Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mahasiswa

Kisah Coass #9 : "Coass Tua"

Stase terakhir ini akan habis dalam waktu dua minggu. Hampir sampai. Syukurlah. Hati ini ceria, terbayang hari di depan yang sepertinya akan lebih berwarna. Namun, rasanya kok langkah kaki kian memberat, ya? Sikap pun jadi angot-angotan. Hm… Orang2 bilang ini sindrom coass tua. Maunya duduk saja, malas bergerak. Sudah peot, bahkan ngoyot. Padahal jika kehidupan coass diibaratkan dengan lari marathon, saya harusnya mempercepat lari ketika hampir mencapai garis finish. Lari sekencang-kencangnya dengan tenaga terakhir, hingga titik nadir, hingga puas menyudahi. Hidup sebagai coass adalah sebuah perjalanan. Dan bicara tentang jalan, saya mengenal beberapa tipe jalan Yaaa… walau memang tidak sepandai orang teknik sipil sih, tapi cukuplah untuk bekal memahami hidup. #apasih?   Saya cerita dikit, ya. Kemarin atau kemarinnya lagi, tepatnya waktu sore yang pesona jingganya terhalang oleh awan hitam, saat itu saya merasa lapar. Karena gas kompor di kontrakan sedang habis, saya ...

Kisah Coass #8 "Teman"

Teman yang baik adalah yang membantu mencarikan tissue ketika kaki temannya ketumpahan es jeruk, tidak usahlah ia sampai berjongkok-jongkok mengelap kaki temannya itu. Maka ketika teman kita mendapat penguji yang sulit, teman yang baik adalah teman yang mau membantu kesiapan ujian, seperti belajar bersama atau diskusi, tidak usahlah sampai rela atau menawarkan bertukar penguji. Jika mau menjadi teman yang baik, jika mau membantu teman, bantulah yang membuatnya kuat, bukan justru yang membiarkannya tetap, bahkan semakin lemah. Kasihan teman kita itu, tidak akan punya daya juang, tidak akan punya daya tahan. Alih-alih membantu teman, eh justru nyusrukkin teman. Prinsipnya bukan melulu "yang waras ngalah" karena ini memang bukan sedang di RSJ.

I'ts such a shame to waste time. We always think we have much of it.

Really no, pretty girl :)

Kisah Coass #7 "Must Do"

Gambar

Endapan

Tandon air di kontrakan belum pernah saya bersihkan. Saya sedikit malas dan banyak takut untuk mencapai genteng kontrakan. Gegara demi mencapai genteng, cuma bisa diakses dengan tangga bambu. Saya berani naik, tapi takut turun! Wow, what a visioner i am. Berfikir sampai beberapa tahap ke depan. Hm... Dulu ketika saya masih putih abu2, ummi saya bilang kalo saya termasuk anak yang visioner. Dan sekarang saya baru agak2 merasa bahwa saya memang visioner.  Untuk itu, terima kasih tandon air, genteng, dan tangga bambu. *huekekekkk. Setteress* Praktis, si tandon air tidak pernah saya kuras dan sikat. *poor you. Puk2..* Maka setiap saya mengisi bak mandi ketika isi tandon sudah menipis habis, akibatnya butiran pasir, kepingan hitam, dan lembaran daun kecil pun ikut meramaikan bak mandi saya. “Ck... Ah!” 1 detik pertama pasti saya menggerutu, lalu di detik berikutnya, tangkas tangan saya mematikan keran. Dan air masih menggelombang. Seperti siang ini, rutinan itu kembali ter...

Kisah Coass #5 "Berasa Amoeba"

Saya punya satu berita baik dan satu berita buruk. Mulai dari berita baiknya dulu, ya. Saya lagi di stase yang selama ini saya nanti2kan, yaitu interna. PENASARAN. Penasaran aja sama efeknya stase  ini ke saya. Bikin saya makin dokter apa ga. #ih.sokyes.haha Oke, sekarang berita buruknya. Berita buruknya adalah saya sudah di awal minggu kedua interna. Problem gituh? Iyaaaaa, pake telornya dua. Maksudnya iya, pake banget. Karena saya belum dapet apa2 selain tau DURCE itu apaan. Selain tau bagaimana cara dapet tabung EDTA-clot-sitrat pas jaga. Selain tau paket IGD dan paket post hemodialise itu bedanya apa. Ga banget, kaaan? Jadi ga heran kalo kalian lemparin saya lembaran dolar sambil teriak2 kalo saya itu  penipu. Bilang penasaran sama interna, tapi woles banget progressnya.

Kisah Coass #4 "Mengakui Keluputan"

Salah satu yang saya suka dari stase bedah adalah diperbolehkannya coass ikut CC (case conference) pagi residen. WoW! Berasa jadi kucing piaraan yang dikasih makan ikan paus. Pasti heppilah! #garuk2 sofa Oke, apakah CC itu? Kurang lebih CC adalah ajang melapor ke konsulen dan mendiskusikan kasus2 pasien yang datang ke IGD ketika jaga malam. Bagaikan taman bunga yang bakal banyak banget kupu2 yang beterbangan di dalamnya, CC juga sama. Banyak banget ilmu yang beterbangan di dalam CC. Tinggal coass dan residen yang hadir bawa jaring2 atau ga buat nangkepin kupu2 ilmu yang beterbangan di situ. Yang fokus dan mencoba memahami, ya bakal pulang dengan keranjang terisi. Yang ngantuk2an –bahkan tidur- dan ga peduli dengan isi CC, ya bakal pulang dengan kepala dan hati hampa. Sudah begitu ditambah merutuk, “ah, CC residen ketinggian buat coass. Mending ngamko.” Jreeenggg. Yang ngomong gitu kaya orang yang ngempet nafas padahal bisa nafas sepuasnya.

Kisah Coass #3 "Legendaris"

Minggu ini adalah minggu terakhir di stase bedah. Rasanya resah2 gimanaaa gituh. Takut bakal kangen :P Sejujurnya, dulu, stase bedah adalah stase yang paling ga mau saya masuki. Lihat kepala bocor dan kaki ketusuk paku aja saya jeri, apalagi lihat yang lebih dari itu. Tapi setelah melaluinya, jerengjereeeeenggg... saya sangat menikmati dan suka pake banget dinamika yang ada di bedah. Seru! Dinamika di sini paling oke dibanding stase lain yang pernah saya lewati. Iya sih seru. Tapi tenkyu very much deh kalo saya disuruh kembali ke bedah. Oke, saya punya tebak2an.. apa persamaan stase bedah sama nikah? Sama2 belakangnya “ah”? ih, cetek amat sih jawabannya :P buat saya, persamaan stase bedah sama nikah itu adalah sama2 hal yang cukup dilakukan satu kali saja dalam hidup. Hahaha. Krik.   #so krispi .

Kisah Coass #2 "Dewasa"

 Suatu tengah malam, di IGD... Boy        : Saya ngisi di kertas hijau ini, Pak? Tapi saya lupa, saya lahir tahun 2002 atau 2003. Coass jaga malam itu mendengar dan tertarik untuk menghampiri sumber suara. Coass    : Kamu sama siapa ke sini, mas? Boy        : Sama ibu saya, Mbak. Coass    : Ada apa memang? Boy        : Ibu saya sesak nafas, Mbak. Padahal baru saja pulang dari cuci darah. Sesaknya ga hilang2. Coass    : Ke sini naik apa tadi? Boy        : Naik angkot umum, Mbak. Coass    : # w o w anak ini# Kamu hebat sekali, mas.

Sok Jagoan

Gambar
Saya sering diberi nasehat atau apalah semacamnya. Tapi sering pula saya tidak mematuhinya. Mungkin kejadiannya juga sama dengan kamu. Mungkin loh, ya. Saya ga nuduh. Kalo ngaku ya bagus. Kalo ga ngaku ya lebih bagus. Berarti yang bengal di dunia ini saya doangan. Dan yang selanjutnya eval siapa? Mostly, justru si pemberi nasehat. Mereka bertanya2, kenapa saya masih bengal? Kenapa saya kebal? Lantas mereka tak henti belajar; bagaimana menyentuh hati, bagaimana ampuh menasehati, bagaimana sabar, dan bagaimana2 yang lain. Ternyata bukan melulu salah si pemberi nasehat. Mereka sudah melakukan “ tugas ” mereka sesuai dengan standard of procedure. Mereka juga sudah meninggikan antena2 hati mereka untuk bisa menangkap frekuensi hati saya. Bahasa gampangnya, mereka sudah mencoba mengerti saya. Tapi sayanya aja yang bengal, butek, dan ko r slet. Sehingga saya tetap tidak menyambut nasehat itu.

Wirajuda

Gambar
Purnama kali ini sangat terang. Bulat penuh, putih kebiruan. Hassan bisa puas menatapnya dari kaca jendela bis malam yang ia naiki. Sudah hampir berganti hari, tapi ia belum juga bisa tidur, mengantuk pun tidak. Ia melirik pria paruh baya yang duduk di sebelahnya. Ternyata sudah berpindah. Berpindah ke alam mimpi. Bosan Hassan memandangi purnama, ia menutup matanya. Mencoba untuk tidur. Detik 1, detik 2, dan di detik ketiga ia membuka matanya kembali. Menatap purnama lagi. Pikirannya kini melukis memori tentang Wirajuda, sepupu yang akan menjemputnya esok pagi di terminal Lebak Bulus.

Sidang

Gambar
  Alhamdulillah... akhirnya!! Tanggal 16 Agustus 2011 besok akhirnya saya ujian final skripsi. Sesuatu yang seharusnya terjadi pada tanggal 16 Agustus 2010. Dan seharusnya sesuatu yang lain bisa saya lakukan pada 16 Agustus 2011 besok, misal jaga coass di RS Moewardi di stase apa gitu. Tapi well... ini adalah hasil yang saya tuai dari benih yang saya sebar. Tidak ada penyesalan apa pun tentang hal yang terjadi dulu, kecuali satu hal; yaitu manajemen emosi. Seperti yang dulu juga pernah saya katakan. Memang... waktunya saya bukan tanggal 16 Agustus 2010, tapi 16 Agustus 2011. Sudah tertulis. Dan sudah tertulis juga jalan yang harus saya tempuh adalah jalan yang seperti kemarin saya telah tempuh. Seperti apa? Ada ceritanya di bawah. Dulu... ketika masih aktiv menjadi “mahasiswa”, saya suka minta boleh nyelip di antara rapat para dosen dan birokrat FK. Dalihnya sih untuk ngasih pertimbangan dari hasil analisis mahasiswa. Karena angkatan saya, 2007, sebagai tahun pertama KBK FK UNS...

Kesehatan Sosial

Gambar
Sebagai mahasiswa kesehatan, baik itu yang nantinya akan berprofesi sebagai dokter, perawat, maupun ahli gizi, tentunya kita mengalami berbagai tantangan yang berbeda-beda sesuai dengan profesi masing-masing. Namun, kita menghadapi kondisi yang sama saat ini, yaitu kondisi bangsa yang belum sehat secara sempurna, yaitu tren sakit fisik-mental-sosial yang masih mengkhawatirkan, khususnya sakit secara mental dan sosial, yang apabila dibiarkan maka tidak lama lagi kita akan menyaksikan kengerian di depan mata. Sakit mental dan sosial akan menggeser budaya bangsa yang selama ini terkenal dengan sifat-sifat kebaikannya. Sifat gotong royong, toleransi tinggi, dan lain sebagainya, hanya akan menjadi sejarah. Para dokter dan tenaga kesehatan lainnya harus berkontribusi untuk mencegah terjadinya hal ini. Dokter dan tenaga kesehatan harus merevitalisasi peran komprehensif pengabdiannya. Kontribusi pengabdian dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk penyehatan fisik harus dilak...

Etika Kedokteran Islam

Gambar
Pada zaman yang kian berkembang ini telah banyak terjadi berbagai macam kasus yang memperburuk nama banyak dokter. Beberapa di antaranya mungkin dikarenakan oleh sikap dan perilaku seorang Dokter dalam menghadapi dan melayani pasiennya. Oleh karena itu, dalam bertugas dan bekerja, seorang dokter memerlukan suatu etika untuk menjalankan profesinya. Agar dapat tercapai suatu keserasian, kecocokan dan komunikasi yang baik antara Dokter dengan pasien dan lingkungannya. Dalam hal ini kita membahas tentang etika dokter muslim. Dalam etika kedokteran islam tercantum nilai-nilai bahwa Qur’an dan Hadits adalah sumber segala macam etika yang dibutuhkan untuk mencapai hidup bahagia dunia akhirat. Etika kedokteran mengatur kehidupan, tingkah laku seorang dokter dalam mengabdikan dirinya terhadap manusia baik yang sakit maupun yang sehat. Etika kedokteran islam terkumpul dalam Kode Etik Kedokteran Islam yang bernama Thibbun Nabawi, yang mengatur hubungan dokter dengan orang sakit dan dokter d...

Sisi

Gambar
Berubah. Tidak akan ada ini. Tidak akan ada itu. Tidak ingin. Cukup. Tidak akan ada kata-kata yang keluar. Tidak ada. Berat. Sedih. Ga suka. Hipomania. Menghindar. Gejala minor. D-ep-r-es-i. Am I? Labirin. Tak terungkap. Terlambat. Sudah kronis. Dari 1 tahun yang lalu. Api dalam sekam.

Baru Tobat!

Gambar
Insya Allah saya akan ujian proposal skripsi tanggal 21 Juni 2011. Malu sebenarnya, di usia menginjak 22 tahun masih saja harus mengurus skripsi. Tapi yaa.. itulah yang terjadi :) kelulusan lebih lambat dari teman2 yang lain adalah konsekuensi yang harus saya terima. Bayangkan saja.. seluruh tanggungan akademis saya sudah usai di semester 7. Kecuali satu hal. Ya, skripsi. Semester 8 resmi kosong tanpa urusan akademis. Well.. menyesal? Jelas. Sepertinya ini pengalaman pertama saya "kacau" seperti ini. Saya bukan menyesal karena saya melakukan hal-hal luar biasa di waktu kemarin, sehingga skripsi saya belum kelar. Bukan. Saya justru bersyukur memiliki kesempatan dan interested di banyak hal, yang insya Allah baik. Ya.. Hanya satu yang saya sesali... Sikap menunda-nunda :) Saya semakin menyadari.. bahwa saya tidak bisa hidup sebagai seorang procrastinator. Mood bisa hilang. Dan semakin asyik masyuk dengan hal-hal yang sedang saya tekuni. Totalitas membabi buta. Terim kasih,...

Politic

Gambar
POLITICS isn't about  big money or power games ;  it's about   the improvement of people's lives    (Paul Wellstone)

Saya

Gambar
PENING LUAR BIASA!

Permulaan 2011

Gambar
Well... Kenangan adalah sesuatu yang terkristalkan di otak agar tidak punah oleh desakan pikiran lain yang serakah meraup tempat... 2010 adalah kenangan. Ya, karena 2010 sangat pantas untuk dijadikan tahun kenangan. Sangat dinamis. Yup, buat saya. Membaca ulang halaman ini, tentang saya dan rencana saya di tahun 2010, membuat berkaca2. Inilah rasanya bahagia yang tak sempurna... Inilah rasanya sedih yang terliputi rasa syukur... Saya tau bahwa 2010 saya jauh dari kata sempurna, tapi sungguh ia luar biasa. Alhamdulillah... Urusan skripsi yang babak belur, kuliah semester 6-7 yang hasilnya ga saya banget (bukan nyontek kok maksudnya, saya tetap selalu berusaha tidak curang), hm.... saya tau saya harus move on. Saya mau jadi dokter, saya tau kalau mau jadi dokter harus menyelesaikan itu semuanya.  Otak saya sekarang penuh dengan kata skripsi. Tertawa saya ga pernah puas karena ada skripsi. Tangis saya selalu menyenangkan karena ada skripsi. Kemarin sore saya ditanya kapan sidang ...

For Me, For You, For Us.

Gambar
Perbaharui kapalmu, karena samudera yang akan kau arungi sangat begitu dalam dan luas. Siapkan bekalmu, karena perjalanan yang akan kau lalui sangat begitu jauh. Turunkan bebanmu, karena bukit yang akan kau daki begitu tinggi. Ikhlaskan pekerjaanmu, karena hakimnya nanti adalah Yang Maha Melihat.