Mas dan Mpok Kodok #4


Sebenarnya jawaban ayahku, "kalo saya terserah anak saya" itu bukan mencerminkan ayahku banget. Itu cuma jawaban diplomatis; bahasa kerennya. Karena memang ayahku termasuk tipe yang involved sama urusan anak. Sampe sekarang juga gitu. Tapi bukan berarti hidup kami dikekang atau disuapin, ya.
.
Apalagi aku tipe anak yang suka bercerita ke ibu dan ayahku. Hampir semua2nya mereka tau; rencanaku, berhasilku, jatuhku, cem2anku. Hampir semua. Aku laksanakan rencanaku, jika aku diizinkan oleh mereka. Mudahkah izinnya? Kadangkala tidak. Beberapa kali crash juga. Tapi itu tidak membuat aku jd menjauh dari mereka; ayah ibuku. Jika sampai habis pembelaanku atas suatu hal/seseorang namun ayahku tetap bilang tidak, aku tidak akan melanjutkannya.
.
Termasuk (baca : apalagi) urusan laki2 yang meminta anak perempuannya. Sesungguhnya tidak akan mudah.
.
Ketika pertama datang, karena ayahku baru pulang dari korsel, katanya diajak bicaralah maskodok tentang korsel. Iseng mungkin. Qadarullah, tesis maskodok sebelumnya berkaitan dengan ekonomi korsel. Jadi bisalah mereka bersahut2an. Allah sudah mengatur.
.
Setelah hari melamar, beberapa kali maskodok diundang ke rumah lagi (mulki di solo). Sadar dan ga sadar, maskodok difit and proper test oleh ayah dan ibuku. Dan sepertinya maskodok lulus dengan mulus.
.
Taunya darimana? Aku menangkap signal dari ibuku. Beliau bukan bertanya, "gimana, ki? Suka ga???" Tapi... "gimana, ki? Suka, kan???" Hahaha. Nah.. mumpung banget nih ayah ibuku sepertinya suka sama yang dateng. Aku tancap gas ajalah. Jangan sia2kan kesempatan. Hahaha.
.
Dan sampai pada suatu hari, ketika ayahku dan maskodok sedang pergi berdua mencari gedung, ayahku tiba2 bilang ke maskodok.. "panggil saya abi aja seperti anak2 abi yg lain. Abi titip mulki ya, her. Mulki itu spesial bagi abi, seperti juga adik2nya. Abi ridho mulki sama heri."
.
Ziiiinggg.. Kala itu maskodok yang biasanya bawel, katanya cuma bisa jawab, "iya, bi. Terima kasih sudah percaya sama heri." ziiiinggg.. Si abi juga jadi ngezing.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR