Dik, Wajar saja ketika setelah menikah dengannya, kita menemukan semakin banyak kekurangannya. Sudah bukan pekerja keras, sangat sulit pula mengajaknya mengaji. Sudah enggan membantu mengurus rumah, tapi sering tidak pengertian menuntut rumah selalu rapi. Sudah jarang bicara sayang, malah semakin hari semakin sering protes; entah rasa masakan, atau kok anak sakit2an, atau kok kita tidak punya tabungan. Sudah... Tidak usah merasa tertipu atau terjebak. Di kala kita merasa ia sudah keterlaluan, tetap bersabarlah. Selama masih ada harapan untuk masuk surga bersama, selama kata pisah tidak mudah terlontar dari lisannya, selama ia tidak menganiaya kita secara fisik dan kata, maka bertahanlah.. Bersabarlah. Tapi jangan salah artikan sabar adalah pasrah dan tidak melakukan apa2. Sabar adalah tetap berusaha sebaik2nya dalam kebaikan. Sabar adalah menerima hasilNya walau tidak sesuai harapan. Lakukan sebaik-baik peran kita; menasehati dalam sabar, buatlah ia senang, merasa dih...
Mimpi itu hadir lagi. Dalam mimpi itu, tersungging sebuah senyum dengan genangan bening di mata laki2 yang sangat saya cintai, suami yang selalu saya banggakan tiap detailnya. Namun bedanya, kali ini sepertinya beliau yang sedang bangga kepada saya. Pengen pake banget ga sih dikaya gituin? Nyes. Dalam mimpi saja terasa adem di hati, apalagi jika saya dapati dalam kenyataan. Masya Allah. Yup betul, mimpi tentang berakhirnya sebuah penantian akan hadirnya berlian hati kami.
Dik, Sekalipun dia sungguhan buta, rasanya tak pantas jika kita memanggilnya si buta. Sekalipun dia sungguhan pincang, rasanya akan tetap menyayat hati jika kita mengatainya pincang. Begitu pula kepada pasangan kita, atau anak kita. Sekalipun dia tidak terampil menyelesaikan masalah genteng, talang air, mesin cuci, kuncilah lisan kita untuk tidak mengatakan, “ah, payah. Laki bukan sih?” Sekalipun kita geregetan melihat dia doing nothing all day long di rumah, “dasar pemalas” pun tidak perlu kita katakan. Sekalipun dia memiliki masalah kesehatan sehingga sulit memiliki anak, tidak perlulah kita menyebutnya mandul seputus asa apapun kita rasa.
singkat padat dan jelas -__-"
BalasHapushaha. maap, brader! lagi perlu tempat buang sampah nih :p
BalasHapuskek nya ga semua hal harus qt mengerti ya mba
BalasHapus