Nabi Isa AS (1) "ia dan kedudukannya"

Mistik (kata yang jepret). Salah satu koleksi foto IRnya suami.

Tulisan di bawah ini adalah hutang tulisan saya kepada seorang rekan untuk mengulas tentang Nabi Isa AS. Bukan, bukan tentang detail shirohnya, tapi tentang Nabi Isa AS dan kedudukannya. Saya memang bukan pakar tafsir, shiroh, hadits, dll, tapi saya mencoba untuk tetap berhati-hati dan memiliki sumber atas tulisan di bawah ini. FYI : tulisan yang saya quote dan warnain ungu lebih penting dibaca dan dimaknai dibanding yang warna hitam biasa, karena yang ungu itu direct verses. Jadi sebaiknya jangan justru diskip tulisan warna ungunya #senyum.

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (16) maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (17) Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (18) Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (19) Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (20) Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (21) Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (23) Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (24) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (25) maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (26) Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. (27) Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (28) maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (29) Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (33) Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (34) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (35) Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (36) [Maryam : 16 – 36]

Maha besar Allah yang secara langsung menceritakan proses lahirnya Nabi Isa AS ke dunia di dalam Al-Quran. Tidak semua Nabi atau Rasul, Allah hadirkan ceritanya dalam Al-Quran. Tapi untuk Nabi Isa AS, Allah membiarkan kita langsung tau dari kitab suci (Al-Quran) tentang dirinya; baik proses kelahirannya, juga mukjizat2 yang ia terima dari Rabb semesta alam. Karena Allah Maha Tau, kita, ummat Muhammad perlu tau dengan pasti siapa Isa (kalau di agama lain disebut Yesus) dan bagaimana kedudukannya.

Nabi Isa AS lahir dari rahim seorang wanita suci, Maryam. Wanita yang oleh Allah, Rabb yang ia imani segenap jiwa, diuji dengan mengandung bayi walau tanpa pernah ia “disentuh” oleh laki2. Allah menunjukkan kuasaNya, jika Ia mengatakan “jadilah…” maka apa yang Ia kehendaki mudah saja terjadi. Nabi Isa AS lahir hanya dengan memiliki seorang ibu, tanpa seorang ayah. Tidak berarti Nabi Isa AS adalah anak Allah, atau anak Jibril. Ia adalah buah dari kehendak Penciptanya, dilahirkan tanpa ayah. Sekali lagi, mudah bagi Allah untuk melakukannya. Bahkan, Nabi Adam AS pun hadir tanpa ayah dan ibu. Dengan begitu, tidak berarti Nabi Adam AS adalah anak Allah bukan? Sungguh mudah sekali bagiNya untuk mewujudkan apa yang Ia kehendaki. Sekali lagi, Nabi Isa bukan anak Allah, tapi benar jika ada yang mengatakan ia anak ibu Maryam.

Dan apa yang terjadi sekarang, cukup ayat ini menjadi jawaban :
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ” (Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara. [An-Nisaa : 171]

Nabi Isa AS diutus menjadi Rasul untuk menyebarkan ajaran tauhid; menuhankan Allah yang Esa, untuk Bani Israil. Seperti Rasul lain ketika menyeru, Nabi Isa AS pun mengalami ujian; pengingkaran, penuduhan dusta, pemfitnahan, dll. Ujian yang Nabi Isa AS alami sangat besar. Namun, Allah tidak akan meninggalkan RasulNya dalam kepayahan. Allah bantu Nabi Isa AS dengan mukjizat2 yang besar, setimpal dengan ujian2 yang ia alami.
(Ingatlah) ketika Allah mengatakan: “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” [Al-Maidah : 110]

Mukjizat2 yang ia terima memang sangatlah luar biasa. Ayat2 Al-Quran yang membahas shirohnya pun sangat banyak (bahkan lebih banyak dari Nabi atau Rasul selainnya, termasuk Rasulullah SAW). Tapi bukan berarti Nabi Isa AS berubah posisi sebagai Tuhan, atau anak Tuhan. Sungguh tidak. Ia tetap sebagai; hamba Allah, Nabi Allah, Rasul Allah.

Sekali lagi, dengan banyaknya mukjizat Nabi Isa AS bukan berarti menunjukkan bahwa ia adalah Tuhan, anak Tuhan, atau penjelmaan Tuhan di dunia. Bukan. Semua mukjizat yang ia terima semata2 pertolongan Allah dan semata2 karena izin Allah. Jadi yang patut dituhankan adalah Tuhan Nabi Isa AS; Allah SWT. Sungguh mukjizat itu turun sesuai dengan kebutuhan zaman dan ummat masing2 Nabi dan Rasul itu.
Jangankan mukjizat, kita (makhluk), termasuk Nabi Isa AS, tanpa izin Allah, berjalan, oke bersiul, oke bernafas deh, tidak akan bisa. Tanpa izinNya, tanpa kuasaNya, kita tidak bisa melakukan apa pun. Maaf, saya akan mengutip salah satu ayat dari Bible (saya tidak mengatakannya sebagai AlKitab), satu saja, tidak lebih, yang menyatakan Yesus (yang di Islam dikenal sebagai Nabi Isa AS) adalah hamba dan memiliki sifat2 yang mencerminkan dirinya bukan Tuhan. Yesus mengatakan :
Aku tidak dapat berbuat apa2 dari diriKu sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu adil, sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. [Yoh 5 : 30]
Dan apa2 yang tidak bisa berbuat apa2 sendiri, bukanlah Tuhan. Yang tidak bisa menentukan kehendaknya sendiri bukanlah Tuhan. Dan yang diutus oleh Tuhan bukanlah Tuhan.

Dan tentang ayat2 Al-Quran yang banyak sekali membahas tentang Nabi Isa AS, bukan karena ia adalah orang teristimewa atau sengaja ditonjolkan, bukan. Itu karena Allah SWT Maha Tau. Ummat akhir zaman butuh penjelasan, mana jalan yang benar dan selamat. Agar ummat akhir zaman tau tentang Nabi Isa AS dan tentang kedudukannya. Agar ummat akhir zaman tidak bingung dan terkecoh dengan cerita2 lain yang juga berkembang. Sungguh, tidak ada keraguan di dalam Al-Quran. Tidak ada penjelasan lain setinggi Al-Quran.

Dan untuk akhir hidupnya yang sangat kontroversial. Ini adalah penjelasan Allah dalam Al-Quran :
Dan karena ucapan mereka:” Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (157) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (158) [An-Nisaa : 157 – 158]
Nabi Isa AS belumlah mati, ia diangkat oleh Allah. Dan tokoh yang disalib bukanlah Nabi Isa AS, melainkan orang lain yang Allah serupakan dengan Nabi Isa. Dan dalam sebuah tafsir, Nabi Isa AS akan turun ke dunia kembali untuk melawan segala fitnah yang ada, termasuk fitnah Dajjal (Isa AS palsu) di akhir masa nanti. Wallahu'alam.

Sebagai penutup,
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpu (72) Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (73) [Al-Maidah : 72 – 73]

Semoga bermanfaat. CMIIW :D

Komentar

  1. wow, ganti aliran :D
    `okelah..
    Nahnu Du'at Qobla Kulli Syaiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha. sy ga pernah ganti aliran deh kayanya :) sy suka menulis apa sj.. bs dilihat dari kategori2 tulisan. kadang yang gubrak, kadang yang gabruk (?) semoga tidak mengurangi makna yang ada. #nasib2.. jadi blogger gubrak-gabruk.. :D

      Hapus
    2. :D
      harus ngikuti jejak sesepuh nih :D
      `blogger gubrak-gabruk

      Hapus
    3. hahahaaaa :D jangaaaaan... aneh loooh

      Hapus
  2. Asslamua'alaikum kakak cantik ehhe...
    kita ternyta seumuran.,, bedanya kak sudah menikah.. duh snenegnya aku kapan yah? plakk... hehe siang2 lagi ngimpi...

    salam taaruf kakak cantik...
    klo liat senyumnya mnggtkan aku pda ssornag .. tp lupa sapa ehhe...

    trmksh sudah mendahului ke blogku ..

    blum smpat baca kak... lagi ngebut...

    smoga menjadi keluarga yg SAMARA... wlpun telat tp do'a dr org lain bisanya makbul amiin... aminin yok... eheheh
    blogku kak lbh anggun ... n menarik bgd aku suka bgd....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaykumussalam wr wb. slm kenal juga :) aamiin, trm ksh doanya. berhubung kita seumuran, panggil mulki aja :) jgn pake kakak. hihiiii.. smgt, nur!

      Hapus
  3. Awalnya saya kira yang punya blog bernama Umar ^^

    Makasih share sirahnya ya, izin copas.. #ujung2nyagakenak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. ternyata bukan :) monggo, smg bermanfaat :)

      Hapus
  4. Bismillah,..

    jzklah ya ilmunya,.
    seneng baca tulisan disini,.
    ^_^

    BalasHapus
  5. Maturnuwun tante Mulki,..
    sangat menarik,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2, abu haniyaaa :) kalo haniya pulang ke solo, nanti tante dongeng-in deeeh... hihi

      Hapus
  6. wihh... dapat pencerahan lagi.
    org bejat macam sya mmg butuh "wisata rohani" seperti ini.
    makasih, mul. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih.. kok bilang dirinya bejat siih :) sama2, kak aciii.. balik lagi yaaa..

      Hapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!