oksigen pada sel-sel tersebut pun akan lebih cepat, jadi rasa pegal-pegal itu pun akan lebih cepat menghilang.
Kemudian, apakah setelah saya –istilahnya- tau ilmunya lantas jadi mengubah kebiasaan? Tidak juga. Saya tetap mandi dengan air dingin. See? Ilmu ternyata tidak lantas mem…

Kisah Seekor Ujangwati

Gambar
Seekor kutu loncat bernama Ujangwati -nama ini terinspirasi dari film Ujang Pantry-hehe, the most ridiculous name I’ve ever heard :p-. Si Ujangwati sebagai peloncat handal memiliki kemampuan mementalkan tubuhnya (baca: meloncat) setinggi 3 meter (Behh!) Dia meloncat ke sana ke mari dengan riang gembira layaknya seorang anak kecil yang baru mendapatkan sebatang cokelat. Dia meloncati jemurannya Bu Odah, pagar rumah Pak Mail, dan pohon jambunya Mas Sayuti. (Halah, OB banget!)

Tapi pada suatu hari, saat Ujangwati lagi bobo nyenyak (ngasal banget sih gw!), ada seorang anak bernama Dona –pagi Dona..- yang mencomot –saiia tak menemukan istilah yang tepat untuk mengganti kata mencomot :p- si Ujangwati. Dia berusaha melepaskan diri dari tangan Dona, “Ergh.. Ergh!!” Tapi Dona pun tak membiarkan Ujangwati lepas dari tangannya. Tapi emang dasar Donanya yang iseng ga ada kerjaan atau memang dia sangat jahiliyah (jahiliyah? Pake istilahnya ngasal beut!) dia memasukkan si kutu malang itu ke sebuah k…

Kelahiran Orange Umar

Gambar
10 June 2008


Menjelang hari jadi saya yang ke sembilan belas, hal yang wajar jika saya menginginkan something new dari diri saya, termasuk lahirnya blog baru yang bernama orangeumar ini.

Well, saya mau kenalan dulu, ya :)
Nama lengkap saya Mulki Rakhmawati.
Panggilan saya banyak: Mulki, Orange Umar, Power Rager Orange, SPSA, Cemul, Mama mumi, Ummu Haqi, Cimul, Mumul, Muli, Putri Kelinci, Teki, Rakhma, Mutut, Muppy, Cimpluk, Kimung, Uky, Demul, Mumu, Mulqey, dll.

Dalam tubuh saya mengalir darah Pekalongan-Kendal. Saya lahir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, di Sabtu diniii hari sekali, tanggal 17 Juni 1989. Saya adalah anak dari ummi dra. Hj. Nazaroh dan abi drs. H. Slamet Suprianto, MT, orangtua juara satu di seluruh dunia. Saya punya 3 adik, Muhammad Qowi Fikri, Ghifar Ulwan, dan Diena Mufidah. Sungguh mereka adalah orang2 yang mewarnai hidup saya dengan warna-warna terindah, sehingga lukisan kenangan yang mereka hasilkan tidak bisa ditukar dengan uang sebesar berapa pun. S…