Sibuk Ketika Ramadhan.



It’s okay, Mul… ketika Ramadhanmu terasa hectic. Bukan berarti ga bisa khusyu’. Hectic adalah suatu kepastian, sedangkan khusyu’ adalah pilihan buatmu. Kamu pernah baca, kan? Waktu zaman Rasulullah dulu… Ada yang bertanya kepada Rasulullah… “Ya Rasul, sebaiknya ketika bulan Ramadhan, kita khusyuk beribadah di rumah atau keluar beraktivitas?” Rasul menjawab.. “Pergilah…”

Satu penggalan cerita zaman Rasulullah itu menjadi penyemangat tersendiri untuk orang2 yang punya segudang kerjaan dan tanggung jawab di bulan Ramadhan. Ketika bulan Ramadhan, bukan menjadi apologize untuk mengurangi aktivitas karena sedang lemas. Itu sih namanya malas. Justru ketika bulan Ramadhan datang, bergembiralah jika kita sibuk, dengan catatan dalam sibuk dalam kebaikan. Kan sedang lemas… Kan asupan energi berkurang… otomatis, wajar dong kalo aktivitasnya menurun. Hm… sepertinya saya punya beberapa tips tentang pilihan asupan makanan di bulan Ramadhan ;)

Ramadhan kali ini buat saya pribadi terasa Ramadhan yang paling besar! Kenapa? Toh ga berubah, tetap 29-30 hari, tetap imsak kisaran jam 4-4.30, tetap buka kisaran jam 18-18.30. gimana bisa jadi paling besar? Hhyyaa, bisa aja dongsss… (hyeks, bahasa lu, Muuuul. Malesin bianget). Target Ramadhan tahun ini paling banyak secara kuantitas dan kualitas dibanding yang lalu, banyak yang saya harus kejar. Tantangan Ramadhan tahun ini juga paling besar, tantangan mengendalikan diri untuk tetap bersemangat mengejar dosen dan bersabar menunggu mereka pula. Aduuuhh, sekarattt deh rasanya tentang hal satu ini. Hehe.. Doa Ramadhan tahun ini juga heboh banget. Pengeluaran Ramadhan tahun ini juga menjulanggg, paling besar. Tepat ketika saya katakana Ramadhan ini adalah Ramadhan saya yang terbesar :P

Selain dari targetan saya yang buanyak, target tilawah, menghafal, baca, belajar A-B-C, dll… ternyata Allah tidak membiarkan saya nyaman begitu saja. Banyak amanah dakwah yang harus saya selesaikan juga…

Kegiatan Kerja Dakwah.
Acara sosialnya KAMMI dan FSLDK. Di Desa Seruni, Boyolali. Dari tanggal 3 sampai 17 Agustus. Konsepnya kaya KKN. Nginep di rumah penduduk sana. Saya, Mbak suci, dan Cahyo yang ngonsep programnya. Distribusi relawan diatur sama Angga dan Lila. Pengadaan logistic jadi tanggung jawab mas Deni. Semangattt semuaaa! Programnya banyak, ada pesantren kilat di 2 SD, TPA klasikal, pengadaan kultum tarawih, belajar baca Quran bapak2 dan ibu2, pengobatan gratis, mini library, outbound, bagi2 sembako, and many more…

Tenaga dari mana? Dana dari mana? Ada, insya Allah… Kita menerima relawan2 yang lagi luang waktunya untuk berkegiatan sosial di sana, yang programnya sudah diatur. Dana? Yang ikhwan nyantai2 aja tuh.. ada aja duitnya. Emang dah laki2 jago cari duit :P
Semoga lancaaaarrr, bermanfaat,  dan barokaaahhh.

Buka Puasa Jalanan
Kerja sama dengan LSM Seroja. Mereka punya beberapa posko binaan anak jalanan di solo. Kita ambil salah satunya. Saya bantu Mbak Suci dan Mas Deni di bagian ngonsep dan neknisin acaranya. Semoga anak2 jalanannya senangggg dan semakin mencinntai Islam. CARE To SHARE!

Panitia I’tikaf kampus
Ini adalah yang paling tidak terduga. Beneran deh. Abad (akhwat badung) kaya saya kok dipercaya ngurus itikaf. jam malam aja ambruladul, disuruh ngurus acara yang ngeruhiy kaya gini… :P (sumpah lebay pisaaaann… smua acara dakwah emang mesti ngeruhiy, Mul… seteknis2nya, sengonsep2nya…) Jadi inget… pos amanah saya sekarang. Ya ampuuun… partner saya ngeruhiy smuaaa. Mungkin itu alasan Allah naruh saya di situ. Biar ketularan. Hehe. Tapi udah hampir setahun di situ, kayanya tetap jadi abad deh ;P ga ketularan2 suyuhnya. Wkwkkk..

Kerjaan panitia itikaf itu ngurus masjid kampus selama 10 hari terakhir. dari kajian paginya, sorenya, ta’jilnya, tarawihnya, sampai I’tikafnya. Mohon kekuatan dan kesehatan ya, Allah. Terancam pulang H-1 lebaran!
    Semoga muntijah!

    Oyaaaa.. tadi hutang tips makanan ktika Ramadhan, yaaa...
    Nih... tak share di sini. Kemarin sempet bikin materi PHBS buat pesantren kilat anak SD. ada tentang sikat gigi, jemur kasur dan bantal, cuci kaki dan tangan, korek kuping, sampai tips makanan ketika ramadhan.

    Buat kalian yang sibuk selama ramadhan (yang ga sibuk juga)... Jangan remehkan makan sahur. Justru kualitas makan sahur sangat menentukan seharian ini. Emang sih dengan seteguk air atau sebiji kurma aja kita dapat barokahnya sahur, tapi kalo ada rezeki Allah yang lain, kenapa tidak kita manfaatkan?

    Sahur 
    Sahurlah dengan nasi (atau roti), sayur, lauk pauk, susu à karbohidrat kompleks, serat, dan protein. Makanan itu membuat penyerapan di saluran cerna lebih lambat sehingga tak mudah lapar. Hindari konsumsi lemak jenuh, termasuk gorengan karena akan membuat cepat haus.

    Minimalkan sahur hanya dengan karbohidrat simpleks > gula (teh manis) atau minuman berenergi. Memang terasa segar atau cukup saat itu, tapi akan lebih cepat lemas ketika puasa, karena sangat mudah tercerna.

    Menjelang imsak, makan buah apel, pir, atau pisang (berserat banyak). Kandungan seratnya banyak, jadi tidak mudah tercerna. Kandungan gulanya tidak mudah habis tercerna.

    Buka Puasa 
    Karena kondisi sedang lemas sekali, makanlah yang punya kandungan gula tinggi. Boleh es buah, kolak. Tapi paling baik adalah jus buah, seperti jeruk, melon, semangka.

    Boleh langsung makan besar atau nanti setelah sholat tarawih.

    Jangan terlalu kalap ketika berbuka puasa karena bisa menyebabkan sakit perut dan mengantuk ketika tarawih. 

      Komentar

      1. Assalamualaikum, LSM Seroja lokasi dimana ya? Apa ad num CP yg bs dihubungi? Terima kasih

        Bls ke sini ya hehe
        Pandu
        phoenixaiedail@yahoo.com

        BalasHapus
      2. mba...aku tertarik sama LSM Seroja ... kalau boleh tau minta tolong alamat posko/sekretariat LSM seroja donk ... dan nama pengurus atau hp yang bisa dhubungi

        tolong email ke saya : diyaretno@yahoo.com

        makasih sebelumnya

        BalasHapus

      Posting Komentar

      terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

      Postingan populer dari blog ini

      Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

      Rumah #4 : KPR

      Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!