Mengigau Tentang Cinta



Tafakurilah: cinta adalah kekuatan. Cinta bukan kesalahan, dan tak salah dia menamakan dirinya energi. Bersama cinta, kekuatan terpancar sempurna. Bernafas seperti dihidupkan. Memompa yang usang menjadi terjang. Menyemangati otot, tuang, darah bukan main derasnya. Menyemai benih2 yang lebih marak dari jamur pada musim basah. Hati akan melangkah lebih kapas dan riang. Cinta mewarnai manusia dengan pelanginya sendiri. Pelangi kombinasi yang berwarna lebih dari tujuh, lebih indah dari shubuh.

Akui saja: cinta adalah kekuatan. Kuat dan tangguh. Hebat! Banyak orang angkat tangan setelah setengah mati berusaha membumihanguskannya. Cinta itu panas dan lebih bara dari api. Salah strategi! Sesungguhnya orang yang tak pernah mengenal cinta tidak akan bisa mengalahkannya. Cinta hanya bisa diatasi, tapi bukan dengan menyalib nyawanya. Jikalau manusia berhasil membunuh cinta, itulah tragedy. Hidup tanpa cinta? Kurang waras. Kurang empati memutuskan untuk berhenti merasakan. Itu contoh buruk keinsanan yang menguap. Allah menghukumnya karena telah terlalu sombong dan ini bukan sama sekali hal yang patut dibanggakan.

Berhati-hatilah: cinta adalah kekuatan. Tapi ada kalanya cinta menjadi titik lemah dan tolol yang paling disukai setan. Iblis sangat kreatif menyalahgunakannya. Tapi cinta murni tidak akan pernah disalahgunakan. Hanya cinta tertinggi yang sanggup mengalahkan cinta bernafsu. Hanya cinta yang dapat mengalahkan cinta.

Tersenyumlah: cinta adalah kekuatan. Cinta juga sarang kesedihan. Terkadang, dia tak lebih manis dari ampas jamu. Lebih maja dari empedu. Cinta bukan terdiri dari huruf C saja, tapi ada I, N, T, dan juga A. maka terimalah cinta apa adanya. Sabar, seluruh komponennya. Risiko memang ada, memang niscaya. Tapi percayalah: untuk semua yang bernama cinta, akan ada ganjarannya. Setimpal; sesuci apa, selurus apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!