Menyapa Samudera; Berlalu

Assalamu’alaykum, Samudera.

Suatu hari nanti, jika Allah izinkan kami untuk memiliki rumah, aku punya rencana untuk memiliki sebuah hiasan dinding yang besar, yang bertuliskan “ini akan berlalu”. Weird? Mungkin. Tapi dibanding memajang foto pernikahan *yangkatanyacantik*, atau foto keluarga *yangkatanyaromantis*, atau gambar bernyawa lainnya, rasanya poster tiga kata itu akan lebih ada manfaatnya.

Iya.. agar kami dan orang2 yang hilir mudik di rumah kami terus diingatkan, bahwa semua yang di dunia ini hanya sementara, dan akan berlalu. Jika sedang merasa berat dengan cicilan rumah, lihat saja, “oh iya, tenang saja… keadaan "mencekik" ini akan berlalu". Pun jika sedang merasa bahagia dengan sebuah nikmat, lihat lagi, “jangan melampui batas, biasa saja senengnya, ini akan berlalu.” Pun jika sedang gila karena merasa diri kita ganteng atau cantik, lihat lagi *yangbanyakdansering*, “heh.. ga usah njijiki gitu. Cantik gantengmu akan berlalu.”

Ini akan berlalu. Susah bergilir dengan senang. Senang akan bergilir dengan susah. Berganti2, maka merugilah kita jika terlena dalam nikmat atau  terlalu larut dalam kalut. Yang di dunia akan bergilir, juga berlalu.

#terinsipirasi dari cerita cincin perunggunya mas dharmo#

Komentar

  1. Salam kenal mba Mulki :)
    Saya pernah membaca kisah cincin ini dalam buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya.
    Blognya bagus mba, keep writing and sharing :)

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR