Mas dan Mpok Kodok #7


"Mas ingin istri yang di rumah aja atau boleh bekerja?" sambungku.
.
"Bebas. Ga kerja boleh, bekerja juga boleh. Walau nanti kamu punya penghasilan juga, kebutuhan rumah tangga tanggung jawabnya mas, ya. Tapi kamu siap2 hidup sederhana. Kalo kamu ingin bermewah2 dan punya koleksi harta, nikahnya jangan sama mas."
.
Wusyeh, belom apa2 sadisnya @kodok_kriwil tampak nyata, bukan fatamorgana, batinku.
.
"Kalo kamu mau kerja, gapapa. Uangnya terserah kamu mau buat apa. Mas prefer kamu tetap ada aktifitas tambahan, ga menghasilkan uang gapapa. Yaa.. Siapa tau kalo istri mas bermanfaat buat banyak orang, pahalanya bakal ngalir ke mas juga karena sudah mengizinkan utk beraktifitas."
.
"Tapi ya tetap ada batasannya. Yang kamu harus selalu pegang, kamu itu istri yang dokter, istri yang aktifis, istri yang apapun, atau nanti ibu yang apapun."
.
"Harus lebih banyak waktu di rumah?" sambarku. "kalo bisa begitu. Tapi flexible aja kok."
.
"Kalo sekolah lagi boleh? Sekolah spesialis mahal loh, lama lagi, sibuknya juga bakal ga ketulungan."
.
"Boleh. Jangan sampai nikah sama mas, kamu malah jadi menghambat diri. In syaa Allah kalo udah takdirnya, ada aja rezekinya. Yakin aja dulu. Mas dulu pas SMA juga ga nyangka bisa kuliah, orang ga punya duit sama sekali. Mau bayar pakai apa? Tapi alhamdulillah Allah kasih jalan. Udah.. pokoknya mas bolehin kamu kerja dan sekolah lagi. Mas yakin mas ga akan terbengkalai." .
.
"Kok mas bisa yakin?" Cem cenayang aja dia.. .
.
"Karena mas yakin kamu sholehah."

Komentar

Pos populer dari blog ini

Sarang Kodok #2 : Mencari Kompor

Rumah #6 : Deal! Alhamdulillah :)

Rumah #4 : KPR