Ukhti


Mungkin dialah orang yang dimaksud dengan: sahabat karena Allah adalah sahabat yang jika melihatnya, kita jadi mengingat Allah. Jika kita berbicara dengannya, iman kita kepada Allah kian bertambah. Jika bertemu, rasanya ga garing, ga gitu aja, tapi subhanallah… ada saja yang membekas, yang menyejukkan, yang meneduhkan. Walau dia bukan tipe popular, bukan tipe dominan, bukan tipe heboh, tapi dia punya sesuatu yang membuat orang selalu ingat dan menghargai keberadaannya. Yakin, bukan saya saja yang merasa dia seperti itu. Banyak yang lain.

Sekali lagi… dengan sesuatu yang dimilikinya itu… bukan berarti dirinya menjadi orang yang ter- di lingkungannya. Ia bahkan harus sabar dan berjiwa besar ketika teman2 seangkatannya lulus mendahuluinya. Sungguh, bukan karena dia malas dan tidak cerdas. Ini ujian Allah bagi dirinya. Justru saya menganggap, karena itu adalah dirinya Allah mengujinya seperti itu. “Tidak dikatakan seorang itu beriman sebelum ia diuji.”

Ia bahkan harus memilih untuk mengurangi amanahnya di lapangan pentas dakwah, walau pihak A-B-C meminangnya untuk mengisi suatu pos2 dakwah strategis. Ia harus berpikir lebih banyak; mana yang ia rasa mampu laksanakan dengan optimal, dan bagaimana memberi pengertian ke orang2 yang meminang tentang pola pikirnya. Ia harus “merelakan” anggapan2 tidak militan terhadapnya, ia harus merelakan “jabatan2” yang seharusnya layak untuknya, tapi justru disandang oleh orang lain. Justru di situ saya sangat mengaguminya. Ia bergerak dengan visi, dengan bijaksana, bukan mengejar pandangan manusia, apalagi untuk kebanggaan dirinya semata. Ia tidak biasa, ia berbeda. Tentang pola pikirnya, pesonanya, juga kualitasnya. Sungguh.. ia bukan tanpa kekurangan di mata manusia. Tapi saya yakin ia mulia di hadapan Allah…

Dengan ujian2 yang dihadapinya, maka ia jadi tawadhu… Dengan ujian2 yang dihadapinya, ia semakin tawakal… Dengan ujian2 yang dihadapinya, ia semakin dekat dengan Penciptanya. Sungguh.. saya iri kepadaNya. Allah begitu menyayanginya.

Semangat, ukhti fillah. Mimpimu, mimpiku juga. Saat ini, dunia sedang menunggumu.

Komentar

  1. huaaah.. aku juga punya satu orang sahabat seperti beliau.. hihi


    ingin bisa seperti kalian ukhti... ^_^

    BalasHapus
  2. yang baik sahabat saya itu,, sayanya masih belajar, no.. btw, enno kuliah tingkat brapa?

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah membacanya :D dan terima kasih sudah mau komen. hehe...

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR