Senin, Januari 04, 2010

Kangen Dimarahin

Monday, 4 Januari 2010


“Yasudah, jangan banyak bacot dulu deh. Yang penting sekarang usaha aja dulu yang bener." Ngekngok. Kalimat yang tidak berperasaan. Tega dan menghujam. Pas denger responnya, saya langsung diam. Yang tadinya lagi ngomong (ngeluh, red) panjang lebar jadi diam membatu. "Yasudah, jangan banyak bacot dulu deh. Yang penting sekarang usaha aja dulu yang bener." Masih terngiang-ngiang. Pedas pisan euy. "Jangan sok lemah deh…" Hiks, ini lebih tidak berperasaan. Kebangetan.


Yup, tapi setelah itu, alhamdulillah rasanya agak membaik. Emang bener, mengeluh tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik. Memangnya dengan mengeluh, dunia menjadi mengasihani kita? Bagaimanapun juga, the earth keeps on rotating and time keeps on running. Dunia ga akan menunggu orang yang larut dalam kekalutan. Sering hadir rasa-rasa seperti itu, walaupun sometimes because of no reason. Rasa yang justru bisa merekatkan sayap kita yang seharusnya bisa meregang lebar untuk tinggi mengudara. Jadi semacam inhibitor

Memang, dalam hidup sulit banget merasa tenang. Mati saja belum tentu menghadirkan ketenangan, bukan? Tiada hari tanpa merasa khawatir kayanya (ini sih berlebihan, hehe) Moga ketakutan kekalutan ini hanya menjadi hantu-hantu menyeramkan buat saya, yang lantas membuat saya berlari berusaha mencari Tempat
Berlindung Yang Paling Baik.

Dan alhamdulillah, sekitar saya senantiasa mengingatkan, secara langsung maupun tidak, untuk tidak larut dalam kalut. Dasar manusia, selalu membutuhkan orang lain. Sering kali bisa nasehatin orang lain, tapi ternyata sulit mengarifi diri sendiri. Butuh dimarahi dulu.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, selalu ada kisah yang melatarbelakangi setiap tulisan saya. Termasuk tulisan ini. Sebenarnya saya sedang kangen dengan seseorang. Karena telah lama saya tidak merasakan sikap2 lugasnya, telah lama saya tidak merasakan keoptimisan dirinya atas kapasitas kemampuan akan dirinya sendiri, telah lama saya tidak merasakan sifatnya yang tidak hanya mau maju sendiri, senantiasa mencerminkan kalimat, “yuk, bareng2.”

Ada yang berbeda dengan diri orang ini, yang membuat saya tidak muak dengan sikapnya. Tepat, cocok dengan kebutuhan saya. Tidak semuanya bisa seperti ini, lho. Mungkin karena kelugasannya. Semua jadi terasa logis dan tidak berlebihan.

Read More......

Sabtu, Januari 02, 2010

Setelah Itu, Yang Lain Akan Sirna.

Saturday, 2 Januari 2010
 
Hari milikmu akan segera tiba, kak. Mantapkanlah untuk bersamanya.

Jangan indahkan mimpi dan bayang yang selama ini ada. Semua itu semu. Tenang, sebentar lagi.. Setelah hari itu, yakinlah... bayang dan mimpi yang lain pun akan sirna. Hanya akan ada dirimu dan ia. Doaku untukmu.

Read More......

Kamis, Desember 31, 2009

Untuk Atmospherku

Thursday, 31 Desember 2009




Sahabat tak ubahnya atmospher, yang melindungi semua makhluk di bumi, dengan meredam sebuah energi besar, menjadi sumber dari segala kehidupan.

Dia bukanlah bagian asli dari fisik


Seperti atmospher yang hanya berada di sekitar. Membantu kita dari semua masalah, dengan merubah setiap beban berat di sepanjang jalan. Menjadi sejumlah butiran batu-batu kecil, yang nantinya akan dimainkan bersama.

Satu hal yang perlu kau ingat sahabatku : jika kau sahabatku, maka aku adalah sahabatmu. Jangan sungkan, jangan segan. Ucapkan dan ungkapkan; semuanya.

Tapi... Kita tak penah tahu, sampai kapan atmospher bertahan, bahkan oleh karena ulah bumi di sepanjang perputarannya. Tapi bumi tetap butuh atmospher, untuk itulah manusia melakukan “go green". Dan untuk itulah aku sampaikan ”maaf” sekiranya kau terluka olehku.

Read More......

Sabtu, Desember 05, 2009

Email dari Umi >,<

Sabtu, 5 Desember 2009

Putriku yang sholehah, umi ingin memberikan tips untuk mencapai sukses, baik sukses dunia, apalagi sukses akherat.

1. Perancangan yang matang (mature planning)
Untuk mencapai suatu harapan selalu ada kendala.  Namun demikian, kendala harus diatasi/ diminimalisasi untuk mencapai suatu harapan.  Lakukan mature planning agar harapan tsb hasilnya lebih maximal.
Sebagai Contoh :
            Perjuangan  Rasulullah Saw hijrah dari Mekah ke Madinah à menghadapi banyak kesulitan. Meskipun Rasulullah SAW yakin akan memperoleh pertolongan dari Allah Swt, tetapi Rasulullah Saw tidak santai-santai saja. Tapi beliau justru membuat perancangan yang matang bagaimana strategi perjalanan hijrah itu agar selamat menuju Madinah.

2. Kerjasama Yang Baik
Dalam hijrah, amat nampak bagi kita bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya bahu membahu dan Saidina Ali RA berkerjasama dengan baik.
Rasulullah SAW telah membagi-bagi tugas sesuai dengan bakat dan kepakaran masing-masing dan para sahabat menjalankan amanah yang diberikan oleh Rasulullah SAW dengan sebaik-baiknya.
Bila kamu punya kerja kelompok/ riset kelompok, lakukan kerjasama yang baik dengan teman-temanmu.  Bagi tugas, sesuai kekompetenan masing-masing. Pasti hasilnya lebih maksimal.
3. Pengorbanan Yang Besar
Hijrah Nabi SAW dan para sahabatnya ke Madinah juga memberikan contoh kepada kita betapa yang namanya perjuangan itu memang menuntut pengorbanan, baik pengorbanan harta, jiwa, tenaga, pikiran, waktu dan perasaan. Dengan perasaan yang berat, Nabi SAW dan para sahabatnya harus ikhlas meninggalkan kampung halaman dan keluarga, Saidina Ali RA dan Asma binti Saidina Abu Bakar As Siddiq terpaksa menanggung derita penyiksaan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap dirinya dengan sebab menjaga rahasia tempat persembunyian Nabi SAW dan Saidina Abu Bakar As Siddiq di gua Tsur.
Putriku yang sholehah, kini kamu sedang menggapai sebuah cita, dokter.  Perjuanganmu, menuntut pengorbanan baik moril mapun materiil.  Kamu harus ikhlas jauh dari orang tua dan saudara yang kamu sayangi untuk mencapai cita-cita itu.  Pengorbananmu akan memberikan hasil dikemudian hari. Bersabarlah dan berdoa, niscaya Alloh akan mengabulkan cita-citamu.

4. Keikhlasan
Keikhlasan itu perlu dalam perjuangan, karena keikhlasan akan mencetuskan daya dorong untuk menzahirkan kesungguhan dalam perjuangan. Dengan keikhlasan, segala ujian, musibah dan kesukaran dalam perjuangan akan dihadapi dengan sabar dan ridha.
Itu pula sebabnya, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sangat kita kenal:
Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya dan ia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang berhijrah semata-mata karena taat kepada Allah dan Rasul- Nya, maka hijrah itu diterima oleh Allah. Dan siapa yang hijrah karena duniawi yang dikejarnya atau karena perempuan/pria yang akan dikawininya, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia niatkan kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).
Putriku yang cantik… Kamu harus ikhlas dalam berjuang mencapai cita-citamu.  Semoga keikhlasanmu mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam mencapai cita-citamu.

5. Persaudaraan Yang Indah/baik.
           Setelah Rasulullah SAW dan para sahabatnya tiba di Madinah, sambutan luar biasa diperlihatkan oleh orang-orang Madinah. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sampai bingung harus tinggal dimana. Bingung bukan karena tidak ada tempat untuk baginda, tapi bingung karena hampir semua orang Madinah menginginkan agar Rasulullah SAW menetap di rumah mereka. Oleh karena itu Rasulullah SAW menyatakan “ biarkan unta ini berhenti, dimana dia berhenti, disitulah saya akan menetap.”
Ini merupakan isyarat dari Rasulullah SAW bahwa perjuangan yang berat dalam menegakkan ajaran Islam mesti ditopang dengan ukhuwah dikalangan kaum muslimin. Bila tidak disokong dengan ukhwah, meskipun potensi yang dimiliki oleh kaum muslimin sedemikian besar, tanpa ukhuwah akan membuat kaum muslimin menjadi tidak berjaya sehingga mudah dipermainkan oleh orang-orang kafir.
Putriku yang cantik…. dalam menggapai cita,  kamu harus menciptakan persaudaraan di lingkunganmu dengan baik, agar suasananya lebih kondusif.  Sehingga lebih memudahkan untuk menggapai cita.

6. Kebanggaan Sebagai Muslim.
Allah memperingatkan kita agar tidak putus asa sebagai seorang muslim. Allah berfirman yang artinya:
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (QS 3:139).
Putriku yang sholehah…. Serulah dirimu dan teman-temanmu, untuk berjuang demi cita-citamu dan kemuliaan Islam. Arungilah ranjau, halangan dalam perjuangan dengan sabar dan ridha. Kuatkanlah pautan hati dengan Allah, agar kamu merasa nikmat dalam perjuangan ini.  Semoga kesuksesan menyertaimu.  Aamiin.

Taman Mangu Indah, 4 Desember 2009

Umi


Sayang umiiiiiii :-x 

Read More......

Selasa, November 24, 2009

Surat Seorang Saudara

24 November 2009

Assalaamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Wahai saudaraku seakidah yang belum pernah kulihat dan belum kukenal. Aku memuji Allah Ta’ala yang telah memberikan motivasi kepadamu untuk membaca suratku ini dan saya berharap Anda tetap bersamaku hingga akhir surat ini…
Maafkanlah saya jika Anda menjumpai kekasaran dalam surat ini. Ia tak lebih keluar dari hati yang mengasihi dirimu.

Wahai saudaraku seakidah…

Saya sungguh merasa sedih melihat banyaknya manusia di sekitarku melakukan perbuatan tercela dengan menjalin hubungan yang diharamkan oleh Allah. Hatiku menangis, pertama kali menangisi saudara2 ikhwan dan akhwat. Bagaimana sebahagian mereka telah berani berbicara mesra dengan yg bukan mahramnya? Bagaimana mereka meremehkan maksiat yg mengubur rasa malu? Bagaimana mereka berlalu di jalan untuk menyebar kekejian? Jalan yg diperindah oleh syetan, tetapi diancam oleh Yang Maha Penyayang? Bagaimana mereka menghancurkan pembatas pergaulan yg mulia, yg menjaga agama dan kehormatannya.

Begitukah cara dia mendurhakai agama? Mengapa dia cepat2 ingin menikmati kelezatan yg di haramkan? Seandainya dia mau bersabar tentu akan memperolehnya juga saat setelah pernikahan, di bawah ikatan syara’ yg bersih dan suci.
Dan apakah saudaraku seakidah belum mendengarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa, kaki zinanya melangkah, dan hati zinanya berhasrat serta berharap. Semua itu di benarkan oleh kelamin atau digagalkannya.”

Saudaraku…

Waspadalah, terus menerus berbuat maksiat akan mengakibatkan pandangan bahwa maksiat itu baik. Siapa yg selalu melakukannya maka ia tidak akan melihat keburukannya, sebab telah menjadi kebiasaan baginya, dan dengan melakukannya berulang kali tanpa di sertai permohonan ampun maka akan mengakibatkan matinya hati. Bahkan mungkin ia melakukan dosa besar yg paling buruk tetapi dia tertawa tak peduli, sebab hatinya telah ditutup.
Mengapakah saudaraku seakidah mencari berbagai kenikmatan ini dengan jalan maksiat, sedang Allah telah menghalalkannya dgn jalan pernikahan? Jalan fitrah yg suci. Jalannya orang2 yg menahan diri dari berbagai kemungkaran. Jalan yg dengan hati dan anggota tubuh menjadi bersih. Kenapa usaha keras dan waktu dikorbankan, sehingga seseorang sengsara demi memburu kekasih dan bukan isteri/suami.
Pamer ketampanan/kecantikan adalah langkah kemungkaran kekasih Anda yang pertama. Anda mengatakan, kekasih Anda itu jujur, dia berbeda dengan pemuda/gadis lainnya. “ Dia mengaku kepadaku bahwa dengan gadis2/pemuda2 lain ia hanya sekedar iseng. Bagaimana aku tidak harus mempercayai kesungguhan cintanya ?”
Saya katakan, sesungguhnya seorang pendosa terkadang mengakui dosa2-nya, apakah aku menghormati dan memuliakannya sebab dia telah dengan jujur mengakui dosanya meskipun belum bertaubat ? Bukankan Rasulullah SAW telah memperingatkan dengan keras, “ Janganlah kamu sekali2 masuk kepada wanita2.” [Muttafiq Alaih ]
Dan setiap pemuda/pemudi hendaknya jalan hidupnya tidak meniru sinetron2 atau telenovela murahan yg di persaksikan di hadapan mata. Sungguh sandiwara tidak sama dengan kehidupan nyata.

Saudaraku seakidah..

Suara Anda yang lembut, ungkapan kalimat2 Anda yang indah dan segenap cinta Anda seyogyanya hanyalah Anda berikan kepada seorang laki2/wanita saja. Dia adalah suami/isteri Anda yang shaleh. Dan itu adalah panggilan fitrahmu, juga keluargamu. Jauhkanlah dirimu dari berbagai maksiat dan apa yang di haramkan Allah, seperti film dan nyanyian haram yg bisa menimbulkan nifaq dalam hati.
Perasaan yang ada dalam hatimu untuk kekasihmu bukanlah cinta yang sesungguhnya. Demi Allah,seandainya hatimu penuh dengan cinta kepada Allah, niscaya engkau tidak akan mendapati dalam hatimu rasa cinta kepada tukang maksiat selamanya.
Islam telah melarang di dekatinya faktor2 yang dapat menimbulkan cinta membabi buta pada sang kekasih,di antaranya :
1 “ Cinta akan semakin membara dgn semakin seringnya memandang,bertemu dan bercakap2.” (Imam Al-Jauzi)
2. Mendengarkan syair2 dan nyanyian tentang cinta,sebab ia akan membuai jiwa dengan bayangan orang yang dirindukannya.

Saudaraku seakidah….

Sesungguhnya seorang pemuda yang shaleh, jika hatinya jatuh pada seorang gadis, entah karena mendengar kebaikannya atau karena melihatnya secara tak sengaja, maka ia akan melamar atau berusaha menikahinya.Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak tampak dua orang yang saling mencintai seperti [yang sudah terikat] dengan pernikahan.”

Saudaraku seakidah…

Adalah mustahil hati yang cinta kepada Allah pada saat yang sama bercinta pula dengan lawan jenisnya. Salah satu daripadanya harus keluar dari hati.Kedua macam cinta itu tak mungkin bertemu dalam satu hati. Dan siapa yang mencintai selain Allah maka ia akan disiksa dengan cinta kepada selain-Nya itu. Dia akan selalu merasa sengsara. Jika sang kekasih jauh, ia menangis karena rindu. Jika dekat, ia menangis karena takut berpisah. Dan pikirannya selalu sibuk tentang sang kekasih, hatinya selalu sibuk dengannya, sibuk dengan pikiran2 yang dangkal.
Kembalillah pada Allah, karena cinta-Nya abadi. Dan jika engkau berniat untuk bertaubat, waspadalah! Karena setan terkadang menghalangimu dari jalan taubat. Ia akan mengingatkan masa lalumu dengan lawan jenismu itu, menakut-nakutimu bahwa engkau tak akan bisa melupakannya sehingga engkau meninggalkan jalan kebenaran dan petunjuk. Jika terbetik godaan2 seperti itu maka segeralah berlindung pada Allah daripadanya. Secara yakin saya katakan, dengan pertolongan Allah, kesedihanmu berpisah dengannya tidak akan berlanjut,ia akan berakhir. Dan ingatlah, bahwa mengulur-ulur taubat merupakan dosa tersendiri yang wajib di taubati.

Saudaraku seakidah...

Akhirnya saya ingin membisikkan sesuatu di telingamu : Anda sekarang berada di masa muda,yang oleh orang2 disebut sebagai “masa penuh bunga.” Berikanlah masa mudamu ini untuk Allah. Demi Allah, engkau akan di tanya tentang lima hal pada hari kiamat,diantaranya…. “Tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan.. “ Apa jawaban yang akan Anda berikan ? Karena itu,j angan engkau lewatkan kesempatanmu. Kita harus takut pada masa muda kita ,sebab ia sangat cepat berlalu dari kehidupan kita.
Saudaraku seakidah, janganlah engkau mengkhianati calon suami/isterimu kelak, meskipun engkau belum tahu siapa dia. Pantaskah menjadi seorang suami/isteri, sementara anda berani sebelumnya menjalin hubungan dengan pria/wanita bukan mahram. Tidak, demi Allah, imanmu sendiri lebih utama, dirimu sendiri lebih utama dari itu. Lelaki/perempuan itu namanya tidak tercatat dalam ingatanmu, juga tidak alamat atau nomor telefonnya. Ia hanya deretan sifat2 akhlak baik yang jika terdapat pada diri seorang laki2 yang melamar maka dialah calon suami/isteri. Jika belum ada, maka tidak ada ketergantungan apapun kepada seseorang.

Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh ..


Buku ‘Telefon Cinta’,oleh Ummu Abdirrahman Binti Abdillah

Read More......

Minggu, November 01, 2009

Bukan karena zina, membunuh, mencuri, atau pun riba.

Minggu, 1 November 2009

Sungguh, bukan karena berzina, membunuh, mencuri, memakan riba, dan melakukan keburukan lainnya Iblis mendapat laknat dari Allah SWT. Iblis mendapat laknat bukan pula karena ia mengingkari Allah sebagai Pencipta. Atau bukan pula karena ia mengingkari keberadaan surga dan neraka. Ia dilaknat Allah karena tidak patuh terhadap perintah untuk sujud kepada Adam AS. Dan hal ini dilakukannya bukan tanpa alasan.

Ia mengajukan alasan pada Allah atas keberatannya tersebut, yaitu ia diciptakan dari api, sedangkan Adam AS dari tanah, apakah pantas ia untuk sujud kepada Adam AS? Iblis membuat parameter sendiri dalam apa yang mesti dilakukan atau yang mesti ditinggalkan. Sombong total!

Kisah yang diabadikan di Al Quran ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita, betapa kesombongan menjadi penyebab celaka. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya terdapat seberat dzarah kesombongan.”

Kesombongan sekecil apapun itu, sudah cukup bagi Allah SWT untuk memasukkan kita kekal di nerakaNya, tidak pernah masuk surga. Demikian berbahayanya sikap sombong. Karena itu, kita harus benar-benar menghindarinya. Memahami batasan sombong adalah keharusan bagi kita.

Kawan, patutlah kita waspada, terhadap semua yang kita lakukan, ucapkan, bahkan pikirkan. Apakah komponen kesombongan itu ada pada diri kita? Jika ada, segeralah musnahkan dan bertaubat, kawan. Jatuhnya laknat Allah kepada Iblis adalah karena kesombongannya. Padahal kita sama2 tau, yang berhak memakai jubah besar ”kesombongan” hanyalah Allah SWT; Rabb kita, Illah kita, Penguasa kita.

Kita, manusia, diberi anugerah oleh Allah sebuah akal yang luar biasa, yang menjadi keistimewaan kita dibanding makhluk2Nya yang lain. Optimalkanlah ia, manfaatkanlah semanfaat-manfaatnya. Namun hati2lah, jangan sampai anugerah ini menjadi boomerang telak bagi diri kita atas hadirnya laknat Allah. Hati2lah dalam berlogika, hati2lah dalam berpikir. Jika mengobati memang selalu lebih sulit, maka jauhilah keadaan patologis sombong. Jauhi faktor pencetusnya, faktor predisposisinya, bahkan faktor risikonya.

Pantaskah kita sombong hanya dengan label mahasiswa FK, padahal kita tau ada Allah Yang Mengetahui segala yang terjadi di seluruh dunia ini, bahkan Allah tau keberadaan semut kecil nan hitam di ruangan gelap sekali pun.
Pantaskah kita sombong hanya dengan keahlian kita dalam membuat program yang nantinya kita anggap bisa menjadi pesaing berat facebook, padahal kita tau ada Allah yang memiliki kemampuan dalam membuat program dalam diri manusia secara sempurna tentang impuls, neurotransmitter, dan aksi.

Pantaskah kita sombong hanya dengan memiliki 3 pabrik cokelat, 4 pertambangan, dan 5 hotel, sehingga kita merasa sudah memberi kesejahteraan kepada orang2 yang bekerja di situ, padahal kita tau ada Allah Sang Maha Berkehendak atas turunnya hujan dan rezeki2Nya yang luas.

Hati-hati, kawan. Tipu daya iblis itu lembut begitu melenakan, begitu halus tak terasa akan adanya, tapi begitu tajam menyayat jati diri sebagai hamba. Yuk, kita persering istighfar dan taubat, atas segala kesalahan yang kita sadari, atau tidak kita sadari. Atas kesombongan yang kita sadari, atau tidak kita sadari.

Sekali lagi, sombong = laknat Allah.

Read More......

Jumat, September 04, 2009

Mendengar

Jum'at, 4 September 2009.

Sebenernya masih ada tanggungan menggambar pharynx dan cavum nasi untuk laporan anatomi nih, tapi break dulu ah :) main sama mister black lappy dulu, semoga jadi lebih fresh, lantas jadi bisa gambar dengan sangat indah nan eksotis, mengalahkan fenomena yang dihadirkan Leonardo Da Vinci dengan Senyum Monalisanya. Hyaalah.. ngehayal aneh malem2. Kejadian sebenarnya adalah desperate menggambar mode : on. Heheh :)

Kali ini mau berbagi apa, ya… yang lagi saya rasain banget-banget yaitu, The Power of Listening. Terdengar simple, simple banget malah. Tapi ngaku deh, ga semua orang bisa atau mau mendengarkan, kan? Termasuk diri kitakah? Kalau saja ternyata jawabannya iya, suwer deh, kita dalam kondisi merugi.

Kok bisa? Jelas2 kalau bicara itu mengesankan lebih hebat, apalagi kalau berhasil mempengaruhi lawan bicaranya sehingga sepakat dengan apa yang kita bicarakan. Hm, yaa.. bicara juga penting kok. Berbicara dan berbagai seninya pun bermanfaat banget buat hidup kita. Tapi yang ingin saya share di sini adalah ayo kita jadikan diri kita pendengar yang baik pula. Banyak banget gunanya!

Siapa saja orang2 yang mesti bisa dan mau ”mendengar”? Semua!
Seorang anak atas nasehat hidup bapak ibu dan gurunya,
seorang istri atas curahan bahagia juga penat perjuangan suaminya,
seorang ibu atas cerita seharian putra-putrinya,
seorang dokter atas keluhan sakit pasiennya,
seorang akhwat atas share emosi sahabatnya,
seorang mutarobbi atas transfer dan ilustrasi ilmu murobbinya,
seorang murobbi atas pikiran2 outstanding mutarobbinya,
seorang guru,
seorang tukang parkir,
seorang artis,
semua,
bahkan seorang panglima perang pun mesti bisa dan mau mendengar.
Ya, seorang pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mau mendengar. Lebih langka pemimpin yang mau mendengar daripada mau berbicara. Kalau kita termasuk yang mau mendengar, maka berbahagialah! Kita termasuk yang sedikit itu.

Dengan mendengar, kita punya pengalaman tanpa kita mengalaminya langsung.
Dengan mendengar, kita punya kesempatan berfikir lebih lama, lebih jeli.
Dengan mendengar, kita dapatkan lagi inspirasi, mengetahui bagaimana cara pandang orang.
Dengan mendengar, kita berkesempatan kembali kikis sikap egois dan self-centered kita.
Dengan mendengar, kita sudah memberikan ruang ekspresi untuk lawan bicara kita, setidaknya sudah kita beri satu solusi kepadanya, tanpa mesti membuka mulut untuk mengatakan sepatah kata.
Dengan mendengar, kita berhasil menghargai orang dengan sebaik2nya.
Dengan mendengar, kita sudah menunaikan hak ukhuwah.
LUAR BIASA!

Yang jelas, dengan mendengar, kita akan mengetahui ada masalah apa, secara utuh. Selanjutnya akan ada simpati, akan ada saraf2 otak yang mencoba menalar, akan ada gagasan2 utuh yang menjawab, setidaknya kita telah mencoba memahami akar masalah yang sebenarnya terjadi secara utuh. Saya sengaja untuk mengulang kata utuh berkali2 (maaf jika jadi ga enak dibaca, heheh), karena memang di situ pula point saya. Dengar. Utuh.

Dengan mendengar, kita dapatkan plusplus. Sesuatu yang belum sadar kita butuhkan, tapi ternyata telah kita dapatkan. Luar biasa, bukan?

Cobalah untuk setia... eh, salah! Kok malah lagunya KD. Cobalah untuk mendengar...
Keep inspiring, keep outstanding!

-MR-
Medical Faculty of Sebelas Maret University.
~Maaf, saya terus2an lebih banyak bicara (bahkan terlalu), self centered, ya? Tapi yakinlah, saya pun ingin mendengar. So please, cobalah untuk lebih banyak bicara. Loh? Kok jadi kebalikan dari isi yang di atas, ya? Heheh. Ini, untukmu.

Read More......
 

ORANGE UMAR | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates