Adik

Adik. Identik dengan kata refresh buat diri saya. Bersama dengan mereka seperti menekan tombol F5 pada keyboard. Senang melihat ulah, mendengar celoteh, pokoknya semua tentang mereka. Saking gemasnya, walau mereka sudah besar2, saya masih suka memperlakukan mereka seperti masih kecil dulu. Yang jelas, mereka baik sekali

Muhammad Qowi Fikri, adik pertama saya ini cool. Halah… Tapi serius! Paling pendiam di antara kami. Dia cowok yang cowok banget. Jail, tapi baik sekali. Paling rajin bantuin umi abi, yaiyalah ya… dia paling besar gituh di rumah. Terampil tangkas (loh kok kayak judul buku pelajaran SD ya?) Jago main bola, musculus gastrocnemius, soleus, dll.nya “jadi” gara-gara suka olah raga. Mainnya sama cowok doang, ga supel sama cewek. Jaim-an kali ya!


Ghifar Ulwan
, jailnya banget-nged. Beda sama Qowi, dia supel sama cowok maupun cewek. Adik paling perhatian tapi kadang paling nyebelin. Suka banget bilang, “Mul, nanti kalo nyari suami, yang tajir, yah… Umi pengen Nissan Grand Livina tuh.” Padahal dianya aja kali yang pengen. Suka banget gambar, kok bisa, ya? Saya sih mendingan disuruh ngerjain matematika deh daripada gambar. Trus suka banget makan, mungkin tiap 15 menit bisa ditemui di ruang makan untuk nyemilin lauk. Tapi serakus-rakusnya, Ghifar itu rajin puasa Senin-Kamis, loh. Paling rajin di antara kami.

Diena Mufidah, yah dia mah ngajak duel. Sama2 cewek. Sama2 ga mau ngalahan. Tapi bedanya, dia ngambeg-an banget! (saya sih ga ngaku) Sering jadi korban kejailan kakak2nya. Pelapor kejadian keseharian ke umi abi (ngadulah bahasa gampangnya). Galak dahsyat! Bawel pula. Tapi sangat bisa diandalkan. Bungsu paling mandiri sedunia kali, yah. Oya, dia ini sukanya sms ngasih tau di rumah si umi lagi masak apa. Kan bikin saya mupeng Kalo waktunya saya pulang, kalimat yang ga mungkin ketinggalan darinya adalah, ”Ki, oleh2nya jangan lupa, yah.”

Ohya, ini my welcome celebration (halah…) :
Mulki nyampe rumah dengan langkah diseret dan dengan tenaga terakhir membuka gerbang : “Assalamu’alaykuuuuum”
Diena menghambur ke depan pintu : "Mulki dateeeeng!"
Ghifar sambil jalan ke ruang makan : "Mi, Bi, Mulki udah nyampe tuh"
Qowi sambil stay focus ke games football managernya : "Heh, lama banget sih lo nyampenya!"

Ya, sekian banyak sifat mereka (yang menguntungkan juga merugikan saya), kesemuanya itulah yang saya rindukan. Dengan cita-cita kami masing-masing, kami sedang bersama2 meniti tangga kesuksesan untuk kami persembahkan kepada orang-orang tersayang; kepada umi abi, kepada nenek, kepada keluarga besar. Yang rajin ya, dik, belajarnya.

Pokoknya kalo bicara tentang adik, satu kata cukup mewakili : bangga! Pertanyaannya: sudahkah saya menjadi kakak yang mereka banggakan? Setidak-tidaknya pantas mereka banggakan.

Hm, ga hanya kepada mereka. Saya pun sangat sayang kepada adik-adik saya yang lain.
Adik2 kos Mufidah : Indi, Tika, Icha, Ninis, Nova, Ira, Lia, & Rini. Keep spirit on fighting ya, dik. Senantiasa sabar dan syukur jalani perjuangan di kampus.
Adik2 Jamilah : Tita, Zahra, Wella, Iput, Dinar, Galih, & Vio. Thanks yah kalian sudah sangat membuat saya senang semenjak pertama melingkar dengan kalian. Sekarang sudah dirolling, maafin segala khilaf. Semoga tetap bisa berbagi semangat.
Adik2 lingkaran baru : Zahra, Dinar, Erpryta, Neo, Amora, Cherelia, Mega, Septina, & Redya. Semoga kita bisa rangkai dan nikmati bersama apa yang kita inginkan. Besar harapan saya terhadap kalian.

Komentar

  1. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Heh aku tuh gak sejahat itu. aku tuh baik hati , pinter, rajin, sholeh, dll.
    Lihat Entri Baru ku dong mampir gituu.. jgn lupa komentarnya.. WAJIB.

    BalasHapus
  2. ya udah,,,,, bunuh aja,,,,

    kabuuur,,,,

    BalasHapus
  3. @Semar a.k.a Ghifar: terimalah realita, dik. heheh.

    @Arief: wah, devide et impera nih. heheh.

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR