Berlindung Sepenuhnya...

 Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazani
Wa a’udzubika minal ‘ajzi wa kasali
Wa a’udzubika minal jubni wal bukhli
Wa a’udzubika minal ghalabatid dayni wa qahrir rijal.

Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazani
Ya Allah bebaskan dada2 kami dari rasa yang menghimpit, dari ketakutan berbuat baik dan benar. Lepaskan kami dari kebingungan2 dunia dengan memberikan sinar pada pandangan hati kami kemana semua tujuan bermuara.

Ya Allah hapuskan pula rasa sedih di relung2 hati kami, tarik nafas ragu2 dari rabu2 kami. Berikan kami rasa sedih jika tak turut atas hukumMu. Tanamkan rasa sedih di benak kami jika tak mampu berjihad di jalanMu. Bentangkan rasa sedih di jiwa2 kami jika kami tak bisa menyeru uma kepada shiratMu, shirat AlMustaqim.

Wa a’udzubika minal ‘ajzi wa kasali

Kami berlindung dari kelemahan2 yang menelikung napas2 kami sehingga kami tak kuat berlari dalam perjuangan membela dienMu. Lepaskan belenggu2 kemalasan dari setiap langkah kami untuk menghadapmu. Umat harus dibangunkan dari kemalasan. Orang2 harus disadarkan dari kelemahan2. Kita kuat dan menguatkan, karena Allah dan untuk Allah.

Wa a’udzubika minal jubni wal bukhli

Ya Allah bebaskan kami dari sikap2 pengecut. Sikap2 pengecut yang hanya membuat umat ini lumpuh. Sikap pengecut yang hanya menyisakan kehinaan untuk umat ini, inilah yang harus kami buang jauh2, dan itu semua hanya dengan izin dan ridhaMu.

Ya Allah, bebaskan kami dari sikap bakhil yang hanya menodai titah2 dan jalan suciMu. Kami bertaubat, Ya Allah, dari segala bentuk kebakhilan.

Wa a’udzubika minal ghalabatid dayni wa qahrir rijal.
Dan ujung dari semua ini Ya Allah, hindarkan kami dari lumpur hisap hutang yang membunun ummat ini. Dan bebaskan pula kami dari dominasi kaum yang ingin menutupi kebenaran, yang tak ingin jalan menujuMu terbuka lebar. Pun bebaskan kami dari dekapan syetan yang membinasakan, membinasakan langkah kami, atau bahkan membinasakan keberkahan langkah kami.

Kami berlindung sepenuhnya kepadaMu, Yaa Allah…

Ya, kawan...
Tak ada kemuliaan tanpa hilangnya rasa takut kepada selain Allah. Karena itu, bakarlah ketakutan itu hingga jadi arang.
Tak ada kemuliaan tanpa habisnya rasa sedih. Dan hanya dengan berjuang dengan sungguh2 sedih akan terobati.
Tak ada kemuliaan tanpa dibunuhnya kelemahan dan kemalasan, karena kelemahan dan kemalasan hanya akan membuat kita tak lebih berharga dari kotoran.
Perangilah pula kepengecutan kita, karena dengan mengalahkan kepengecutan kita terlebih dahulu, maka musuh2 akan lebih ringan untuk dikalahkan.
Bakar saja rasa bakhil kita, bakhil atas harta, tenaga, waktu, pikiran, dan perasaan. Karena tak ada satu pun kemuliaan dunia yang berarti di sisiNya.
Sungguh berjuang segenap jiwa dan raga lebih berharga dari segunung emas Himalaya. Dan insya Allah dengan itu semua, insya Allah kita akan terbebas dari hutang2 yang menjerat leher2 kita, hutang materi, pun hutang tanggung jawab.
Dan itu semua hanya dengan izinMu, Yaa Malikul Quddus. Jadikanlah kami barisan yang kokoh, yang senantiasa berangkat dalam keadaan ringan, maupun berat…
Special tribute to Generasi setelah BERSATU.  
Tidak banyak yang BERSATU bisa berikan untuk kalian, karena kita sama2 makhluk, yang sungguh identik dengan keterbatasan. Tapi tenang, kalian punya Allah, yang punya segala2nya. Sumber kekuatan, kekayaan, keajaiban, dan semua hal yang mungkin kalian butuhkan sepanjang perjalanan kalian nanti. Mintalah padaNya, setiap hari… Ialah yang memiliki dan Ia jugalah yang memampukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!