Menyapa Gajendra; Jeratan

Assalamu'alaykum, Gajendra  

Aku yakin kamu tidak suka jika berada dalam kondisi terjerat. Apapun, tentang dan oleh apapun, tidak terkecuali dalam menghayati perkara menjadi pasangan seseorang. Terjerat; hanya melahirkan sakit, tersengal, trauma jiwa, bahkan kehabisan kesempatan. Maka berilah ia rongga agar tetap merdeka, walau sebetulnya terikat.    

Bayangkan jika antar gerbong kereta tidak ada ruang, mudahkah baginya jika arah relnya membelok? Kita berbicara sehari2 pun ada temponya, ada jarak antar kalimat dengan kalimat selanjutnya. Bayangkan jika tidak, lelah sekali, baik si penyampai pun pendengar. Begitu juga dengan berpasangan.

Bukankah kita akan lebih mudah melihat ia tersenyum jika ada jarak di antara kita dan pasangan? Berilah ia ruang dari keinginanmu menjerat; dengan cemburumu, dengan egomu, dengan segala kedangkalan dirimu. Iya. Ia tetap butuh ruang, seberapapun ia membutuhkanmu, seerat apapun kalian saling memiliki.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR