Surat Cinta

Ini tulisan seorang pria untuk semua muslimah di dunia ini, insya Allah.

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli, karena toh kau tak mengenalku. Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakan kamu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna, tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah engkau biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu. Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku. Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari. Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur. Dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin tapi tak ada henti. Menyentuhmu merupakan ingin diri berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku, karena sucimu, indahmu, kau pertaruhkan. Mungkin kau tak peduli tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah, tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tetapi karena aku seorang manipulator. Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra, meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur. Kau memang suci tapi sangat mungkin kau termanipulasi. Karena toh kau hanya manusia, hanya wanita, meski kau wanita suci.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sebagai lelaki suci yang dengan sepenuh diri bawamu kepada Tuhan. Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu fikir lagi. Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad. Atau kejar sang lelaki suci itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci,
Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlash. Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di permainan ini. Mungkin lelaki itu menanti di istana kekalmu yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah.

Wanita suci,
Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu. Tapi itulah pilihanNya. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih, seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlashanmu menerima keputusan Kekasih tertinggi. Kekasih tempat kita (seharusnya) memberikan semua cinta dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.

Komentar

  1. Kamu jago ya nulisnya...ditunggu buku karyamu jadi nasional best seller

    BalasHapus
  2. makasih ya, kak cholis. kalo saya nerbitin buku, kak cholis mesti jadi pembeli pertama, ya.

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR