Simplex Veri Sigillum

"Setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati. Hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan"

Lagi dengerin lagu itu nih. Persahabatannya Sherina kalo ga salah. Hehe, jadi ingat masa kecil yang ikut-ikutan gaya di film Petualangan Sherina. Sama teman-teman, nyanyi, nari, dan niruin dialog yang sama kayak di film itu. Hafal, lho! Hha. Jadi geli sendiri. Tapi sekarang sih sudah lupa. Lagipula ga mungkin kan nyanyi dan nari kaya gitu lagi?! Malu euy!

Sebenernya filmnya simpel. Ya kan?! Tapi kenapa booming banget ya? Dari anak kecil, anak gede, sampe anak tua... hhe... dari orang kecil, orang gede, sampe orang tua... (hehe, ternyata tidak bisa pake pola kesejajaran :p) suka sama film itu. Padahal dilemanya tidak sedramatis beberapa film lainnya. Settingannya pun tidak semenegangkan film-film horror. Dan tidak begitu membuat mata kita melotot (kaget, red) seperti menonton Final Destination atau apalah yang lain.

Ya mungkin justru karena kesimpelannya itu. Kadang sesuatu yang sederhana itu yang dinanti dan mudah kita terima. Seperti kata pepatah, simplex veri sigillum (duh, bener ga ya tuh?!). It means, kesederhanaan itu tanda kebenaran. Ya dan kebenaran itu yang kita cari.

Film itu hanya sebuah contoh, mungkin yang lainnya, ini hanya misalnya, ya... Calon pejabat kalau lagi kampanye pasti heboh banget, kan. Hebat banget omongannya, sampe kita tertarik untuk milih beliau. Bisa jadi yang janjinya terhebat dialah yang bakal menang. Tapi pas udah ngejabat, beliau didemo massa gara-gara ga buktiin janjinya yang luar biasa. "Jangan hanya bisa ngomong" "Kami tak butuh janji, kami butuh bukti" dsb lah. Wuaa, pokoknya pas kampanye hebohlah euy ngomongnya. Cadas abis. Tapi gara-gara omongannya yang muluk2 itu pulalah beliau diturunkan dari singgasananya secara tidak hormat. Wah, kita memang harus berhati-hati ya sama mulut kita. Suka berkomentar berlebihan, dan sesuatu yang berlebihan itu suka tidak benar.

Hm, apa ya contoh lain kalo simpel itu tanda kebenaran. Bikin sirup! Yaudah si cuma tuang sirup ke gelas secukupnya, tambahin air dan es bila perlu. Mudah dan sederhana, kan? Itu malah nikmat. Daripada ribet-ribet ditambahin garam atau lada. Selain harus ribet nyari-nyari box garam atau lada, rasanya jadi ancur, kan?! Malah jadi ga bener. Hha... udah ah makin error aja contohnya :p

Komentar

  1. simplex veri sigillum itu istilah apa mbak mulk? hehe..

    BalasHapus
  2. Artinya kesederhanaan itu adalah kebenaran. Istilah dari yunani :)

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR