Masa Transisi Untuk Hidup Mandiri


Orang yang mampu hidup mandiri itu akan lebih terpelihara harga dirinya dibanding mereka yang hidup hanya dengan menggantungkan uluran tangan orang lain. Kenyataan membuktikan bahwa apabila hidup seseorang terus-menerus tergantung pada belas kasihan orang lain, tidak lain sebenarnya dia telah menjual sebagian dari harga dirinya.

Kalau kita lihat fenomena yang terjadi pada umat islam sekarang, pasti kita tidak akan membantah kalau kenyataannya umat ini sering diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh umat lain. Salah satu faktornya adalah karena banyak di antara mereka yang hidupnya miskin, sudah begitu mereka pun malas bekerja dan belajar. Lihat saja, banyak Negara Islam yang menggantungkan diri pada IMF dan Bank Dunia, sedangkan kita tau, dua instansi tadi dikuasai oleh siapa.

Haah, kok jadi ngomongin itu, balik focus!  kalau kita masih berstatus mahasiswa, sepertinya memang tidak begitu memalukan jika masih mengandalkan pemberian orang tua. Tapi jika tidak kuliah atau sudah lulus kuliah, maka cap pengangguranlah yang kita sandang apabila tidak bekerja.

Yang perlu diingat adalah bagi seorang mahasiswa, masa kehidupan kita adalah masa transisi untuk menuju hidup mandiri. Walaupun orang tidak menganggap kita seorang pengangguran, tapi mereka akan mengacungi jempol manakala selama masih menjadi mahasiswa kita sudah bisa bekerja. Terutama bila keluarga tidak cukup mampu membiayai kuliah kita. Dengan bekerja, kita akan banyak membantu mengurangi beban tanggungan mereka.

Banyak pekerjaan yang bisa untuk dilakukan seorang mahasiswa, tanpa banyak membuang waktunya untuk bisa belajar, misalnya saja ngeles privat, menerima terjemahan bahasa Inggris, jadi asisten praktikum, dan masih banyak lagi. Hobi kita bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Membaca? Bisa jadi penulis. Suka interaksi sama computer? Bikin program yang dipatenkan. Masak, rangkai bunga, jahit? Ah, bisa banget! Interaksi sama orang? Bisa dagang tuh.

Sekaya apa pun orang tua kita, tidak selamanya kan kita bergantung kepada mereka. Inget, selain uang yang kita dapatkan, kehormatan pun insya Allah akan terpelihara. Sedangkan yang masih mahasiswa, tapi sudah berumah tangga, sebaiknya juga cari pekerjaan. Malu dong kalau masih menadah orang tua.

Komentar

  1. insya allah...
    segala sesuatu tergantung keinginan dari individu...
    semoga keinginan tersebut dapat membangkitkan semangatnya untuk dapat menciptakan hidup yang mandiri

    BalasHapus
  2. yuppi...

    saat ini saya berada pada posisi judul diatas, segalanya sendiri, tanpa bantuan orang tua, meskipun orangtua masih ada, saya memilih hidup sendiri

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR