Stellio

Cicak itu melirik ketus. Ketus, seperti akan meletus. Plis. Saya tidak tau, saya salah apa padanya. Kemarin saya cuma mengajaknya berkenalan. Make a friend antar spesies apa salahnya? Mungkin saja ia bisa membantu saya memakan nyamuk, anak nyamuk, bapak nyamuk, dan tetangga nyamuk yang akhir2 ini seringkali tidak sopan berkunjung ke rumah kontrakan, walo saya tidak pernah mengundang mereka.

Tapi kenapa cicak itu ketus? Padahal kemarin saya hanya menyapa, "Halo. Saya Mulki. Kamu?"  Ia menoleh, menatap saya. Yess! Betapa saya sempat senang hanya karena cicak itu menoleh. Karena saya tidak mau kehilangan perhatiannya, lantas saya tanya lagi, "sudah bersuamikah?" Tapi demi mendengarnya, ia langsung pergi begitu saja. Pergi dengan sangat tergesa. Oh, man... Kenapa dia? Sungguh, saya tidak ada niatan merebut suaminya. Lantas, kenapa ia langsung lari begitu?

Tidak, tidak. Saya tidak jera. Perbincangan antar spesies harus tetap berjalan.

Komentar

  1. bagaimana dia tidak pergi? --" dia cicak jantan mba. lalu ditanya sudah bersuami? jelas saja dia keki. fiuh --'

    BalasHapus
  2. Pintaaaaaarrrr...
    Seratuuuuuss :)
    Thats the point. Klo ga tepat sasaran, ya ga ssuai harapan deh..

    Mul~

    BalasHapus
  3. cicaknya mau lagi pms kali mba, jadinya ketus deh.hee~

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!