Sikap Umar kepada Pembantu

Ketika Umar tiba di kota Makkah untuk melakukan ibadah haji maka Sofwan Ibnu Umaiyah menyuguhkan hidangan khusus dalam sebuah baki besar yang diangkat empat orang pelayan yang kuat. Setelah mereka meletakkan baki hidangan itu, maka para pelayan menjauhkan diri mereka, sehingga Umar berkata dengan nada keheranan,
“Mengapa kalian tidak menyuruh para pelayan kalian makan bersama dengan kalian. Apakah kalian tidak senang dengan mereka?”
”Tidak demikian, wahai Amirul Mukminin. Akan tetapi, kami lebih mengutamakan diri kami dari mereka,” jawab Sofwan Ibnu Abdillah.

Mendengar ucapan Sofwan, maka Umar marah dan ia berkata, ”Tidaklah suatu kaum yang lebih mementingkan diri mereka atas para pelayannya, melainkan Allah akan menghina mereka.”

Kemudian Umar berkata kepada para pelayan, ”Duduklah kalian di sini dan marilah kita makan bersama.”
Maka para pelayan itu duduk dan makan bersama dengan Khalifah Umar Ibnul Khattab RA.

-Manaqib Amirul Mukminin, Ibnul Jauzi hal. 110

Sungguh hal ini sangat banyak terjadi di sekeliling kita. Pelayan/ pembantu/ khadimat mendapat jatah makanan setelah tuannya atau dapat yang kurang enak. Hati2 dengan hal yang sering tidak kita sadari, kita anggap biasa, karena sudah tradisi atau karena kita anggap sah2 saja. Hati2 karena kita tak tau mana yang membuat Allah berkenan atau tidak, mana yang membuat Allah ridho atau tidak, mana yang membuat Allah murka atau tidak. Hati2 walau dengan hal yang kita anggap sah2 saja. Sekali lagi Umar mengingatkan kita.


Perlakukan semua yang ada di semesta ini dengan perlakuan terbaik yang kita bisa.

Komentar

  1. matur nuwun mba atas kisah2 inspiratif nya..

    lgsung sy 'add to cart' nih buku Manaqib Amirul Mukminin-nya...

    Smg bulan ini bisa membelinya.. :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR