Sikap Umar terhadap Kesenangan Rasulullah

Pada waktu perang Badar, Al Abbas menertawakan lelaki Anshar yang menyebabkan lelaki Anshar itu ingin sekali membunuhnya. Maka Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku tidak tidur pada malam ini, demi untuk menjaga Abbas, pamanku, karena aku dengar bahwa kaum Anshar akan membunuhnya.”

“Apakah aku harus mendatangi mereka?” kata Umar.
“Baik, datangilah mereka,” kata Nabi SAW.
Maka Umar mendatangi kaum Anshar dan berkata, “bebaskan Abbas.”
”Tidak, demi Allah, kami tidak akan membebaskannya, ”kata mereka.
”Bagaimanakah kalau hal itu dapat menyenangkan hati Rasulullah SAW?” tanya Umar.
”Kalau memang hal itu dapat menyenangkan hati Rasulullah, maka bawalah ia,” kata mereka.

Maka Umar membebaskan Abbas dan tangan kaum Anshar, kemudian ia berkata, ”Wahai Abbas, masuklah engkau ke dalam Islam, sesungguhnya jika engkau masuk Islam, maka hal itu lebih aku senangi dari keislaman Al Khattab, ayahku, yang itu tidak lain hanya karena Rasulullah ingin melihat keislamanmu.”

-Ibnu Katsir, Al Bidayah Wan Nihayah (3/298)

Umar sekali lagi mengajarkan sesuatu kepada kita. Kali ini tentang mendahulukan kesenangan Rasulullah daripada kesenangan pribadinya. Islam mengajarkan bahwa cintailah saudara-saudara kita melebihi cinta kita pada diri kita sendiri. Dan apa bukti dan ekspresi cinta kita? Salah satunya adalah mendahulukan kesenangan orang yang kita cintai daripada kesenangan diri sendiri.


Sungguh indahnya Islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR