Menyapa Samudera; Ikatan

Assalamu'alaykum, Samudera     

Tentu kamu pernah mendengar, "hanya maut yang mampu memisahkan kita." Janji setia seperti itu saja sudah mampu membuat hati seseorang menari mengangkasa. Manis, juga menentramkan. Bahkan lebih manis dari gulali, lebih menentrakan dari lullaby.    

Tapi sungguh ada hidup paskamaut; saat ikatan persahabatan-kekeluargaan-pernikahan akan bisa terurai. Istri terpisah dari suami, anak lupa pada ibu, pun karib bisa menjadi musuh. Pahit, juga memilukan. Bagi para pecinta, adakah yang lebih pahit dari perpisahan? Adakah yang lebih memilukan dari terlupakan?    

Aha! Zukhruf bagian tengah hampir akhir bisa menyambung harapan. Bukalah... Demi sebuah kisah yang tak terputus maut. Demi berkekalan, bercihuyria di dunia, kembali di surga. In syaa Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!