Mengelola Keuangan Keluarga #3 : Pembagian Porsi, Tunjangan Dadakan, Tabungan Cair



PORSI

Bicara tentang porsi, Misal 50-30-20. Maksudnya 50% untuk kebutuhan pasti, 30% untuk tabungan, 20% untuk happy2 (beli buku, jalan2, dll). Atau 60-30-10. Atau 60-20-20.

Kok angkanya terserah gitu? Iya, sekitaran itulah. Kebutuhan pokok 40-60%. Tabungan 20-40%. Untuk happy2 10-20%. Sesuai kondisi; punya angsuran rutin atau tidak, sudah memiliki anak atau belum, punya target keuangan apa di tahun tersebut, dll.

Trus fungsinya apa? Berkaitan dengan prioritas yang sudah kita bicarakan di atas. Misal, “ingin ngumrohin orangtua ah tahun depan!”, otomatis porsinya disesuaikan agar target tersebut tercapai.

                Cerita pribadi dikit, yaa.. (lah dari tadi kurang pribadi apa, Mul?)
Awal nikah dulu (kondisi : single income, belum memiliki angsuran, LDM) saya sempat menerapkan 50-30-15-5. 50% untuk kebutuhan, 30% untuk tabungan, 15% untuk happy2 dan kebutuhan mendadak, 5% untuk charity. Gampangnya ajalah. Hehe. Lalu evaluasi per bulannya, agar persentase tidak hanya sebagai tulisan cantik semata di agenda. Bagian mana yang kudu ditambal sulam? Biar bolongnya tidak semakin dalam.

Jika punya kewajiban angsuran (rumah dan kendaraan), alokasinya sebaiknya maksimal 40% dari total penghasilan keluarga. Maksimal banget untuk angsuran! Kalo lebih dari 40%, kayanya bakal nyekek banget deh. hehe. Ga kebayang benerann. 40% lain untuk kebutuhan bulanan. 20% sisanya untuk tabungan.


UANG TAMBAHAN / TUNJANGAN KINERJA

Wah, ini sih super menyenangkan, ya! Alhamdulillah. Pertama? Jelas keluarkan dulu untuk kaum yang harus kita bantu. Selanjutnya, terserah.

Jika sedang tidak memiliki kebutuhan dan keinginan khusus, ubah aja langsung jadi emas! Ga usah kebanyakan mikir, nanti ga jadi-jadi. Hehe.

Atau jika memang punya keinginan dan kebutuhan tertentu, silakan dipakai. Ini kan bentuk penghargaan dan penghiburan juga untuk diri kita. hehe. Tapi usahain 30% nya tetap masuk tabungan, ya. Kalo bisa loh, kalo ga bisa yaaa apa boleh buat! Hahaha. Saya dan suami pernah kok ngerasain habis2an, bahkan minus2an. Ketika momen beli dan renovasi rumah. Tenang, masa2 itu pasti berlalu. Hehe.

TABUNGAN CAIR

Berhubung saya orang kesehatan, saya dan suami memiliki pandangan khusus tentang tabungan cair, maksudnya tabungan yang kapan aja dapat dan gampang diambil. Kami merasa butuh setidaknya memiliki tabungan cair sebesar xxjuta/person yang dapat digunakan/dipinjamkan jika sewaktu2 keluarga membutuhkan. Sebenarnya syarat bisa masuk ICU aja sih. Gara2 saya sering meyaksikan pasien indikasi ICU ga bisa masuk ICU gara2 masalah uang. Sedih deh rasanya. Hiks. Ga pernah mengharap ini digunakan sih, tapi kami berusaha sedia payung sebelum hujan saja.

-bersambung-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!