Menguap

Kalo lagi ikut kajian islam kan kita suka  diingetin oleh panitia (atau sesama peserta)  kajiannya agar kita ga ngobrol atau make some noise lainnya. Hp juga dituntut dalam mode silent. Ya ga? Dulu saya sih telentelen aja, pikir saya : biar ga ganggu teman lain yang sedang ikut kajian juga kali, ya.

Tapi honestly, saya masih beberapa kali ~ err kadang ~ eerrr sering tergoda untuk ngobrol, ngejokes sama teman sebelah, bahkan bisa sampai cekikikk perlahan. (sekali lagi) pikir saya : asal ga ganggu teman yang lain, gapapa kali, ya. Wajar deh kayanya ice breaking bentar. #istighfar.  

Tapi ternyata ga sesederhana itu, gaes :(  

Dari surat alhujurat ayat 2 kita bisa belajar, dan alhamdulillah sempet dibahas oleh salah satu ustadz juga, bahwa kita ga boleh meninggikan suara ketika majelis ilmu Islam sedang berlangsung. Bukan hanya agar kita ga ngusik peserta kajian lainnya, dan bukan hanya agar kita ga jadi distraktor si pengisi kajian. Bukan hanya karena itu.  

Jika kita asik mengobrol, suka tidak suka, akuilah bahwa di saat yang sama kita sedang menomorduakan isi kajiannya. Iya, sengaja atau tidak sengaja. Coba jujur deh sama diri sendiri.

Ketika kita asik ngobrol sendiri, berarti kita sedang abai kan dengan isi kajian? Padahal yang sedang disampaikan adalah kalimah Allah, loh. Adakah yang lebih penting? Adakah yang lebih agung? #istighfar  

Highlightnya bukan kerasnya suara, tapi peremehan/pengabaian yang kita lakukan. Pun main hape, ngegame, ngerjain tugas, sengaja tidur, dan aktivitas lainnya yang kita lakukan namun tidak berhubungan dengan kajian. Itu juga termasuk "meninggikan suara dalam majelis".

Ih.. kalo ga didikte gini, diri ini suka ga nyadar deh. Sering luput dan ga mikir panjang. Ihik. #ngglesorlemes.  

Emang ya, kadang kita masih suka ga nyadar ngelakuin sesuatu yang sebenarnya ga maksud kita lakuin (??) #sigh #istighfarbanyakbanyak  

Dan sedihnya, bagi kita yang "meninggikan suara" dalam majelis ilmu Islam, tertulis bahwa akan lenyap hilang fyuuuuh pahala2nya. Lenyap, tanpa tanda, tanpa kode, tanpa kita sempat menyadarinya. Sedih ya.... :( sayang aja gituh.. entah sudah berapa punya saya yang menguap. #istighfar

Yuk, perbaiki sikap. Jadi lebih beradab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!