Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Halo, assalamu'alaykum. Seperti yang sudah istri maskodok janjikan di IG (@mulkirakhmawati, ia akan sharing perjalanan hunting kompor dalam rangka mengisi sarang kodok.
.
Pertama, maskodok dan istri belajar dulu tentang tipe2 kompor.
Banyak ya ternyata jenis2nya, yang sementara ini istri maskodok tangkap :
1. Kompor gas.
Yang jenis gini memerlukan meja atau sejenisnya untuk memangku si kompor. Akan mudah sekali mindah2in kompor ini. Oke untuk semua jenis dapur sih kayanya, terutama dapur rumah tangga. Cocok untuk yang sudah menetap, apalagi yang sering pindah2 (pegawai kementerian keuangan for example, haha) atau yang masih ngontrak. Untuk diajak tarung masakan, cukup bakoh juga tampaknya kompor ini. Dan kalo ga salah, jenis ini punya 1-2 burner.

.
2. Kompor gas built in.
Modern dan minimalis adalah kesan pertama yang ditangkap istri maskodok setelah melihat jenis kompor tanam (built in cooker). Sesuai dengan namanya juga, tanam; kompor ini tertanam di kabinet kitchen set kita. Ada yang 1, 2, 3, dan 4 burner. Kompor ini kurang fleksibel, dalam artian tidak bisa dipindah2 posisinya, kecuali kitchen setnya juga disesuaikan. Bahan alasnya ada yang terbuat dari stainless steel, ada juga yang terbuat dari tempered glass. Istri maskodok sih ngerasanya kasihan kalo kompor ini diajak ngerodi masak, ga tega gimana gitu. Kalo buat masak yang sebentar2 aja seperti numis, nggoreng, atau bikin lauk apa gitu yang ga lama2 banget sih kayanya ga masalah. Tapi kalo buat bikin rendang, atau ketupat, istri maskodok mikir2 deh. Bisa sih mungkin ya, tapi kok ga tega (?). Banyak banget tapi rumah tangga sekarang yang memakai built in cooker ini. So, bagi kamu yang merasa hob ini bagus dan cukup memadai, go ahead :)  

.
3. Kompor freestanding/ freestanding cooker.
Kompor ini ga butuh bancik-an (pemangku, red) lagi untuk operasionalnya, karena sudah setinggi yang kita butuhkan untuk memasak. Bagian atas adalah burner/tungku memasak dan bagian bawahnya adalah oven, ada juga yang memiliki space untuk tempat gas. Kelihatannya, kompor ini lebih bakoh bin garang untuk membuat dapur ngepul dalam waktu yang lama dibanding built in cooker. Mindah2innya juga relatif lebih mudah. Cuma yaaa... memang ada rupa, ada harga. Siap2 saja rogoh kocek yang lebih dalam bagi yang naksir sama freestanding cooker ini.  
.
4. Kompor induksi
Butuh induksi listrik untuk menyalakannya. Untuk awalan, kompor ini butuh daya yang lumayan besar sih katanya. Dan tentu, semakin lama penggunaan kompor, jumlah tagihan listrik kita juga akan semakin semarak. Haha. In my humble opinion, kompor jenis ini kurang cocok gitu untuk tipe masakan orang indonesia yang  butuh nangkring di atas kompornya lama. Jadi memang harus dipertimbangkan matang2 kalau ingin memakai kompor jenis ini. Tapi oke banget kalo emang kompor ini difungsikan di dapur bersih, cuma buat masak2 bentar. Ada yang tipe built in, ada yang portable juga tampaknya.  
.
5. Kompor listrik.
Yaaa..kurang lebih sama dengan kompor induksi pertimbangannnya :)  
.
Kedua, tentukan jenis kompor.
Setelah ngerecokin teman2 dan sodara2 buat nanya2in pengalaman mereka, istri maskodok nyari2 info juga lewat review2 dan forum2 emak2 yang ada di internet. Setelah itu, istri maskodok "presentasi" di depan maskodok tentang apa yang sudah diketahuinya dan apa yang ada di pikirannya. Haha. Lalu...diskusilah mereka (bocoran: diskusinya 5 menit, haha-hihinya 3 jam).
Maskodok dan istri memutuskan untuk memakai freestanding cooker, karena : 
- cuma punya 1 dapur. Ga misah antara dapur kotor dan dapur bersih. Jadi kompornya 1 aja, so beli yang sekalian burnernya banyak.
- tipe keluarga yang senang ajak kumpul teman dan sodara. Maka itu, butuh kompor dan oven yang bisa diajak kerja keras. Haha.
- sudah dapet kompor dan oven. Ovennya lebih suka yang pakai gas, biar ga deg2an sama biaya tagihan listrik kalo lagi suka baking atau manggang.
- BIAR SEKALIAN AJA BELINYA, tapi cukup mengcover kebutuhan empunya. Kalo lagi males masak, cukup. Kalo lagi rajin masak, juga cukup. Kalo lagi pingin baking dikit, cukup. Kalo lagi momen lebaran, terus baking banyak juga cukup. Ada kan pastinya musim2 kita ingin masak/ngoven banyak? Biar sekalian terakomodir gitu ceritanya, ga bingung2 lagi, dan ga cranky karena kompor atau ovennya kecil.
- biar istri maskodok terpacu buat handal di dapur, ga hanya handal di... Ruang tv.  
.
Ketiga, tentukan standar kualitas, spesifikasi, dan harga.
Maskodok menentukan lebih dulu standar kualitasnya. Kalo keputusan beliau sih biasany sudah tidak bisa ditawar2. Standar kualitas yang maskodok tentukan :
- bahannya stainless steele Ini tujuannya biar awet dan mudah dibersihkan.
Selama hunting2 kemarin, istri maskodok pun baru tau stainless steele pun macam2. Ada yang SS 304, 302, dll.
- terdapat pengaman kebocoran gas di tungku dan di oven
Yaa.. Ini karena beliau orangnya sangat hati2. Jadi maskodok mewajibkan adany fitur pengaman ini. Fungsinya kalo ga salah, kalo gasnya keluar tapi tidak ada pantikan api, nanti fitur ini akan menutup aliran gasnya sehingga berhenti. Tapi tetap yaaa... Walaupun sudah ada pengaman kebocoran di tungku, tetap harus perhatikan regulator gasnya. Dia tetap yang utama :)
- grid / tatakan wajan terbuat dari iron cast
Kan grid/tatakan wajan ada yang terbuat dari enamel, semi cast, dan iron cast (lapis baja). Nah, maskodok ingin yang gridnya terbuat dari iron cast. Katanya sih lebih mudah membersihkannya dan hantaran panasny lebih baik dan stabil. Tapi kalau istri maskodok liat sih sebenarnya grid yang bahannya enamel dan semi cast juga cukup oke kok :)
- first brand : seperti modena, tecnogas, ariston, dll.
Berkaitan dengan after sales service sih kayanya kenapa maskodok lebih memilih first brand.   .
.
Nah... Setelah maskodok menetapkan standar, istri maskodok diberi keleluasaan untuk menganalisis kebutuhan dan seleranya di dapur.
- Butuh yang berapa burner?
- Mau yang ada tempat gasnya atau tidak?
- Mau fitur oven yang seperti apa?
- Sesuai ga sama budget kompor yang direncanakan?  
.
Akhirnya istri maskodok meyimpulkan :
- minimal 4 burner.
Karena akan hanya ada kompor ini di rumah.
- sekalian ada tempat gasnya.
Biar ringkas dan agak leluasa jarak tungkunya. Kalo ga ada tempat gasnya, biasanya ukurannya 60x60 untuk 4 tungku. Kalo ada tempat gasnya, ukurannya 90x60 untuk 4-6 tungku.
- oven yang diinginkan banget :
ada api atas, ada api bawah. Ada timer. Ada pengatur suhu. Nyalain apinya ga butuh pemantik api dari luar.
- Yang diinginkan tapi bisa ditoleransi :
ada atau tidak lampu oven, ada atau tidaknya rotissarie (fitur buat panggang ayam utuh/glondongan, dll), api atas oven bisa nyala berbarengan atau tidak dengan api bawah oven, ada blower oven atau tidak.
- budgetnya ga lebih dari X juta sudah dapet freestanding cooker + cooker hood (penghisap asap). Hayoloooooh, bisa dapet ga yaaa?
- jangan lupa tentang after sales service! Lebih baik pilih yang ass-nya bagus.  
.
Keempat, berburuuuuu!
Maskodok dan istri keliling2 lihat di electronic city, di electronic solution, di depo bangunan, di mitra 10, di showroom2 kompor. Ada brand Ariston, dengan Delizia sebagai second brandnya. Ada Modena, dengan Domo sebagai second brandnya. Ada Tecnogas, dengan Azalea sebagai second brandnya. Ada La Germania, dan banyak lainnya.  
.
Maskodok dan istri mengkerucutkan pilihan ke Tecnogas dan Modena, karena dengan spesifikasi yang diinginkan, harganya masih terjangkau. Bagaimana kalo Ariston? Harga 20juta saja masih pakai grid enamel. Trus yg pakai grid iron cast berapa dooong? Huhu.  
.
Istri maskodok melihat harga di electronic city lumayan kok. Harga di showroom malah bisa beda2 (amazing ya?). Sama2 showroom tecnogas, tapi harga di showroom pondok indah bisa berbeda dengan showroom malltaman anggrek, walaupun promonya sama.   Ketika muter2 kemarin, istri maskodok sebenarnya sudah pesimis sih bisa dapat FC di bawah X juta. Karena dengan spesifikasi yang diinginkan, tecnogas dan modena berada di harga 15-17 juta (setelah diskon skitar 30%). Istri maskodok menawar2 maskodok, bisakah standarnya diturunkan? Tapi maskodoknya bergeming. Belum kalah, belum ngalah. Kalopun ga bisa nemu yang harganya di bawah X juta, maskodok sepertinya lebih memilih untuk hajar saja bleeeehhhh *agak2 gila emang beliau*  
.
Dan memang... Jangan terburu2 kalau membeli sesuatu, kecuali kalau memang sudah butuh banget, yaa.. Incar momen2 diskon gede2an atau promo gede2an. Misal seperti year end sale. Kemarin tecnogas memberikan diskon 40% jika beli kompornya tanggal 31 des malam. Hehe. Dan jangan takut untuk tinggalkan nomer hp kita di salesnya, karena mereka akan inform produk2 baru mereka atau produk2 yang sedang diskon. Lumayan kan biar kita ga ketinggalan info? :)
.
Istri maskodok sih sempat dapat info kalo harga kompor di pertokoan sepanjang jalan fatmawati itu lebih miring dibanding electronic city dan showroom, tapi istri maskodok belum sempat membuktikannya kemarin. Hehe. Gimana kalo di glodok? Boleh sih. Tapi saran dari ayah, pergilah ke toko di glodok yang isinya satu brand aja atau toko yang isinya banyak. Mungkin bisa dapat harga miring juga. Kemarin sih istri maskodok ga sampai ke sana2. Lalu jadinya mereka dapat dimana? 
.
Hm... Jangan lupa untuk buka olx, kaskus, bukalapak, blibli, tokopedia, dll. Siapa tau jalan rezeki kita dari sana. Sama seperti maskodok dan istri. Mereka akhirnya mendapatkan freestanding cooker dari olx. Ada yang baruuu saja pasang iklan jual Modena freestanding cooker, seri urbana 3533, ketika maskodok searching2. Belum pernah dipakai, masih box, dengan harga X juta masih bisa nego. Langsung maskodok info ke istrinya untuk mencoba menghubungi seller.  
.
Long story short, maskodok dan istri COD ke rumah penjual si urbana. Dan benar, masih kinclong banget! Dicoba2 fitur2nya, alhamdulillah fungsional semua. Jadi sebenarnya si penjual membelikan kompor ini untuk istrinya berbisnis kue ketika istrinya memutuskan pensiun dini. Kenapa pensiun dini? Biasa. Sulit dapat baby sitter dan ART. So... Beliau memilih resign. Karena terbiasa beraktivitas di luar, si istri awalnya khawatir akan jenuh jika nanti "hanya" menjadi ibu rumah tangga. Maka muncul lah si urbana ini di kehidupan mereka.  
.
Tapiii... Kata si istri, ternyata menjadi ibu rumah tangga sudah banyak banget yang dilakukan, so... Rencana bisnis kuenya ga jadi deh. Si urbananya nganggur, lalu dijual deh. Dan karena mereka juga kayanya ga butuh duit, cuma biar manfaat aja, ketika maskodok nawar harganya, alhamdulillah mereka ngelepas kompor itu. Alhamdulillah...berbunga2 sekali rasanya waktu itu karena mendapatkan kompor dgn spesifikasi beyond dari yang diharapkan, tapi harganya under X juta. Masih ada sisa cukup banget buat cooker hood in syaa Allah! Alhamdulillah, rezeki ga kemana, tapi emang kudu dicari dan diperjuangkan dulu :)
.
Dan bagaimana sih si urbana ini?
- stainless steele dengan penutup atas tempered glass.
- grid iron cast
- 5 burner : 1 triple, 1 long burner, 1 large, 1 medium, 1 small.
- teradapat pemantik otomatis untuk burner, api oven atas, api oven bawah.
- terdapat pengaman kebocoran gas untuk kompor dan oven
- api atas dan api bawah oven bisa nyala dalam waktu bersamaan.
- lampu (+), pengatur suhu (+), rotissarie (+), ruang oven 60L
- ada tempat buat simpan gas
- dimensinya 90 x 60 x (85-90)
Yang tidak dimiliki si urbana seri ini adalah blower oven.
Gapapa... Sudah sangat alhamdulillah.
.
Mari kita berjuang bersama, my baby urbana! Temani aku dan keluargaku hingga tua yaaa. Awet2 sepanjang hayatttt :)

Komentar

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR