Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Gambar
17 Februari 2015 Benar saja, keesokan sorenya, ummi, abi, maskodok, dan  istri mendatangi rumah yang ditaksir. Dan Alhamdulillah, penilaian Abi dan Ummi terhadap rumahnya positive. Bahkan Abi sampai tidak jadi menawar harga rumah. Waddduh! *tepok jidat* Mungkin karena benar2 sudah lihat lokasi, kondisi rumah, dan tau kalo rumah sekitar situ banyak dijual sampai 1-1.5M. Abi hanya bilang, “Bagus. Pemilik rumahnya juga keliatan orang baik dan jujur. Yaudah.. bicarain lagi aja sama Mas Donnynya kalo kalian emang suka.” Perasaan maskodok dan istri campur2 banget saat itu. Mereka memang suka dengan rumah dan pemiliknya, tapi bingung bagaimana cara bayarnya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Maksudnya gini, maskodok dan istri ingin semua pihak sama2 puas dan senang. Pihak maskodok dan istri ridho, pihak mas Donnynya pun ridho. Ga ada yang merasa terugikan sedikitpun. Uwuwuwuwuwuuuuuuu.. Akhirnya mereka saling menyemangati dan menguatkan. Bismillah, maju terus.Oh iya.. intermezzo. Dulu ada …

Rumah #5 : Kesan Pertama

Gambar
Rumah yang sempat dilihat istri maskodok sangat beragam; baik yang dinilai dari segi lokasi, kondisi, dan harga rumah. Ada yang menghadirkan ekspresi, “oooh..”
Ada yang cukup dengan,”hm..”
Ada yang, “alamaaaak..”
Bahkan ada yang, “happppaaaaah??” *kaya gayanya Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu* Tapi tenang tenang… ekspresi2 itu hanya menari2 di dalam pikiran istri maskodok saja kok. Ekspresi wajah yang keluar hanya sebatas senyum2 ceria. Kan ceritanya lagi behave, walau sebenarnya similikiti. *oposih* Namun ketika diantar oleh seorang agen bernama mbak Novi ke sebuah rumah di Griya Bintaro Estate di sebuah senin yang cerah, ekspresi istri maskodok langsung, “kandaaaa wawawawaaaaa kandaaaaaaa…” Yang biasanya video rekaman baru dilaporkan ketika maskodok sudah pulang kerja, tapi kali itu istri maskodok ga tahan untuk ga ngeshare video, denah, dan lokasi saat itu juga. Betapa tidak? Rumah tersebut memiliki semua spesifikasi yang mereka inginkan. Bahkan beyond. Beyond banget. LOKASI

Rumah #4 : KPR

Gambar
Istrinya maskodok, yang masih (tampak) similikiti, hepi banget karena maskodok memberikan space yang longgar buat dirinya untuk involve dalam perjalanan pencarian rumah ini. Mulai dari renegosiasi rencana ke maskodoknya sendiri, bertingkah sok tua dan sok meyakinkan ketemu dengan agen dan penjual rumah yang usianya 2-3kali lipat di atas dirinya, sampai ke pencarian informasi tentang KPR, dan proses selanjutnya.Jika istri maskodok mau ongkang2 kaki saja, cuma terima hasil jadi, sebenarnya bisa2  saja kok. Maskodok cukup mengerti dan cakap dalam melakukan banyak hal- termasuk urusan rumah ini. Tapi  jiwa selalu mautauaja dan mauikutcampur istri maskodoklah yang butuh media penyaluran. Dan Alhamdulillah, maskodok sangat mengerti kebutuhan istrinya itu *nyusahin emang dia bahaha* Tentang KPR, awalnya, istri maskodok ga ngerti sama sekali. Blas. Dan jika istrinya mau tanya langsung ke maskodok sebenarnya bisa aja, tapi kok ya dirasa kurang greget. Diskusi mana enak kalo yang satu pihak itu…

Rumah #3 : Mencari Calon Rumah

Gambar
1. Tentukan spesifikasi rumah yang dicari.Menurut maskodok dan istri, menentukan spesifikasi rumah yang dicari adalah bagian pertama juga utama dalam pencarian rumah. Spesifikasi maskodok : a) Luas tanah di atas 100m2, luas bangunannya kecil aja gapapa, kondisi bangunan jelek gapapa. b) Dekat dengan stasiun KRL. c) Harga 500-800juta. d) jalan depan rumah muat untuk mobil lewat. Poin ini penting jika rencananya akan mengambil KPR. Spesifikasi istri maskodok : a) Bintaro. b) Bintaro. c) Bintaro. d) Bintaro. Muehehehe. *plakk!*  
2. Mencari RumahBanyak jalan menuju Mekkah, begitu pula banyak jalan treasuring rumah. Ini yang mereka tempuh : ● Web.
Web yang paling sering diakses : (www.rumah123.com)
Tinggal masukkan spesifikasimu di baris pencarian, maka voilaaa! Akan muncul foto + deskripsi singkat tentang rumah yang dijual. Misal : “Rumah mungil untuk kantong mungil. LT : 100m2, LB : 36m2. Lokasi strategis, 10 menit dari kelurahan, 5 menit dari tukang mi ayam, 3 menit dari tukang pulsa…

Rumah #2 : Kesepakatan dan Kenekatan

Gambar
Sebenarnya: Sungguh setiap keluarga tidak wajib memiliki rumah sendiri- atas kepemilikan pribadi. Tidak ada kewajiban atas itu. Kewajiban suami kepada istri dan kewajiban istri kepada suami adalah hanya saling melindungi; dalam aspek yang luas namun terbatas. Jadi bagi yang masih mengontrak rumah, atau tinggal di rumah bapak ibunya, atau memang memutuskan menemani mertuanya, kalian tetap sah sebagai sebuah keluarga yang hebat. *hormat sepenuhnya*
~~~~~~~~~~~~~~~~~Rencananya beli rumah tahun keempat pernikahan, kok tahun ketiga malah sudah terbeli (baca : sebagian hutang)? Kok bisa?   Ini bermula dari kegelisahan istri maskodok. Kegelisahannya bukan berasal dari irihati dan dengki melihat orang2 lain yang sudah memiliki rumah, bukan. Melainkan karena selepas sumpah dokter, istri maskodok sempat punya waktu selo untuk mempelajari dan memikirkan banyak hal lainnya; termasuk rumah. Begitu tau, jawdrop! Harus reschedule, pikirnya.   Loh? Kenapa terkesan  istri maskodok yang memulai memikir…

Rumah #1 : Rencana

Gambar
Rencana Allah vs Rencana kita Aku termasuk orang yang mengimani :
“Rencana Allah adalah rencana yang terbaik.  Selalu yang terbaik, karena Ia adalah kombinasi dari Maha Tau dan Maha Penyayang. Di satu sisi, Ia ga pernah salah- ga pernah tidur-  dan tau segalanya. Di sisi yang lain, Ia Maha Penyayang; selalu baik dan ga mungkin nakalin, ngisengin, apalagi jahatin hambaNya.”   Makdarit.. Jika rencanaNya precisely match dengan rencana kita, bersyukurlah.
Namun jika rencanaNya berbeda dengan rencana kita, yuk lebih, lebih, dan lebih bersyukur lagi.Loh, kenapa? Kok gitu?
Karena aku yakin, sebenarnya kita sedang diamankan dari apa2 yang buruk jika rencana kita itu justru malah kejadian- yang kita gatau apa- yang di luar perhitungan kita.
Atau karena kita sedang dianugerahi apa2 yang jauh lebih cocok untuk kita – yang akal kita kadang suka ga nyampe – yang sering di akhir2 kita malah ngucap “Alhamdulillah.. blessing in disguise euy.”   ♥ Misalnya maskodok.   Ketika ditarik ke Jakarta tahun 2…