Menyapa Gunatalikrama; Tuing

Assalamu'alaykum, Gunatalikrama

Aku seringkali dibuat tuing olehnya. Ada tuing di hatiku, ketika sepulang kantor kugamit tangannya untuk salim, tangannya selalu lembab oleh keringat. Kembali ada tuing, ketika memegang kemeja yang dipakainya seharian, lalu kudapatinya dalam kondisi lepek. Lagi2 tuing, ketika merapikan sepatunya, ada noda tanah lapangan di situ, tanda habis jogging agar selalu bugar. Aku jadi merasa..... dicintai olehnya.    

Maka aku.. Jika habis terciprat minyak saat duel dengan ikan di dapur, terselip satu kesempatan kurasa. Akan kuberpolah sedemikian rupa, sehingga ia menyadari sendiri keberadaan si kemerahan itu. Lalu jika sudah bertanya, "ini kenapa?" binggo! maka akulah pemenangnya. Akan kupasang wajah sekyyuut mungkin seperti puppy yang minta disiram (poop kali disiram) selama menceritakannya. Kupastikan ada tuing di hatinya juga...dan itu karenaku. Iyeay! Aku juga ingin ia merasa aku melakukan sesuatu untuknya, sehingga ia merasa..... dicintai.    

Sederhana saja alasannya. Karena memang, bagiku, hal penting dalam mencintai-menyayangi-mengasihi adalah membuat yang kita cinta itu merasa dicintai. Seutuhnya, tidak kurang sekelopek bagian pun.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR