Sarang Kodok #1 : Persiapan Isi Rumah

Bismillah... Sekarang sudah sampai pada milestone selanjutnya; merenovasi dan mengisi sarangkodok. Karena maskodok dan istri sempat LDM-an selama satu tahun pasca beli rumah, maka ada jarak waktu yang mereka miliki antara membeli rumah dengan mengisinya. Alhamdulillah... Lumayan banget untuk breathtaking :)  
.
Di dalam jeda satu tahun, bukan berarti maskodok dan istri santai2 saja, tidak melakukan apa2 sebagai langkah mengisi rumah. Tak tak tak. Walau tidak banyak, ada beberapa hal yang dilakukan. Berikut ringkasannya :
.
1. Survey
Untuk pasangan yang masih awam dan perlu banyak "perhitungan" *wkwkwk..*, perlu banget untuk melakukan tahap ini ke tempat2 terkait. Biar nanti ga kaget, bisa menyesuaikan antara idealita dan realita, dan terhindar dari langkah2 yang tidak tepat *oposiiiih*. Kudu bangetlah untuk tau keadaan. Biar ga mentah, biar ga tong kosong, biar persiapannya adekuat, dan ga kecewa di kemudian hari. Hehe.  
.
Gih dah survey kasar2an dulu; ke electronic city, home solution, pongs, ikea, mitra10, depo bangunan, ace hardware, pasar, dan yang jenis2nya seperti itu tergantung kebutuhan. Kalo di tahap2 survey gini, yang dibutuhin istri maskodok biasanya kamera HP dan meteran sih. Tapi biasanya di toko2 sejenis itu, salesnya sudah menyediakan meteran jikalau kita butuh ukur2. Tinggal modal kamera HP aja, kalo ada yang kiranya cocok, tinggal capture bentuk dan tag harganya.  
.
2. Diskusi sama pasangan.
Karena bisa saja keinginan suami dan istri beda2, bisa saja kebutuhan suami dan istri beda2, maka tahap diskusi inilah yang akan paling berperan. Diskusi dan penyesuaian pandangan butuh banget untuk meminimalisasi konflik di kemudian hari. Selain itu, dengan adanya suatu kesepakatan, maka langkah atau gerak selanjutnya juga akan lebih sinergis. Ga random gitu, dan saling pundak memundak.  
.
Di fase ini, maskodok dan istri sepakat mengisi rumah secara totalitas, namun bertahap. Maksudnya apa tuh? Kan ada tipe pasangan yang memilih untuk mengisi rumah dengan lengkap, walau bukan dengan barang2 favorit mereka. Tapi maskodok dan istri sepakat sebaliknya; ada triase dalam proses isi rumah. Ada yang prioritas merah, kuning, dan hijau. Tapi untuk masing2nya, dilakukan resusitasi paling adekuat yang bisa dilakukan.  
.
Sebagai contoh, prioritas maskodok dan istri di tahap pertama adalah renovasi dapur dan kamar mandi. Jadi... Yang nanti akan didapatkan pertama kali adalah dapur impian dan kamar mandi impian. Tahap dua misalnya kamar tidur, ruang keluarga. Dan seterusnya. Masing2 tergantung kebutuhan dan selera si empunya rumah. Jangan heran jika nanti di awal2 main ke sarangkodok, dapurnya sudah lumayan, tapi ruang tamu masih kosongan, dan kondisi kamar tidur yg ala kadarnya banget :) ndakpapa... In syaa Allah dinikmati prosesnya. Belajar mandiri pelan2.  
.
3. Buat rencana anggaran
Yaudah ditulis aja hasil diskusinya. Nanti akan tergambar kebutuhannya berapa. Disesuaikan juga dengan hasil survey yang sudah dilakukan. Ini gunanya survey, biar nyusun anggarannya ga mentah. Kalo belum survey, bisa salah duga. Bagus kalo dugaannya kelebihan (targetnya misal 5 juta, tapi realcon-nya cuma 4 juta). Yang repot kan kalo spek yang kita inginkan realpricenya 5 juta, tapi kita cuma siap2 3 juta. Lumayan kurang ideal sih kalo taunya belakangan :)  
.
Ketika merencanakan anggaran, diskusi bakal tetap jalan, bahkan kemungkinan tambah seru. Kompromi2 akan sangat dibutuhkan di sini. Selama ini, maskodok dan istri memiliki fungsinya masing2; maskodok memegang fungsi kontrol kualitas, sedangkan si istri memegang kontrol selera dan harga. Gas, rem, gas, rem.. Gitu :)  
.
Misal : untuk kompor, maskodok dan istri sepakat untuk pakai freestanding cooker karena beberapa alasan. Nah.. Sebagai pemegang kontrol kualitas, maskodok mengharuskan kompor yang dibeli ada pengaman kebocoran gas di tungku atas maupun di oven, harus yang gridnya iron cast (lapis baja), dan bahan kabinetnya stainless. Selanjutnya istri maskodok yang menentukan, butuh api oven atas bawah yang bisa nyala berbarengan atau tidak, lebih suka letak gas di luar atau di dalam, perlu blower oven atau tidak, dst. Selain itu, kontrol hargaaa! Kalo sudah yang over budget, jangankan dipegang, dilirik pun tidak akan oleh istri maskodok. *sadis*    
.
4. Manfaatkan momen sale.
Di waktu2 strategis, toko2 suka clearance barangnya gitu, kaaan... Kalo spesifikasinya cocok sama kita, kenapa enggak pakai barang diskonan atau clearance? Jujur saja... Maskodok dan istri sangat memanfaatkan momen sale. Pastikan saja kalo kualitas barang yang disale itu oke, dan sesuai dengan selera kita :) momen2 penting buat hunter2 kaya kita, misalnya independence day dan year end sale.  

5. Sering2 mampir ke toko fisik dan online shop
Maskodok dan istri emang sukanya bolak-balik untuk sekedar lihat2. Seringnya sih pergi dengan tangan kosong, tapi pulangnya juga dengan tangan kosong. Haha. Cuma buat nambah info dan ide2 aja. Tapi akhir2 ini, karena sudah mendekati waktu renovasi, sudah ada yang cicil2 dibeli; seperti keramik, toilet, dan keperluan dapur dan kamar mandi lainnya.  

Selain toko fisik, maskodok dan istri juga sangat memanfaatkan onlineshop; kaskus, olx, bukalapak, instagram, dan onshop2 lainnya. Selain memudahkan, banyak juga kan barang2 onshop yang spesifikasinya cocok dengan kita, tapi harganya lebih murah dibanding di offlineshop? Kalo ragu, bisalah COD. Emang untuk beberapa barang kita butuh elus2 barangnya dulu baru kita mantap untuk membelinya, ga puas kalau hanya lihat katalog atau foto, terutama barang2 elektronik atau barang2 lain yang harganya cukup pricey, ya.  

Oke, segini dulu ceritanya. Maturnuwun dan mohon maaf atas segala kesalahan. Happy hunting :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR