PEMIMPIN, like a Doctor.

Suami dan selir2nya.

Sudah lama tidak membahas tentang hal satu ini. Tidak ada trigger. Tapi berhubung sering mendengar cerita suami, saya jadi tertarik untuk mensintesa sesuatu. Ide itu untuk dituangkan, bukan untuk dilupakan. Yang harus dilupakan itu rasa cemburu, bikin capek soalnya. #hlah? abaikan. ga banget cemburu ama ikan :p

Like a doctor. Kurang lebih begitulah pemimpin. Karena ia memiliki "mikroskop" yang dengannya ia bisa melihat berbagai permasalahan dengan lebih jelas, sudah seharusnya seorang pemimpin bisa memvonis sakit atau sehatnya orang2 yang dipimpinnya, juga sakit atau sehatnya sistem kerja yang sedang dijalankan.

Diagnosis yang tepat adalah tanggung jawab seorang dokter. Seorang  dokter sudah seharusnya bisa membedakan mana penyakit dan mana gejala. Sakit perut bukanlah penyakit, tapi gejala dari suatu penyakit. Maka yang dilakukan seorang dokter bukan sekedar mengobati sakit perut, tapi menghilangkan penyakit yang menyebabkan sakit perut. Pun seorang pemimpin. Jika orang2 yang dipimpinnya diserang malas dan pesimis, sungguh hal itu bukanlah penyakit. Hal itu hanyalah gejala yang muncul dari suatu permasalahan.

Selesaikan permasalahannya karena itu tanggung jawab seorang pemimpin, seperti seorang dokter yang sudah seharusnya tepat dalam memberikan obat. Tidak justru hanya membuatnya kecanduan obat karena kambuh2an. Makdarit, dokter yang bijak tidak akan sembarangan memberikan obat. Ia akan benar2 berusaha mengetahui penyakit apa yang diderita pasiennya. Jika ia benar2 sudah tau, ia tidak boleh ragu bertindak. Kalau memang memerlukan amputasi suatu bagian tubuh pasien, ia harus tega melakukannya. Pun, pemimpin.

Like a doctor. Kurang lebih begitulah pemimpin. Kucuran materi bukanlah visi utama, melainkan menyembuhkan penyakit. Sangat tidak terhormat mengorbankan idealisme untuk rupiah. Dengan sengaja memberikan obat, bukan untuk menyembuhkan penyakit, tapi justru untuk memelihara penyakit. Agar pasien itu kembali dan kembali. Sungguh, dengan cara apa pun kita menjemput rezeki, jumlah rezeki kita tidaklah berubah. Lantas, tegakah kita "mengerjai" pasien?

Pun pemimpin. Tidaklah senonoh pemimpin yang justru memelihara permasalahan yang terjadi di sistem kerjanya. Entah karena ketidakberaniannya mengambil keputusan, atau demi kepentingan golongan, atau demi kepentingan rekeningnya. Jika memelihara permasalahan bukanlah tindak pidana yang ada pengadilannya di dunia, sungguh ada pengadilan di hari kesudahan. Ketika mulut terkatup, namun indera lain menjadi saksi. Lantas, beranikah kita memelihara permasalahan?

Pemimpin itu seperti dokter; bertanggung jawab, berani, dan ikhlas.

dedicated to my super husband :) dan pemimpin2 lainnya.

Komentar

  1. Pemimpin yang berhasil adalah yang mampu membentuk pemimpin (kaderisasi). Pemimpin sejati adalah pemimpin yang diikuti secara sukarela oleh bawahannya. Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang mampu menerapkan gaya kepemimpinan sesuai tingkat mental bawahannya (situational leadership).

    BalasHapus
  2. setuju... :D

    indah dan penuh makna deh ini.. ^_^

    BalasHapus
  3. wahaha..
    kalo cemburu sama selir-selir suami goreng aja mbak..disajikan sama cocolan sambel. yummy!!

    hmm, di Indonesia siapa ya contoh profil pemimpin yang kayak dokter? susah nyari profilnya..

    BalasHapus
  4. hari gini emang msh ada pemimpin like a doctor...?

    BalasHapus
  5. analogi yang mantab,
    semoga mereka yg dsana pada baca ini,

    BalasHapus
  6. @mas siko : betul2, mantap. seperti ikut training leadership nih :)

    @enno : tularkan yang indah2 dan bermakna.

    @nisa : haha. iye.. ikannya aku pepes barusan. sepertinya banyak pemimpin yang oke, hanya saja (mungkin) kita tidak tau.

    @mbak naaniu : masih... yakin :)

    @emje : makasih, jey :D

    @mbak maya : yup, menyembuhkan :) tidak memelihara masalah.

    @desy : you, too ^^

    @om ridwan : aamiin. terima kasih sudah membaca :) kalo punya link, tolong disampein doong tulisan ini :) hihi

    @fahrie : maha suci Allah :)

    BalasHapus
  7. analisis.. dan pikirkanlah sejenak.. lalu ambillah keputusan dan melangkahlah.. lalu bertwakallah.. "Sosok Seorang Pemimpin.. ^__^

    BalasHapus
  8. suatu saat saya pasti menikah dan saya pengen menjadi pemimpin yang seperti dokter ini. :)

    BalasHapus
  9. @erlangga : sip :) sepakat.

    @rizal : kok nyambung ke menikah? kalo sebelum menikah sudah menjadi pemimpin bagaimana? such as kerja punya staff, di organisasi punya staff, dll :)

    BalasHapus
  10. Analogi yg bagus... :)
    "PEMIMPIN,like a doctor" suka... suka....

    BalasHapus
  11. like this bangeeeet. ^^
    dan yang muda jangan lupa jadi the next doctor ya.

    BalasHapus
  12. Setiap orang adalah pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri, kalo setiap orang (sebagian besar orang ) di Indonesia ini "like a doctor", bakalan sedikit orang yang sakit mentalnya, dan akan lebih banyak masalah yg terselesaikan
    :)

    BalasHapus
  13. Asslm mba Mulki,
    Blognya seger banget diliat, jadi pengen makan jeruk.. :)
    Keren deh adem, ^^d

    oio main ke blogku ya The Ocean

    BalasHapus
  14. Cieee,...cieeee.,..cieeeee,...
    ^_^

    BalasHapus
  15. pemimpin = mengayomi = mengobati

    nice share anti

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR