Mas dan Mpok Kodok #2


Begitu maskodoknya pulang, ayahku bilang ke ibuku, "anakmu dilamar, mi..."
Lalu ibuku yang menyampaikan ke aku.
Reaksiku di depan ibuku, "kok bisa, mi? Kan belum kenal.."
Reaksi dalam hatiku, "hah? Gilak ya tuh orang?!!"
Tapi ga dipungkiri, aku penasaran. Dorongan untuk mengetahui tentang dirinya sangat besar.
.
.
Alhamdulillah ternyata satu minggu cukup untukku mencari jawaban lamaran maskodok. Aku menerima lamarannya (yaiyalah.. wong sampe ada anniv ke5. Wkwk). Aku sampaikan jawaban via sms ke ibuku tanggal 21 Mei 2011, sekitar pukul 1 pagi, di masjid Nurul Huda, masjid kampusku. Saat itu aku lagi mabit.
.
.
Memang apa yang telah kuketaui tentangnya? Tidak banyak, tapi saat itu kurasa cukup. .
.
Tentang dirinya? Bahwa ia adalah anak tunggal. Ibunya wafat ketika ia berusia 2 tahun. Lalu ia dirawat kakek neneknya. Namun qadarullah kembali menjadi sebatang kara di kelas 1 SMP. Dan alhamdulillah pakde budenya mengajaknya untuk tinggal bersama, menyayanginya, dan memperlakukannya setara dengan anak2 kandungnya. Itu aja.
.
.
Ttg pendidikan dan pekerjaan? Dia adalah abdi negara sejak usianya 20 tahun, saat itu baru selesai sekolah lagi. Usianya beda 7 tahun denganku. Di bagian ini, yang ada di pikiranku, "buset... berarti pas dia masuk kuliah, gue masih pake putih merah yang hobinya ngumpulin tazos saban hari." Wkwk.
.
.
Ttg karakternya? Jawaban maskodok ketika ibuku sms dia menanyakan tentang ini adalah, "saya blakasuta, bu..." apaan tuh? Ibuku bingung, aku pun bingung. Lalu aku coba googling apa itu blakasuta 😀

Iya, kurang lebih itu. Tapi yang membuatku kebat-kebit, aku ingat betul, ketika informan mengatakan, "Heri ini seperti batu yang bagus. Jika diasah terus, akan menjadi berlian. Saya ingin "menitipkan" Heri ke keluarga yang baik untuk menjaga dan mengasahnya. Dengan background hidupnya, membuat dia menjadi orang yang sangat penyayang. Bacaan qurannya memang masih harus belajar, tapi dia adalah orang yang selalu mengusahakan shalat wajib berjamaah di masjid dan selalu menjaga puasa sunnahnya."
.
.
Mengetahui sedikit saja tentangnya sudah membuatku berada pada simpulan; aku ingin belajar padanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #4 : KPR

Day 1. Jakarta – Rantau Prapat : Aku Yakin Ini Ujung Dunia!