Mas dan Mpok Kodok #9


"Mas ingin homebase dimana?"
.
"Inginnya di Banyumas." Deg!!
.
Mendengar jawabannya, spontan muncul ganjalan di hati. Rupanya pilihan maskodok bukan bertahan di jabodetabek. Hm.. memang aku sudah terbiasa dengan fasilitas kota besar, tapi bukan itu yang membuatku "berfikir". Orang tuaku. Rumah ayah ibuku di bintaro. 6-8 jam dari Banyumas. Ada rasa ingin dekat2 saja tinggalnya dengan orang tua; agar lebih leluasa berbakti, mengiringinya tua, selalu ada jka suatu saat mereka membutuhkan.
.
Tapi aku paham posisiku yang harus mengikuti suami, berbakti padanya. Yang diajarkan orang tua kepadaku pun begitu. Bahwa orang tua bukan tgg jwb utama anak tertua (aku sulung), melainkan tgg jwb anak laki2. Aku pun teringat ibuku pernah bilang, "dengan kamu menjadi istri dan mantu yang berbakti dan sholeh.. dgn begitu kamu pun sudah berbakti pada ummi abi, krn kamu sudah menjaga nama baik ummi abi. Dan brppun rezeki kalian nanti, kamu wajib ingatkan suamimu utk selalu memberikan sebagiannya kpd orang tuanya."
.
Walau orangtuaku sudah mengatakan untuk selalu mementingkan suami, tp tetap saja ya rasanya. Dan yg akhirnya membuatku tenang adlh ketika mengingat percakapan kami sebelumnya ttg : kompromi.
.
"Mas sebenarnya lbh senang hidup di daerah. Di jakarta mas ngerasa capek. Sekarang aja waktu mas untuk baca, belajar, ngaji sedikit banget. Mas blm jadi orang canggih yang bisa nyelip2in baca ketika capek. Kalo di daerah, mas bisa pulang cepat, mungkin makan siang juga bisa di rumah, proposal phD pun mungkin bisa kepegang."
.
"Mungkin mas msh dibutuhin di sini." aku mencoba menghibur (?)
.
"Ah, sama2 aja kok. Maksud mas kan baik, membantu pihak kepegawaian. Di kala org2 minta mutasi ke jakarta/jawa, mereka sdh tau kalo mas bersedia ditugasin ke luar pulau. Tapi smp skrg belum2 kesampean. Kamu mau kan jalan2 sm mas? Ohya.. mas ada rencana pensiun muda."
.
Dia berhenti sejenak, melihat ekspresiku. Lanjutnya, "kembali ke kampung."
.
"Trus ngapain?" sambarku .
.
"Ngapain aja. Jadi petani boleh, ternak kambing boleh, bikin panti asuhan boleh, jadi bupati banyumas juga boleh. Haha. Nnt kita bangun rumah di pinggir sawah, di tanah kecil peninggalan ibu mas. Kamu mau kan?"

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR