Tukang Cobek

Ngefans sama Pak Jadi ni. Siapakah Pak Jadi? Bapak tambal ban yang biasa keliling UNS. Itu baru satu. Sejujurnya, saya sering terpukau (a.k.a ngefans) dengan orang bermacam profesi yang memiliki akhlak bagus. Selain beliau, saya pun pernah ngefans sama kakek penjual cobek keliling. Tau cobek gaa? Also known as ulekan atau blender ngatot (nganggo otot, heheh, jayus!)

Karena letaknya di hook, adem karena banyak pohon plus ada fasilitas kursi, depan rumah saya sering banget dimampiri para pedagang keliling untuk sekedar istirahat atau mangkal sebentar. Suatu hari, giliran kakek pedagang cobek keliling yang bertransaksi ria di depan rumah dengan salah satu tetangga.

Kakek itu terlihat sabaaaaar banget. Ga tega rasanya cobek si kakek ditawar habis2an sama si tetangga. IMO, bikin cobek dari batu itu pasti susah banget. Termasuk pekerjaan keraslah. Belum lagi si kakek mesti gotong2 sekian cobeknya berkeliling komplek, berat banget kan pastinya? Kok kakeknya kuat, ya? Padahal kan sudah tua.

Belum lagi kalimat si tetangga yang makin menguji kesabaran, setelah menawar lebih dari setengah harga si kakek, ”masa’ batu doang mahal sih?” dan tetap begitu sabar si kakek meladeninya. Mungkin juga sudah tidak ada tenaga ekstra untuk membalas sinisnya si tetangga. Dan memang lebih baik dihemat untuk keliling selanjutnya.

I enjoyed this precious moment til the very end. And finally, cobek kakek berhasil terjual, eventhough only the small one, dengan harga yang sangat murah. Di teras rumah, saya coba ngitung2, did he suffer a loss? Tenaga keliling komplek sambil manggul cobek, perasaan yang dikorbankan karena ditawar habis2an plus kalimat sinis yang hadir dari para calon pembeli. Begitu sabar dan besarnya hati kakek itu. Cobeknya berhasil terjual, perasaannya terkendali, dan yang lebih penting, walau sudah tua, ia tetap berusaha berguna untuk keluarganya. Begitu kerasnya usaha dan begitu mulia pribadinya. Ternyata memang kakek itulah pemenangnya! Beuh, ajibb!

Secara ga sadar, orang2 yang baik akhlaknya itu menjadi inspirasi banyak orang.
Secara ga sadar, mereka pun mengingatkan, ternyata profesi apa pun bisa jadi mulia.
Secara ga sadar, mereka telah menjadi seorang guru tanpa harus berada di mimbar.

Komentar

  1. yah... kadang memang inspirasi datang dari arah yang tidak disangka sangka.. loh..??

    tinggal mengasah kepekaan itu saja mungkin ya mbak mulki...

    BalasHapus
  2. justru kadang ilmu didapat dari orang yg 'tanpa sadar' sudah jadi inspiration tadi..
    soalnya, itu tuh ga bisa dipaksakan, dek..
    apalagi murobbi. beda lho, dia yang memberi 'qudwah' dengan yang memberi 'perintah'..

    BalasHapus
  3. yup, itulah tanda kebesaran Alloh. terkadang ilmunya diberikan kepada manusia dari orang-orang yang sering dianggap bodoh....
    makanya, g boleh kita menganggap orang lain bodoh...
    kadang, anak SD lebih berpendidikan daripada profesor. misal aja pas makan, banyak anak SD yang ketika makan sambil duduk, pake tangan kanan, g bersuara n bc basmalah. tapi, eh... di tipi-tipi sering terlihat orang sekelas profesor makan sambil berdiri, pake tangan kiri, g doa dulu, eh kadang malah sambil tertawa lebar. hiii....kayak dinosaurus.

    BalasHapus
  4. mari kita jadi inspirator yang baik. Setidaknya, kalau aku tidak baik, kalianlah yang baik.

    BalasHapus
  5. Pesan Umi Mulki:
    Belajar itu tidak harus dari orang yang pendidikannya tinggi. Dari orang yg hidungnya gruwung-pun kamu bisa mengambil i'tibar. Alhamdulillah kamu bisa belajar kesabaran dan akhlak mulia dari penjual cobek. Umi doakan semoga kamu termasuk golongan orang yg disebutkan dalam Q16:97. Amin.

    BalasHapus
  6. @Arief: sepakat, komandan! heheh.

    @mbak son: iya, ya...

    @nakief: wew, dalem!

    @kak ivan: ah, pokoknya semua harus baik. termasuk kak ivan. sip?

    @umi: hidung gruwung tuh apa si, mi?

    BalasHapus
  7. umi mulki:
    orang yg hidungnya gruwung adalah orang yg hidungnya tidak sempurna, seperti bibir sumbing, tapi pada hidung(kalau ngompong bindeng). artinya kita boleh belajar dari siapa saja tanpa kecuali dari orang yang cacat fisiknya. Kamu tahu enggak Rama: pakar komputer yg matanya buta,contoh lain, pakar fisika quantum yg tubuhnya cacat/hanya dikursi roda (umi lupa namanya). Mereka punya potensi lebih, dibandingkan kita yg sempurna fisiknya. Maha Besar Alloh, yg telah memberikan kesempurnaan potensi meskipun fisiknya cacat.

    BalasHapus
  8. Hmm TFS mba Mulki. Subhanallah. Indahnya.

    Pahlawan tanpa tanda jasa tak hanya guru ya, tapi buanyak bgt 'bertebaran' di penjuru dunia. Asalkan melihat lebih dekat, segalanya bisa kita jadikan pelajaran :)

    Oiya mba Mulki, mo izin ngelink blog mba di blog saya ya. Trims :)

    BalasHapus
  9. inspiring person...
    Hmm...just like the writer...

    See you next time..

    BalasHapus
  10. @umi: oke deh, mi... maacih, loh...

    @nisa: silakan, ukh ;D dengan senang hati. mulki link juga, yah..

    @kak syarif: heh? biasa aja, kok.

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!