Takdir Rolling

Seharusnya saya belajar fisiologi jantung saat ini atau paling ga rampungin laporan anatomi yang berdeadline besok, tapi lagu Sebiru-nya Edcoustic membuat saya berhenti membuka Fisiologi Sherwood.

bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinya
hapus air mata meski kita kan berpisah

selamat jalan teman
tetaplah berjuang
semoga kita bertemu kembali
kenang masa indah kita sebiru hari ini


Saya jadi ingat agenda pekanan besok adalah tukar kado, kesan, dan pesan. Tanpa didzahirkan, saya pun sudah merasa, walau saya adalah orang tidak terpeka sekalipun, saya tau bahwa itu adalah “last meet” kami. Akan ada ROLLING.

Saya tidak pernah mengenal kata itu zaman SMA dulu. Bersama 6 orang itu selalu, sampai lulus. Mega si golden silent, Niar yang cheerful bin berisik, Fitria yang kritis dan spiritful, Izza si Kaput cerdas, Nafisah sang mas’ulah gokil, dan Anin yang lembut bak angel (baca: enjel. Bukan angelnya bahasa jawa. Heheh). Bermula bersama mereka, yang memiliki segudang mimpi, sejuta misi, juga tak terhitung peluru, saya mulai mengenal indahnya ukhuwah. Tak bohong jika ukhuwah sering disandingkan dengan kata indah, benar2 rupanya!

Mulai menyadari banyak hal yang bisa dan harus kita bangun bersama, kita rencanakan bersama, dan bahu membahu mengeksekusi. Terobosan2! Semangat kami masa itu. Saat Ramadhan, tiap hari kami produksi bulletin. Walau sederhana, tapi bayangkan, untuk tiap hari, untuk satu sekolah! Menyambut tahun baru Hijriyah, kami membuat kartu2an sebagai bentuk reminder kepada temen2 muslim SMA kami kalau kita punya tahun Islam. Jadilah bagi2 kartu bikinan sendiri plus permen bikinan pabrik. Heheh. Menjelang ujian kelas 3, bikin kelompok belajar muslimah. Izza dan Anin sebagai master bahasa Inggris, Mega dan Nafisah master Matematika, Niar master biologi, Fitria master Bahasa Indonesia, saya? Mereka sih nyebutnya, master of master. Pelajaran apaan tuh? Pelajaran rusuh, ribut, yang semacam itu kali, ya. Heheh. Awalnya hanya kami, ngumpul setelah pelajaran selesai di masjid Darul Irfan, masjid kebanggaan. Lantas banyak temen2 cewek lain yang tertarik ikutan belajar.

Benar2 beruntung bersama mereka, mereka benar2 stock dengan kualifikasi best quality! Sekarang kami... pisah. Izza di Psiko UI, Niar di Bio UI, Mega di STEI ITB, Fitria di Pangan IPB, Nafisah di TI ITB, Anin di Arsitektur Unpar, saya? Di Solo - yup, saya gagal FKUI ;) – Dan pilihan kedua saya UNS, so saya paling jauh. Saat itu, yang memisahkan kami adalah takdir jarak. BUKAN takdir ROLLING.

Yang akan saya alami besok adalah ROLLING. Saya bukan menolak rolling, tidak sama sekali. Saya tau manfaat2nya, akui dan berusaha patuh. Tapi rasanya manusiawi sekali kalau saya sedih saat ini. Bagaimana tidak? Semenjak saya masuk Solo hingga detik ini, jujur, dalam seminggu, malam yang paling saya harapkan cepat berakhir adalah malam jika esoknya saya akan bertemu dengan HASNA (nama panggilan kami, red). Ada kerinduan yang sangat, juga rasa penasaran, apa warna jilbab mereka besok, turun atau naikkah berat badan mereka, atau crita2 luar biasa apa yang akan saya dengar besok. Kabar BEM mereka, kabar HIMA mereka, kabar UKMI, kabar SKI mereka, termasuk kabar KAMMI. Semuanya begitu saya hargai tiap detailnya. Karena itu semua tentang mereka.

Memang tidak secepat mengejapkan mata untuk mendapatkan “feel” dengan mereka, apalagi fakultas kami beda2. Tapi beneran, saat ini saya begitu membanggakan persaudaraan ini. Sering sok riyadhoh2an kalau minggu pagi, padahal sebenernya niat utama kami adalah sarapan bareng. Pernah saya dianterin minyak tawon gara2 DS (ditubruk serangga) yang akibatkan mata saya bengkak. Sebotol madu dan vitamin C pun selalu hadir di kamar dengan pesan, “Mul, diminum loh madu dan vitaminnya. Bu dokter tuh harus sehat.” (jadi bingung, sebenernya yang dokter tuh siapa? Heheh) Dan masih banyak hal ringan lain, tapi manis banget yang saya alami bersama mereka. Gimana saat ini ga mellow cobbaaaa? Wah, mulai speechless nih.

Allah Mahabaik, maka mempertemukan saya dengan mereka.
Allah Maha Penjaga hamba2Nya, semoga Allah selalu menjaga hati mereka agar selalu condong ke arah yang benar.
Allah Maha Pencipta, semoga Allah terus menciptakan kebahagiaan2 untuk mereka baik di dunia juga di akhirat.
Allah Maha Kuat, semoga Allah memberi mereka kekuatan dalam menjalankan amanah2 mereka (termasuk amanah IPK cumlaude! Aamiin).
Allah Mahatau, semoga rolling ini salah satu jalan tepatNya untuk kebaikan kami seterusnya.
Allah Maha Pengasih, semoga ”saudara2” mereka yang baru bisa merasakan hangatnya kasih persaudaraan mereka seperti yang saya alami.
Allah Maha Mendengar, semoga Allah mendengar doa2 saya untuk mereka.


jangan lupakan saya ya, teman ;D

Komentar

  1. wah serem juga, hehehe. Gimana kabar nak, IP piro ?

    BalasHapus
  2. @pak wangsa: aduh, pak. baru aja ketemu. nanyanya kok langsung IP? ga terlalu bagus, pak. hiks2.. belum bisa nemu style yang pas ni buat menjadi "bintang" di sini. heheh. doakan, pak.

    BalasHapus
  3. IP bagus ndak penting, asal tiga koma (soale semua syarat administrasi mintanya 3 koma).
    Kholeris, kan? Kenapa gak nyari saingan?
    Dulu sih aku gitu. Nemu temen yang IPnya tinggi banget, lalu berusaha mengalahkan dia. Lumayan buat ndongkrak IP meski sampe lulus diriku tidak pernah sekalipun menang...:p
    Btw yang namanya sahabat, jauh di mata kan tetap dekat di hati.. Jaman modern gini, kan banyak sarana...:)

    BalasHapus
  4. @dr.Afie: yup, dok. banyak kok hal yang bisa mendukung tetap terjaganya kualitas silaturahmi ;D tapi kan tetep ajeee sedih ;(

    ho-oh, orang tua juga bilang, "terserah kamu mau seaktif apa di kampus. yang penting IP minimal 3,25. harga mati orang tua. yup, makasih dok sarannya untuk nyari saingan. insya Allah dilaksanakan. tapi sesungguhnya buanyakkk banget yang bisa dijadiin saingan di sini. btw, nyari nilai di sini (FK UNS, red) kok susah, ya? emang gitu apa pripun tha?

    BalasHapus
  5. lama tak berkunjung ke blog mulki, tyt ada tulisan menarik...
    hehe..
    baru pertama kan?? semoga mulki bisa menemukan 'ukhuwah' yg lebih di yg baru...

    yang penting, apapun yang terjadi, tetap istiqomah saja. bukan dengan siapa nanti dipertemukan, tapi menjaga keistiqomahan yg lebih penting.

    BalasHapus
  6. Ya..emang itu hal yg hrs lewat dlm hdup qt dn hrs qt jalani. Nnt jg klewat. Dan lama2 jd trbiasa.. So,enjoy it!

    BalasHapus
  7. @ mbak son: iya, mbak. insya Allah..

    @ mbak nunik: thanks, mbak ;D

    BalasHapus
  8. nyari nilai di FK UNS susah ya?
    itu betul banget...ada temen yang nyaris DO trus nyoba UMPTN lagi, eh kok ketrima di FK yang katanya terbaik se-Indonesia... Hebatnya, disitu dia cumlod terus...aneh ya...hehehe

    BalasHapus
  9. @dr. Afie: sy juga heran sama FK univ lain, kok teman2 saya pada cumlaude, yah? mayoritas pula. kalo di sini, mayoritas IPnya mirip bebek (alias angka 2 koma). heran. apa anak2 FK univ lain kalo masuk ke UNS juga pada cumleude? dulu waktu masih semester 2, lagi ngerasa susah2nya dapet nilai, pernah saya pengen banget nyuruh teman saya di UI atau Unair, nyoba satu atau dua blok aja di FK UNS. liat mereka akan cumlaude apa ga. hfffhhh. smgtttt! IP ga tinggi, nanti daftar kerja kalo saingan sm univ lain gmn dong, dok?

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR