Calon Ibu: Menyusui


Saya baru saja selesai blok Pediatri (Ilmu Anak). Sebagai calon Sp.A, semoga hasil dari proses belajar yang saya lalui kemarin baik, semoga tidak kena ujian perbaikan, bahkan semoga saja dapat A. Hm... banyak rasa juga asa yang hadir di blok pediatri kemarin; baik sebagai calon dokter, anak dari ummi abi yang suuuuper berjasa, juga rasa dan asa sebagai calon ibu. Ini sedikit oleh2nya.

Rasanya hampir semua wanita di dunia ini ingin merasakan salah satu fitrahnya yang ini juga; menyusui. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Allah untuk banyak belajar tentang kesehatan manusia di kampus; kondisi normal, patologis, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, termasuk kebutuhan nutrisi bayi sampai nini2-aki2. Thanks Allah. So... karena tau manfaatnya, bagi saya kesibukan karir, dakwah, studi atau yang lain, bukanlah alasan untuk tidak memberikan ASI nantinya. Hm... Andai semua calon ibu mengetahui kemanfaatan ASI, MUNGKIN tak ada lagi ibu yang menolak fitrah menyusuinya karena “takut jelek” atau “sibuk kerja”. Ya Allah, semoga nanti hamba bisa merasakan anugerah fitrah ini juga. Aamiin.

Luar biasa besarnya keutamaan seorang ibu yang menyusui anaknya setetes demi tetes (dengan catatan, anak dari suami sahnya loh, ya) Sampai2 Rasulullah bersabda:
“Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul lail sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya, Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)
Dari 3 aspek dasar kebutuhan anak, yaitu ASAH, ASIH, dan ASUH. ASI merupakan derivate dari ASUH, sekaligus ASIH. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampauilah istilahnya. Emang apa aja sih keuntungan memberi ASI?
1.    Komposisinya tepat!!
Enzim2 pencernaan bayi itu belum sempurna, belum bisa deh makan seperti komposisi orang2 dewasa. Bayi belum bisa mencerna protein dan lemak secara sempurna, komposisi protein ASI pas banget dengan kebutuhannya. Perbandingan antara whey dan caseinnya udah paling okay. Kadar kolesterolnya juga. Sedangkan kalau di susu sapi, proteinnya tinggi. Kalau ga bisa tercerna dan keserap, ntar malah diare. Kasihan, kan? kerja hati, GIT, dan ginjalnya jadi dipaksakan nanti. Kasihan ah!
Rencananya saya mau cantumkan komposisinya, tapi gagal mulu copy tabelnya. Maaf, yah. 
2.    Praktis dan higienis
Kalau dot mesti dijerang air panas dulu kan biar steril? Ribet deeh...
3.    Bebas dari kesalahan penyediaan
Susu sapi itu kalau keenceran nilai gizinya kurang, kalau terlalu kental malah overdosage. Akibatnya? Bisa diare, bisa kegendutan nanti bayinya. Kalau ASI? Ga usah pikir2 lagi, udah pas!
4.    Mengandung zat kekebalan
Nah.. ini. Oh iya, setelah memastikan bayi sehat setelah lahir, ga usah dimandiin atau dibajuin dulu, sambil diazanin, bayi punya hak yang saaangat dianjurkan banget dalam satu jam pertama mendapatkan ASI pertama dari ibunya. ASI pertama itu namanya: colostrum. Warnanya kuning kental. Kaya akan Ig A. Fase colostrum dari hari 1-3. Colostrum ini selain jadi zat kekebalan, juga bisa rangsang mekonium (zat matabolit warna hijau kehitaman) keluar.
5.    Daya kontraseptif
ASI merupakan cara kontrasepsi alami. Jadi ada yang namanya The lactational amenorrhea method (LAM). ASI berhubungan dengan pelepasan hormon2 yang diperlukan untuk merangsang terjadinya ovulasi, sehingga semakin sering seorang ibu menyusui bayinya (ASI ) maka semakin berkurang untuk terjadinya ovulasi. Hormon prolaktin, estrogen, progesteron bermain peran di sini.
6.    Ekonomis
Mahal oyy susu formula pengganti ASI (PASI) tuh. Susu formula itu dibuat semirip2nya dengan komposisi ASI (walau ga bisa sama juga), makanya jadi muaaahhal banget. Coba aja cek harganya di swalayan, kalau ga bikin bokek ;p
7.    Membantu kontraksi rahim dan mempercepat kelangsingan lagi
Selama kehamilan, rahim yang awalnya cuma sebesar buah pir, bisa guueeedhe banget kaya gitu. Emang sih setelah bayi, ketuban, dan plasentanya keluar, akan ada mekanisme pengerutan otot rahim kembali ke ukuran semula, nah... ternyata pemberian ASI bisa bantu proses itu lebih cepat. Karena apa? Semua konspirasi hormon prolaktin-oksitosin. Begitu juga lemak2 di pinggul, dll. Jadi cepet nyusut.
8.    Kedekatan ibu dan anak
Hm... kehangatan seorang ibu, sifat rahim(kasih sayang)nya, kelembutannya, akan terasa sebagai bahasa nonverbal yang mengikat bathin mereka. Huhuuu, jadi inget ummi >,<
9.    Kepuasan
Bangga dong ahh kalau bisa menyusui anaknya dengan eksklusif (6 bulan awal), apalagi kalau bisa sampai 2tahun. Sudah memastikan intake yang masuk ke dalam tubuh anak adalah yang terbaik, makin disayang sm suami karena melihat pengorbanan istrinya yang besar untuk darah dagingnya, dijanjiin kemuliaan yang berlipat2 pula sm Allah... Luar biasa. Akankah kita sia2kan jalan jihad kita ini, yaa ukhti?
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)
 Ini juga mesti diketahui sama kita, tentang bagaimana pemberian ASI. Mungkin ada fenomena, dikasih ASI tapi ga gemuk2 atau udah lama diASIin, tapi kok kayanya bayinya tetap haus. Hayoh? Ada yang salah mungkin.

Jadi durasi pemberian ASI itu 10-15 menit untuk masing2 payudara. Setelah 10-15 menit payudara kanan, ganti payudara kiri. Okay? Kenapa?
Jadi waktu penyusuan itu ada 2 fase, yaitu:
1.    Foremilk
ASI ini keluar dari sinus lactiferus pada awal penyusuan. Fase ini adalah 1/3 volume ASI , terdiri dari lemak 2%, dan kandungan proteinnya lebih sedikit daripada hindmilk. Fase ini untuk pemuas rasa haus.
2.    Hindmilk
Kalau yang ini keluar karena penekanan alveoli mammae. Fase ini 2/3 volume ASI, terdiri dari butir lemak dan protein yang lebih banyak, sekitar 1,5% dari foremilk. Fase ini untuk pengontrol rasa lapar.

Nah, kejawab, kan? Makanya jangan pindah payudara tiap 5 menit, nanti bayinya kurang gizi. Pun jangan kelamaan di satu sisi payudara saja, nanti tetep aja anaknya haus, gr2 kandungan hindmilk lebih kental. Sip siiiip?

Tentang posisi menyusui...
Posisi yang BENAR


Posisi yang SALAH 

Apabila bayi telah menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda2 sebagai berikut :
1.    Bayi tampak tenang.
2.    Badan bayi menempel pada perut ibu.
3.    Mulut bayi terbuka lebar.
4.    Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
5.    Sebagian areola (daerah hitam sekitar puting) masuk ke dalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk.
6.    Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
7.    Puting susu tidak terasa nyeri.
8.    Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
9.    Kepala bayi agak menengadah.

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
”Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya, seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya pahala mati syahid.” (HR. Tabrani)
Fuh.. fuh.. fuh... Masa-masa hamil kemudian menyusui adalah masa-masa yang penuh pengorbanan, kekhawatiran, kecemasan, harapan dan kebahagiaan bagi seorang ibu, disinilah medan perjuangan yang sangat mendebarkan, dan dibalik itu semua terdapat pahala yang berlipat ganda. 

Nah.. udah tau kan simpulannya?

Komentar

  1. assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    subhanallah.. sungguh Allah SWT telah menciptakan sesuatu itu dengan haq ya :)

    jazakillah khairan katsira atas infonya, dan kalau boleh saran, utk penggunaan tulisan2 ilmiah..tolong sertakan artinya juga dong :D biar pembaca yg 'buta' dgn istilah kedokteran jg bisa mengerti ^___^

    hehe..baru lewat gerbong anak ya :D jadi ingat masa lalu :p

    salam kenal dari Ina, blognya itik :)

    BalasHapus
  2. ah... terima kasih sarannya ;)
    aku sbenarnya sudah berusaha meng-awam-kan istilah2 di sini. kalau mau ilmiah, ini jauuuuuh dari standard ilmiah ;) anyway, thanks, yah! senaaang skali diberi masukan ;) insya Allah ke depannya akan lebih baik ;)
    keep reading ;)

    BalasHapus
  3. memang ASI adalah makanan terbaik dan akan lebih baik lagi jika si ibu makan makanan terbaik yakni makanan organik. memang jarang kita menemukan makanan organik tapi bukan berarti tidak ada. masih ada sebagian orang yg terus memperjuangkan dan membuktikan dengan menyebarkan ilmunya serta mempraktekkan ilmunya. salah satu orang tersebut adalah Dr. Henry Chang, bapak organik dunia, ketua OUNFA (Organic United Nations Friendship Association).
    jika mau berbagi ilmu dengan sy, dengan senang hati sy bersedia.
    teguh setyobudi
    Hp : 08813368327
    email: thegooh.setyo@gmail.com
    blog : www.goorganic-kesehatan.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR