Mengendalikan


Apakah benar hanya rezeki saja yang suka datang dari arah yang tidak disangka2? Apakah ujian tidak seperti itu? Saya tidak pernah sekali pun menduga justru ujian saya sekarang datang dari arah sana, arah yang sangat saya tidak sangka2. Ga kenapa2 sih, cuma tambah repot aja. Ga kenapa2 sih, cuma kurang asik aja. Ga kenapa2 sih, cuma GA NYANGKA AJA.

Saya harus bisa mengendalikan diri saya, karena ini bukan ujian apa pun selain itu, bukan tentang mengalahkan seseorang pun, bukan, kecuali hanya tentang pengendalian diri. Dimana saya mesti tetap bersikap sabar, walau saya merasa sudah tak punya alasan lagi untuk bersabar. Dimana saya mesti tetap merangkul, dimana saya tetap harus mengalah, dimana saya harus tetap mendengarkan, walau hak2 saya atas itu sudah terabaikan... Dimana saya harus tetap memakai logika, walau yang lain sudah tidak memakainya. Okelah, justru itu ujiannya. Dimana saya harus tetap ramah, walau rasanya sudah eeerrrgggghhh apa siiiiiihhh....

 Amalkan saja...
"Tiada dua orang berkawan, melainkan salah satu yang lebih besar pahalanya dan lebih dicintai Allah adalah yang paling beriman dan berlemah lembut terhadap kawannya."

Tarik nafas, tidak usah bicara sesuatu yang justru merendahkan nilai kamu, tidak usah berlaku yang akan menurunkan level kamu. Mungkin diam lebih baik, senyum akan lebih baik, tetaplah behave, Mulki...

Kamu yang harus ciptakan atmosfer kamu sendiri, tak apa ketika orang lain numpang merasakan kenyamanan atmosfer kamu, sangat tak apa... Tapi jangan andalkan orang lain untuk ciptakan atmosfer yang nyaman juga untuk kamu. Jangan andalkan. Bahagialah dengan apa yang kamu hasilkan. Syukurlah kalau bisa saling berbagi kenyamanan. Jika orang itu tidak bisa membagi kenyamanan, sungguh itu bukan masalah bagimu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR